Sebagai bagian dari program kerja pengabdian masyarakat yang berfokus pada edukasi lingkungan dan pertanian berkelanjutan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ma'soem Kelompok 14 di Desa Margaluyu menyelenggarakan kegiatan praktik yang sangat bermanfaat. Bertempat di SMPN 3 Pangalengan, mereka mengajak adik-adik siswa untuk belajar dan mempraktikkan langsung cara pembuatan Pupuk Organik Cair (POC).
Kegiatan ini lahir dari kesadaran akan pentingnya mengurangi penggunaan pupuk kimia dan beralih ke solusi yang lebih ramah lingkungan. Mahasiswa KKN dari Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Ma'soem ingin menanamkan pemahaman sejak dini kepada generasi muda bahwa limbah organik, yang seringkali dianggap tidak berguna, sebenarnya memiliki potensi besar untuk diolah menjadi pupuk yang sangat bermanfaat bagi tanaman.
Sesi praktik ini dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Para siswa diajak untuk mengumpulkan bahan-bahan organik sederhana di sekitar sekolah, seperti sisa sayuran, buah-buahan, dan daun kering. Mereka kemudian dibimbing langkah demi langkah dalam proses pembuatan POC, mulai dari mencacah bahan, mencampurnya dengan cairan aktivator, hingga memasukkannya ke dalam wadah untuk proses fermentasi.
Dari Limbah Organik Menjadi Solusi Pertanian Berkelanjutan
Di sela-sela praktik, para mahasiswa Universitas Ma'soem juga memberikan penjelasan mendalam tentang prinsip-prinsip ilmiah di balik pembuatan POC. Mereka menjelaskan peran mikroorganisme dalam mengurai bahan organik, nutrisi penting yang terkandung di dalam POC, serta manfaatnya bagi kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Hal ini memastikan para siswa tidak hanya tahu cara membuat, tetapi juga memahami mengapa POC sangat efektif.
Keahlian teknis dan pengetahuan teoretis mahasiswa dari Fakultas Pertanian menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan bimbingan langsung dari mereka, para siswa SMPN 3 Pangalengan dapat melakukan praktik dengan benar, mengajukan pertanyaan, dan mendapatkan pemahaman yang komprehensif. Inisiatif ini tidak hanya memberikan keterampilan praktis, tetapi juga menginspirasi para siswa untuk melihat pertanian dari sudut pandang yang modern dan berkelanjutan.
Program ini mendapatkan sambutan hangat dari pihak sekolah. Kepala Sekolah SMPN 3 Pangalengan mengapresiasi tinggi inisiatif mahasiswa KKN Universitas Ma'soem yang telah memberikan edukasi berharga kepada siswa-siswi mereka. Diharapkan, pengetahuan ini akan menjadi bekal bagi para siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan, dan bahkan dapat diterapkan di lingkungan rumah atau sekolah.
Dengan suksesnya praktik pembuatan POC ini, Universitas Ma'soem kembali membuktikan komitmennya untuk mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui program KKN, Fakultas Pertanian berhasil menyebarkan semangat pertanian berkelanjutan, mulai dari sekolah di wilayah Pangalengan.





