Rasa Malas Jadi Penghalang Pendidikan
Sebagian lulusan SMA/SMK memilih tidak kuliah hanya karena merasa malas untuk belajar lagi. Padahal, keputusan ini bisa berdampak panjang pada masa depan.
Risiko Tidak Kuliah karena Malas
-
Peluang Kerja Terbatas – sebagian besar perusahaan mensyaratkan gelar minimal S1 untuk posisi strategis.
-
Sulit Bersaing dengan Teman Sebaya – ketika teman sudah maju di karier atau menjadi pengusaha, rasa penyesalan bisa muncul.
-
Karier Terhenti di Level Awal – tanpa kualifikasi akademik, sulit naik jabatan atau berpindah bidang kerja.
-
Melewatkan Pengalaman Berharga – kuliah bukan hanya belajar teori, tapi juga membangun jejaring dan pengalaman sosial.
Mengubah Pola Pikir tentang Kuliah
Kuliah sebaiknya dipandang sebagai investasi diri, bukan sekadar beban. Dengan pendidikan tinggi, seseorang bisa lebih percaya diri, lebih siap menghadapi persaingan global, dan punya bekal untuk membangun masa depan lebih baik.
Kampus dengan Fasilitas Pendukung Motivasi
Untuk mengatasi rasa malas, lingkungan kampus yang inspiratif dan fasilitas lengkap sangat membantu. Masoem University, misalnya, menawarkan program inkubator bisnis, fasilitas olahraga, serta dosen profesional yang membimbing mahasiswa agar lebih termotivasi mencapai cita-cita.
Malas Hanya Sementara, Manfaat Kuliah Seumur Hidup
Rasa malas bisa diatasi dengan lingkungan yang tepat, target yang jelas, dan motivasi yang kuat. Sementara kuliah memberikan manfaat jangka panjang yang terus terbawa hingga masa depan.





