Banyak orang takut pada AI karena melihatnya sebagai ancaman pekerjaan. Universitas Ma’soem mengajarkan perspektif yang berbeda — dan lebih menguntungkan.

SUMEDANG — Ketakutan bahwa AI akan ‘mencuri pekerjaan’ manusia adalah narasi yang populer dan terus berulang di media. Narasi ini memang ada basisnya — beberapa jenis pekerjaan memang terancam otomasi. Tapi narasi ini juga sangat menyederhanakan gambaran yang jauh lebih kompleks.
Sejarah menunjukkan bahwa setiap revolusi teknologi menghilangkan beberapa jenis pekerjaan sambil menciptakan lebih banyak jenis pekerjaan baru. Revolusi industri menghilangkan pekerjaan pengrajin manual tapi menciptakan jutaan pekerjaan baru di pabrik, kereta api, dan sektor jasa. Revolusi komputer menghilangkan pekerjaan operator mesin ketik tapi menciptakan industri software senilai triliunan dolar.
Revolusi AI tidak berbeda. Yang hilang adalah pekerjaan repetitif dan berbasis aturan yang jelas. Yang muncul adalah pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, judgment, dan kemampuan bekerja bersama AI — dan pekerjaan-pekerjaan baru ini umumnya lebih menarik dan bergaji lebih tinggi.
Inilah perspektif yang ditanamkan di Program Bisnis Digital Universitas Ma’soem. Mata kuliah AI for Business bukan hanya mengajarkan skill teknis, tapi juga membangun mindset yang tepat dalam memandang AI sebagai alat pemberdayaan, bukan ancaman.
“Mahasiswa kami keluar dari kelas AI for Business dengan perspektif yang benar-benar berbeda,” cerita seorang dosen. “Mereka tidak lagi melihat AI sebagai sesuatu yang menakutkan, tapi sebagai superpower yang bisa mereka gunakan untuk mencapai hal-hal luar biasa.”
Pergeseran mindset ini sangat berharga. Mereka yang embrace AI akan terus relevan dan produktif. Sementara mereka yang menolak atau mengabaikan AI akan semakin tertinggal. Ini bukan tentang menjadi techie — ini tentang menjadi adaptif dan forward-thinking.
Program Bisnis Digital Universitas Ma’soem merancang pembelajaran yang membuat AI terasa accessible dan empowering, bukan intimidating. Dengan tools yang user-friendly dan studi kasus yang relatable, mahasiswa dari berbagai latar belakang pun bisa menikmati dan menguasai mata kuliah AI for Business.
Senjata terbaik dalam menghadapi era AI bukan resistensi, tapi pemahaman. Dan Universitas Ma’soem adalah tempat terbaik untuk membangun pemahaman itu.




