A76292af1920256c

Benarkah Aktivitas Mahasiswa Bisa Memperkuat CV dan Lolos Wawancara Kerja? Ini Faktanya!

Benarkah Aktivitas Mahasiswa Bisa Memperkuat CV dan Lolos Wawancara Kerja? Ini Faktanya!

Banyak mahasiswa beranggapan bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi adalah satu-satunya kunci sukses mendapatkan pekerjaan impian. Mereka fokus penuh pada perkuliahan dan mungkin mengabaikan kesempatan untuk mengembangkan diri di luar kelas. Namun, di tengah persaingan ketat dunia kerja yang terus berkembang, apakah hanya nilai akademis yang menentukan kesuksesan seorang kandidat?

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh National Association of Colleges and Employers (NACE), 70% pemberi kerja mengatakan bahwa pengalaman kerja atau magang yang relevan dan aktivitas ekstrakurikuler adalah faktor utama dalam keputusan perekrutan, bahkan lebih tinggi daripada IPK.

Kini, peran aktif mahasiswa di berbagai kegiatan telah diakui sebagai penunjang signifikan dalam membentuk pribadi yang siap menghadapi tantangan profesional, bukan sekadar nilai di atas kertas.

Mengapa Aktivitas Mahasiswa Penting untuk Karier? Di era saat ini, perusahaan tidak hanya mencari kandidat dengan nilai akademis cemerlang, tetapi juga individu yang memiliki keterampilan lunak (soft skills) yang kuat. Aktivitas kemahasiswaan, seperti organisasi, kepanitiaan, atau komunitas, adalah ladang subur untuk mengasah kepemimpinan, kerja sama tim, komunikasi, dan kemampuan adaptasi yang sangat dihargai di dunia profesional. Pengalaman ini membantu membentuk karakter dan etos kerja yang diperlukan.

Risiko Jika Hanya Berfokus pada Akademis Mahasiswa yang hanya berfokus pada kegiatan akademis berisiko memiliki CV yang kurang menonjol di hadapan rekruter. Kurangnya pengalaman organisasi atau proyek nyata bisa membuat mereka kesulitan memberikan contoh konkret saat wawancara mengenai kemampuan problem-solving, manajemen waktu, atau kepemimpinan. Hal ini dapat mengurangi daya saing dan peluang mereka untuk diterima di perusahaan atau posisi yang diinginkan.

Strategi Memaksimalkan Pengalaman Organisasi Untuk memastikan aktivitas mahasiswa benar-benar memperkuat profil karier, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan:

  • Pilih Aktivitas yang Relevan: Ikuti organisasi atau proyek yang selaras dengan minat atau jalur karier yang diinginkan.
  • Dokumentasikan Peran dan Pencapaian: Catat tanggung jawab dan hasil nyata yang dicapai dari setiap kegiatan. Fokus pada kontribusi konkret.
  • Latih Keterampilan Berkomunikasi: Siapkan cerita menarik dari pengalaman di organisasi untuk menjawab pertanyaan wawancara, tunjukkan bagaimana Anda menyelesaikan masalah atau memimpin tim.
  • Manfaatkan Program Kampus Berdampak: Banyak institusi pendidikan, termasuk Masoem University, memiliki program yang mengusung konsep "Kampus Berdampak". Ini mendorong mahasiswa terlibat dalam proyek nyata, pengabdian masyarakat, atau magang, memberikan pengalaman praktis yang sangat berharga dan meningkatkan daya saing lulusan.

Masoem University memahami pentingnya pengalaman praktis di samping kualitas akademis. Dengan berbagai program yang mendorong keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan proyek nyata, Masoem University juga memiliki keunggulan seperti jaminan kerja (sesuai syarat dan ketentuan), inkubator bisnis untuk mendukung jiwa kewirausahaan, fasilitas lengkap, serta biaya kuliah yang bisa dicicil. Seluruh program studi telah terakreditasi resmi BAN-PT dan LAMEMBA, memastikan kualitas pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Pada akhirnya, persiapan karier yang holistik tidak hanya bergantung pada kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional dan sosial yang diasah melalui interaksi dan pengalaman di luar kelas. Mengintegrasikan aktivitas mahasiswa dengan tujuan karier akan membuka pintu peluang lebih lebar bagi masa depan yang sukses.