Oleh : Naila Mutia Rahma

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola konsumsi masyarakat, terutama di kalangan mahasiswa. Kehadiran platform e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada mempermudah proses pembelian barang dan jasa secara online. Salah satu strategi pemasaran yang sering digunakan oleh perusahaan e-commerce adalah pemberian diskon, cashback, gratis ongkir, dan promo flash sale.
Diskon menjadi daya tarik utama bagi mahasiswa karena sebagian besar mahasiswa memiliki keterbatasan pendapatan. Dengan adanya promo, mahasiswa cenderung lebih tertarik untuk melakukan pembelian, bahkan terhadap barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Kondisi ini menunjukkan bahwa diskon memiliki pengaruh besar terhadap perilaku konsumsi mahasiswa.
Pengertian Diskon dalam E-Commerce
Diskon adalah potongan harga yang diberikan penjual kepada konsumen dalam periode tertentu. Dalam e-commerce, diskon digunakan untuk meningkatkan jumlah pembelian dan menarik perhatian konsumen. Bentuk diskon yang umum ditemukan antara lain:
Potongan harga langsung
- Cashback
- Voucher belanja
- Gratis ongkos kirim
- Flash sale
Strategi ini terbukti efektif karena mampu menciptakan rasa tertarik dan dorongan emosional pada konsumen.
Perilaku Konsumen Mahasiswa
Mahasiswa merupakan kelompok konsumen yang aktif menggunakan internet dan media digital. Kemudahan akses aplikasi belanja membuat mahasiswa lebih sering melakukan transaksi online. Dalam teori Ekonomi Mikro, perilaku konsumen dipengaruhi oleh kepuasan (utility) yang diperoleh dari suatu barang atau jasa.
Beberapa faktor yang memengaruhi perilaku konsumsi mahasiswa antara lain:
- Harga produk
- Tren dan gaya hidup
- Pengaruh media sosial
- Kemudahan pembayaran digital
- Adanya promo dan diskon
Diskon sering kali membuat mahasiswa merasa memperoleh keuntungan lebih besar sehingga meningkatkan minat beli.
Pengaruh Diskon terhadap Keputusan Pembelian
Diskon memiliki dampak signifikan terhadap keputusan pembelian mahasiswa. Ketika melihat promo besar, mahasiswa cenderung melakukan pembelian secara spontan atau impulsif. Hal ini terjadi karena adanya persepsi hemat dan takut kehilangan kesempatan promo.
Contohnya, saat berlangsung program tanggal kembar seperti 11.11 atau 12.12, banyak mahasiswa membeli produk fashion, skincare, atau aksesoris meskipun barang tersebut bukan kebutuhan utama. Fenomena ini menunjukkan bahwa diskon dapat mengubah prioritas konsumsi seseorang.
Selain itu, diskon juga meningkatkan frekuensi belanja online. Mahasiswa yang awalnya hanya membeli kebutuhan pokok dapat terdorong membeli produk tambahan karena adanya penawaran menarik.
Dampak Positif
- Membantu mahasiswa mendapatkan barang dengan harga lebih murah.
- Menghemat pengeluaran.
- Mempermudah akses kebutuhan sehari-hari.
- Memberikan banyak pilihan produk.
Dampak Negatif
- Menimbulkan perilaku konsumtif.
- Membuat mahasiswa sulit mengontrol pengeluaran.
- Mendorong pembelian impulsif.
- Menyebabkan ketergantungan terhadap promo.
Jika tidak dikendalikan, kebiasaan belanja karena diskon dapat memengaruhi kondisi keuangan mahasiswa.
Diskon e-commerce memiliki pengaruh besar terhadap perilaku konsumen mahasiswa. Strategi promo seperti cashback, voucher, dan flash sale mampu meningkatkan minat beli serta mendorong keputusan pembelian secara cepat. Mahasiswa menjadi lebih aktif berbelanja online karena merasa memperoleh keuntungan ekonomis.
Namun, di balik manfaat tersebut, diskon juga dapat memicu perilaku konsumtif dan pembelian impulsif. Oleh karena itu, mahasiswa perlu lebih bijak dalam mengelola pengeluaran dan membedakan antara kebutuhan dan keinginan agar konsumsi tetap rasional.




