Oleh: Team Career Development Center (CDC) Universitas Ma’soem
Bandung, 10 Juli 2026 – Universitas Ma’soem resmi menjalin kerja sama dengan Indonesia Humanitarian Logistics Lab (IHLL) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan di Kampus Universitas Ma’soem. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang kebencanaan, logistik kemanusiaan, dan manajemen risiko.
IHLL merupakan lembaga nirlaba berbasis pengetahuan yang berfokus pada penguatan sistem logistik kemanusiaan melalui riset, edukasi, dan kolaborasi lintas sektor. Berangkat dari keprihatinan terhadap masih adanya kesenjangan antara praktik di lapangan dengan sistem birokrasi, IHLL hadir untuk membangun ekosistem pembelajaran yang mampu menjembatani kebutuhan para praktisi, akademisi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana.
Melalui kerja sama ini, Universitas Ma’soem dan IHLL berkomitmen mengembangkan berbagai program yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kesadaran terhadap risiko bencana, tetapi juga membangun pola pikir yang lebih sistematis dalam dunia kemanusiaan. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan perspektif baru bahwa penanggulangan bencana bukan hanya tentang kegiatan kerelawanan, melainkan juga tentang koordinasi, pengambilan keputusan, manajemen risiko, serta penguatan sistem yang mendukung kerja-kerja kemanusiaan.
Peluang Pengembangan Kompetensi bagi Sivitas Akademika
Dalam sesi diskusi setelah penandatanganan MoU, kedua belah pihak membahas berbagai peluang implementasi kerja sama. Salah satunya adalah pengembangan materi kebencanaan yang dapat diintegrasikan ke dalam program pembekalan mahasiswa, pelatihan kepemimpinan, hingga Bimbingan Karir. Mahasiswa diharapkan tidak hanya mengenal profesi sebagai relawan, tetapi juga memahami berbagai peluang karir di sektor organisasi non pemerintah (NGO), logistik kemanusiaan, manajemen risiko, serta dukungan psikososial dalam situasi bencana.
Selain untuk mahasiswa, kerja sama ini juga membuka peluang peningkatan kapasitas bagi dosen dan tenaga kependidikan melalui pelatihan, edukasi, dan pendampingan terkait mitigasi bencana di lingkungan kampus. Beberapa gagasan yang dibahas meliputi penyusunan standar operasional prosedur (SOP) kesiapsiagaan bencana, jalur evakuasi, manajemen koordinasi saat kondisi darurat, hingga penguatan budaya keselamatan di lingkungan Universitas Ma’soem. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan tata kelola kampus yang lebih tangguh sekaligus menjadi nilai tambah dalam penguatan mutu institusi.
Diskusi juga menekankan pentingnya membangun cara berpikir yang tepat sebelum memasuki aspek teknis penanggulangan bencana. Pemahaman mengenai alasan di balik setiap proses mitigasi, koordinasi, dan respon kemanusiaan dinilai menjadi fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia yang profesional dan mampu mengambil keputusan secara bijaksana ketika menghadapi situasi darurat.

Komitmen Menuju Kampus Tanggap Bencana
Ke depan, kerja sama ini diharapkan dapat diwujudkan melalui berbagai program nyata, seperti seminar, kuliah umum, kelas tematik kebencanaan, pelatihan kepemimpinan, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, hingga kolaborasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Seluruh program tersebut dirancang untuk memperkuat kesiapan sivitas akademika Universitas Ma’soem dalam menghadapi tantangan kebencanaan sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.
Melalui sinergi bersama IHLL, Universitas Ma’soem terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap isu-isu strategis nasional. Kolaborasi ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian kemanusiaan, kemampuan berpikir sistematis, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai risiko bencana di masa mendatang.




