Sehari Menjadi Quality Assurance di Industri Makanan

Bekerja sebagai Quality Assurance atau QA di industri makanan bukan hanya tentang memeriksa produk yang sudah selesai dibuat. Seorang QA memiliki peran dalam membantu memastikan proses produksi berjalan sesuai standar dan sistem yang telah ditetapkan agar produk dapat diproduksi secara konsisten serta memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan.

Dalam satu hari, aktivitas seorang Quality Assurance dapat melibatkan pemeriksaan dokumen, pemantauan penerapan prosedur, koordinasi dengan bagian produksi, evaluasi temuan, hingga penyusunan laporan.

Namun, kegiatan QA dapat berbeda tergantung jenis perusahaan, ukuran fasilitas, produk yang dihasilkan, sistem manajemen yang diterapkan, serta pembagian tugas dengan bagian Quality Control atau QC.

Lalu, seperti apa gambaran sehari menjadi Quality Assurance di industri makanan?

Pagi Hari: Memeriksa Jadwal Produksi dan Informasi Proses

Hari kerja dapat dimulai dengan melihat jadwal produksi yang akan berlangsung.

QA perlu mengetahui produk apa yang akan dibuat, proses yang akan dijalankan, serta area yang perlu mendapat perhatian.

Informasi tersebut membantu QA mempersiapkan kegiatan pemantauan.

Pada tahap ini, QA dapat memeriksa beberapa hal, seperti:

  • Jadwal produksi.
  • Jenis produk.
  • Penggunaan bahan baku.
  • Dokumen proses.
  • Catatan produksi sebelumnya.
  • Informasi perubahan proses.
  • Temuan yang perlu ditindaklanjuti.

Jika terdapat masalah pada produksi sebelumnya, QA dapat melihat status tindak lanjutnya.

Misalnya, terdapat ketidaksesuaian dalam pencatatan, pelaksanaan prosedur, atau kondisi tertentu yang perlu dievaluasi kembali.

Pukul 08.00: Memastikan Kesiapan Area Produksi

Sebelum proses produksi dimulai, kondisi area perlu diperiksa sesuai prosedur yang berlaku.

QA dapat melakukan pengecekan terhadap penerapan persyaratan kebersihan dan kesiapan proses.

Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:

  • Kondisi kebersihan area.
  • Kebersihan peralatan.
  • Kesiapan fasilitas.
  • Penerapan kebersihan personel.
  • Penggunaan perlengkapan kerja.
  • Kondisi bahan yang akan digunakan.
  • Ketersediaan dokumen.
  • Penerapan prosedur sanitasi.

Pemeriksaan dilakukan berdasarkan standar dan sistem yang diterapkan perusahaan.

Jika ditemukan kondisi yang tidak sesuai, QA dapat mencatat temuan dan berkoordinasi dengan bagian terkait untuk melakukan perbaikan sebelum atau selama proses berjalan.

Pukul 09.00: Memantau Penerapan Prosedur Produksi

Ketika produksi berlangsung, QA dapat melakukan pemantauan untuk memastikan prosedur dijalankan sesuai ketentuan.

QA tidak selalu berada di satu titik.

Petugas dapat berpindah dari satu area ke area lain untuk melakukan observasi, memeriksa dokumen, atau berkomunikasi dengan tim produksi.

Hal yang dapat dipantau meliputi:

  • Kesesuaian proses dengan prosedur.
  • Penerapan standar kebersihan.
  • Penggunaan bahan sesuai ketentuan.
  • Kelengkapan pencatatan.
  • Penerapan pengendalian proses.
  • Kepatuhan terhadap instruksi kerja.
  • Penanganan produk yang tidak sesuai.

Dalam kegiatan ini, kemampuan komunikasi menjadi penting.

QA perlu menyampaikan temuan secara jelas dan bekerja sama dengan bagian produksi untuk menjaga penerapan standar.

Tujuannya bukan sekadar mencari kesalahan, tetapi membantu mencegah masalah dan memastikan sistem berjalan dengan baik.

Pukul 10.30: Memeriksa Dokumen dan Catatan Produksi

Dokumentasi menjadi bagian penting dalam pekerjaan Quality Assurance.

Setiap proses perlu memiliki catatan yang sesuai agar pelaksanaan dapat ditelusuri dan dievaluasi.

QA dapat memeriksa:

  • Catatan penerimaan bahan.
  • Form pemeriksaan.
  • Catatan proses produksi.
  • Dokumen sanitasi.
  • Catatan pengendalian proses.
  • Catatan penyimpanan.
  • Form ketidaksesuaian.
  • Dokumen tindakan perbaikan.

