Perguruan tinggi memiliki peran krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar pengabdian kepada masyarakat. Dalam upaya mewujudkan hal tersebut, Mahasiswa KKN Manajemen Bisnis Syariah Universitas Ma’soem mengambil inisiatif strategis dengan terjun langsung ke tengah masyarakat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Fokus utama dari kegiatan ini adalah melakukan optimalisasi keuntungan bagi para pelaku usaha lokal yang beroperasi di Desa Nanjung Mekar.
Kehadiran mahasiswa di lapangan bukan sekadar untuk menuntaskan kewajiban akademis, melainkan untuk memberikan solusi nyata atas permasalahan bisnis yang kerap dialami oleh masyarakat desa. Salah satu pendekatan praktis yang dilakukan adalah melalui simulasi perbandingan harga dengan kompetitor, sebuah strategi esensial yang sering kali terabaikan oleh pelaku UMKM berskala kecil yang masih menggunakan metode penentuan harga tradisional.
Pentingnya Strategi Penentuan Harga bagi UMKM Desa Nanjung Mekar
Desa Nanjung Mekar memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan, di mana banyak warganya yang menggantungkan mata pencaharian melalui produksi rumahan, perdagangan skala kecil, dan sektor agribisnis. Namun, kendala utama yang sering dihadapi adalah stagnasi pendapatan. Banyak pelaku usaha yang belum memahami bagaimana menetapkan harga jual yang kompetitif namun tetap memberikan margin keuntungan yang sehat.
Tanpa pemahaman yang tepat mengenai struktur biaya dan harga pasar, UMKM rentan mengalami kerugian atau kehilangan pelanggan karena harga yang ditawarkan terlalu tinggi dibandingkan pesaing. Oleh karena itu, edukasi terkait optimalisasi keuntungan menjadi sangat relevan. Mahasiswa Universitas Ma’soem hadir untuk membedah masalah ini dengan pendekatan yang akademis, namun dikemas dalam bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat awam.
Langkah Strategis Mahasiswa KKN Manajemen Bisnis Syariah Universitas Ma’soem
Dalam pelaksanaan program kerja ini, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBIMU) merancang modul edukasi yang interaktif. Proses optimalisasi keuntungan ini dibagi ke dalam beberapa tahapan simulasi yang melibatkan partisipasi aktif dari warga desa.
Analisis Pasar dan Identifikasi Pesaing
Langkah pertama yang dilakukan dalam simulasi ini adalah memetakan siapa saja kompetitor yang ada, baik di dalam wilayah Desa Nanjung Mekar maupun di wilayah sekitarnya. Mahasiswa membimbing pelaku UMKM untuk melakukan riset pasar sederhana. Riset ini bertujuan untuk mengetahui kualitas produk pesaing, keunggulan yang mereka tawarkan, serta rentang harga yang beredar di pasaran. Dengan mengenali medan persaingan, pelaku usaha dapat menentukan posisi produk (positioning) mereka secara lebih akurat.
Simulasi Perbandingan Harga dengan Kompetitor
Setelah data pasar terkumpul, kegiatan dilanjutkan dengan inti acara, yakni simulasi perbandingan harga dengan kompetitor. Mahasiswa mengajak warga untuk menghitung kembali Harga Pokok Penjualan (HPP) secara mendetail, mulai dari biaya bahan baku, biaya operasional, hingga tenaga kerja.
Dari HPP tersebut, warga diajak untuk mensimulasikan berbagai skenario harga jual. Jika harga disetara dengan kompetitor, berapa margin yang didapat? Jika harga diturunkan sedikit untuk penetrasi pasar, apakah bisnis masih mampu bertahan? Simulasi ini membuka wawasan pelaku UMKM bahwa bersaing tidak selalu berarti membanting harga, melainkan bagaimana menciptakan nilai tambah (value) pada produk agar konsumen tetap bersedia membeli meskipun harganya sedikit lebih tinggi.
Pendekatan Etika Bisnis Syariah dalam Penentuan Harga
Sebagai mahasiswa program studi Manajemen Bisnis Syariah, edukasi yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek kapital semata, tetapi juga mengedepankan prinsip-prinsip ekonomi Islam. Warga diedukasi bahwa optimalisasi keuntungan harus diraih dengan cara yang halalan thayyiban.
Praktik perang harga yang saling menjatuhkan atau memonopoli pasar sangat dihindari. Mahasiswa menekankan pentingnya kejujuran dalam menakar kualitas produk, keadilan bagi konsumen, serta menghindari praktik najash (rekayasa permintaan) dan gharar (ketidakpastian). Dengan mengaplikasikan etika bisnis syariah, diharapkan usaha warga tidak hanya mendatangkan keuntungan materi, tetapi juga keberkahan yang berkelanjutan.
Sinergi Akademik dan Keberlanjutan Program Pengabdian
Kegiatan yang berlangsung dinamis ini mendapat respons positif dari perangkat desa dan masyarakat setempat. Mereka merasa sangat terbantu dengan adanya pendampingan bisnis yang konkret dan aplikatif. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan simulasi, hingga evaluasi output dari optimalisasi bisnis ini, didokumentasikan dan dilaporkan secara terintegrasi melalui platform Sistem Informasi Manajemen KKN (SIM KKN / SIMPEMA) milik LPPM Universitas Ma’soem. Hal ini memastikan bahwa data perkembangan UMKM di desa tersebut tersimpan dengan baik dan dapat menjadi acuan untuk program pengabdian atau penelitian lanjutan di masa mendatang.
Melalui program pendampingan dari Mahasiswa KKN Manajemen Bisnis Syariah Universitas Ma’soem, diharapkan UMKM di Desa Nanjung Mekar dapat tumbuh menjadi entitas bisnis yang mandiri, tangguh, dan memiliki daya saing tinggi. Optimalisasi keuntungan yang dicapai nantinya tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan individu pelaku usaha, tetapi juga berdampak positif pada pergerakan roda ekonomi desa secara keseluruhan.



