Bagaimana rasanya belajar AI for Business di Universitas Ma’soem? Tiga mahasiswa berbagi pengalaman mereka yang mengubah perspektif tentang bisnis dan teknologi.

SUMEDANG — Ruang kelas di Program Studi Bisnis Digital Universitas Ma’soem tidak seperti kelas kuliah pada umumnya. Tidak ada deretan kursi yang menghadap papan tulis berisi rumus-rumus matematis yang membosankan. Yang ada adalah suasana kolaboratif, layar-layar yang menampilkan dashboard data, dan diskusi hidup tentang strategi bisnis masa depan.
“Sebelum masuk kelas AI for Business, jujur saya agak takut karena pikir ini akan penuh coding dan matematika,” mahasiswi semester empat Program Bisnis Digital Universitas Ma’soem. “Tapi ternyata fokusnya pada bisnis. Kita belajar cara menggunakan AI sebagai alat bisnis, bukan cara membangunnya dari nol.”
Sari bercerita tentang salah satu proyek yang paling berkesan: menganalisis data media sosial menggunakan tools sentiment analysis AI untuk memahami persepsi konsumen terhadap sebuah brand lokal, lalu merumuskan strategi komunikasi yang lebih efektif berdasarkan temuan tersebut.
“Proyek itu langsung bisa saya terapkan. Kebetulan saya juga kerja part-time di agensi digital, dan saya langsung pakai metodologi yang sama untuk klien kami. Hasilnya luar biasa,” ungkapnya dengan antusias.
Mahasiswa lain, berbagi perspektif yang berbeda. Sebagai putra seorang pengusaha, Reza berencana meneruskan bisnis keluarga. “Yang paling berguna buat saya adalah modul tentang implementasi AI dalam operasional bisnis dan supply chain management. Saya mulai merancang bagaimana mengaplikasikannya di bisnis keluarga saya.”
Kedua mahasiswa sepakat bahwa dosen-dosen yang mengajar AI for Business di Universitas Ma’soem adalah kekuatan terbesar mata kuliah ini. “Mereka bukan hanya akademisi — mereka praktisi yang masih aktif di industri. Jadi contoh-contoh yang mereka berikan sangat nyata dan up-to-date,” kata Reza.