QA perlu memastikan dokumen diisi dengan lengkap, benar, dan sesuai waktu pelaksanaan.

Jika terdapat data yang belum lengkap atau tidak sesuai, QA dapat meminta klarifikasi serta melakukan tindak lanjut sesuai prosedur.

Dokumen yang baik membantu perusahaan melakukan penelusuran ketika ditemukan masalah pada proses atau produk.

Pukul 12.00: Istirahat dan Koordinasi Singkat

Waktu istirahat dapat digunakan untuk makan dan berinteraksi dengan rekan kerja.

Dalam lingkungan industri, koordinasi tidak selalu dilakukan melalui rapat formal.

QA dapat berdiskusi dengan bagian produksi, QC, gudang, atau tim lain mengenai kondisi proses dan kegiatan yang sedang berlangsung.

Misalnya, tim dapat membahas:

  • Perubahan jadwal produksi.
  • Temuan selama pemantauan.
  • Kondisi bahan.
  • Kebutuhan pemeriksaan tambahan.
  • Perbaikan yang sedang dilakukan.
  • Persiapan proses berikutnya.

Komunikasi yang baik membantu memastikan informasi tidak terputus antarbagian.

Pukul 13.00: Melakukan Audit Internal atau Inspeksi Area

Pada waktu tertentu, QA dapat melakukan audit internal atau inspeksi terhadap area tertentu.

Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian penerapan sistem dengan standar dan prosedur yang telah ditetapkan.

QA dapat menggunakan daftar periksa untuk membantu proses pemeriksaan.

Beberapa aspek yang dapat dievaluasi antara lain:

  • Kebersihan area.
  • Kondisi fasilitas.
  • Penyimpanan bahan.
  • Pengendalian dokumen.
  • Penerapan prosedur kerja.
  • Kondisi peralatan.
  • Sistem penanganan produk.
  • Penerapan sanitasi.
  • Kesiapan terhadap audit.

Jika ditemukan ketidaksesuaian, QA dapat mencatat bukti serta menyusun laporan.

Temuan tersebut kemudian dapat dibahas bersama bagian terkait untuk menentukan tindakan perbaikan.

Pukul 14.30: Menangani Ketidaksesuaian

Dalam proses produksi, dapat ditemukan kondisi yang tidak sesuai dengan standar atau prosedur.

Contohnya, terdapat catatan yang belum lengkap, penerapan prosedur yang tidak sesuai, atau kondisi proses yang perlu dievaluasi.

QA dapat membantu melakukan beberapa langkah, seperti:

  1. Mengidentifikasi ketidaksesuaian.
  2. Mengumpulkan informasi yang relevan.
  3. Menentukan dampak terhadap proses atau produk.
  4. Berkoordinasi dengan bagian terkait.
  5. Menentukan tindakan sesuai prosedur.
  6. Mendokumentasikan hasil tindak lanjut.
  7. Memantau efektivitas perbaikan.

Penanganan dilakukan berdasarkan sistem yang diterapkan perusahaan.

Pada kondisi tertentu, QA dapat bekerja sama dengan Quality Control, produksi, laboratorium, atau manajemen untuk melakukan evaluasi lebih lanjut.

Pukul 15.30: Mengevaluasi Data dan Menyusun Laporan

Menjelang akhir hari, QA dapat mengumpulkan hasil pemantauan dan memeriksa data yang telah diperoleh.

Informasi dapat disusun menjadi:

  • Laporan pemeriksaan.
  • Rekap temuan.
  • Catatan ketidaksesuaian.
  • Status tindakan perbaikan.
  • Hasil audit internal.
  • Evaluasi penerapan prosedur.
  • Rekomendasi tindak lanjut.

Data dapat digunakan untuk melihat pola dan menentukan area yang perlu ditingkatkan.

Misalnya, jika kesalahan pencatatan terjadi berulang, perusahaan dapat mengevaluasi prosedur, pelatihan, atau sistem dokumentasi.

QA tidak hanya berfokus pada satu kejadian, tetapi juga dapat membantu melihat peluang perbaikan secara berkelanjutan.

Menjelang Pulang: Menyiapkan Tindak Lanjut

Sebelum menyelesaikan pekerjaan, QA dapat memeriksa kembali kegiatan yang masih perlu ditindaklanjuti.

Beberapa pekerjaan dapat berlanjut pada hari berikutnya, seperti:

  • Memeriksa hasil tindakan perbaikan.
  • Melakukan verifikasi.
  • Mengumpulkan dokumen tambahan.
  • Menjadwalkan audit.
  • Berkoordinasi dengan bagian terkait.
  • Memperbarui catatan.

Dengan pencatatan yang teratur, proses tindak lanjut dapat dilakukan dengan lebih jelas.

Apa Perbedaan Quality Assurance dan Quality Control?

Quality Assurance dan Quality Control sama-sama berkaitan dengan mutu, tetapi memiliki fokus yang berbeda.

Quality Assurance lebih berfokus pada sistem, prosedur, pencegahan, serta jaminan bahwa proses dijalankan sesuai standar.

Sementara itu, Quality Control lebih banyak melakukan pemeriksaan dan pengujian terhadap bahan, proses, atau produk untuk mengetahui kesesuaiannya dengan spesifikasi.

Dalam praktiknya, pembagian tugas dapat berbeda pada setiap perusahaan.

QA dan QC juga perlu bekerja sama karena pengendalian mutu membutuhkan sistem yang baik serta data hasil pemeriksaan.

Keterampilan yang Dibutuhkan Seorang Quality Assurance

Pekerjaan QA membutuhkan kombinasi kemampuan teknis dan keterampilan kerja.

Beberapa kemampuan yang dapat dikembangkan antara lain:

  • Memahami sistem mutu.
  • Memahami keamanan pangan.
  • Membaca dan menerapkan prosedur.
  • Melakukan pemeriksaan.
  • Menyusun dokumen.
  • Menganalisis masalah.
  • Berkomunikasi dengan berbagai bagian.
  • Bekerja secara teliti.
  • Mengelola data.
  • Menyusun laporan.
  • Mengikuti perkembangan standar.

Ketelitian menjadi penting karena informasi kecil dalam dokumen atau proses dapat memengaruhi evaluasi.

Kemampuan komunikasi juga diperlukan karena QA sering berkoordinasi dengan produksi, QC, gudang, laboratorium, manajemen, serta bagian lain.

Lulusan Teknologi Pangan Bisa Menjadi Quality Assurance

Lulusan Teknologi Pangan memiliki pengetahuan yang relevan untuk memasuki bidang Quality Assurance di industri makanan.

Selama kuliah, mahasiswa dapat mempelajari:

  • Karakteristik bahan pangan.
  • Proses pengolahan.
  • Mikrobiologi pangan.
  • Keamanan pangan.
  • Pengendalian mutu.
  • Sanitasi.
  • Analisis produk.
  • Pengemasan.
  • Sistem manajemen mutu.

Pengetahuan tersebut dapat membantu lulusan memahami hubungan antara bahan, proses, kualitas, keamanan, serta penerapan standar.

Namun, persyaratan pekerjaan dapat berbeda di setiap perusahaan. Pengalaman praktikum, magang, pelatihan, serta kemampuan tambahan dapat menjadi nilai pendukung.

Mempersiapkan Karier Quality Assurance melalui Teknologi Pangan Ma’soem University

Program Studi S1 Teknologi Pangan Ma’soem University dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang tertarik pada bidang mutu dan keamanan pangan.

Mahasiswa dapat mempelajari bahan, proses pengolahan, analisis produk, mikrobiologi, keamanan pangan, pengendalian mutu, pengemasan, serta pengembangan produk.

Pembelajaran teori dan praktik membantu mahasiswa memahami penerapan ilmu dalam proses pengolahan makanan dan minuman.

Kegiatan praktikum dapat melatih ketelitian, kemampuan analisis, penggunaan prosedur, pengolahan data, penyusunan laporan, serta kerja sama.

Kemampuan tersebut dapat menjadi bekal untuk mempersiapkan diri memasuki berbagai bidang pekerjaan di industri pangan, termasuk Quality Assurance.

Sehari Menjadi QA Penuh dengan Pemantauan dan Koordinasi

Sehari menjadi Quality Assurance di industri makanan dapat dimulai dengan memeriksa jadwal dan kesiapan produksi, memantau penerapan prosedur, memeriksa dokumen, melakukan inspeksi, menangani ketidaksesuaian, mengevaluasi data, serta menyusun laporan.

Pekerjaan ini tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan produk akhir.

QA berperan membantu menjaga penerapan sistem dan prosedur agar proses produksi dapat berjalan secara konsisten sesuai standar yang berlaku.

Bagi calon mahasiswa yang menyukai ketelitian, analisis, dokumentasi, pengawasan proses, serta dunia makanan dan minuman, bidang Quality Assurance dapat menjadi salah satu pilihan karier setelah lulus dari Teknologi Pangan.

Melalui pembelajaran di Program Studi S1 Teknologi Pangan Ma’soem University, mahasiswa dapat membangun pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal untuk memahami proses, mutu, serta keamanan pangan di dunia industri.