Pertanyaan apakah Jurusan Bisnis Digital termasuk jurusan untuk anak IPA atau IPS cukup sering muncul ketika siswa SMA atau sederajat mulai menentukan pilihan kuliah. Kekhawatiran biasanya muncul karena Bisnis Digital memiliki unsur bisnis sekaligus teknologi, sehingga calon mahasiswa bingung apakah bidang ini lebih dekat dengan pelajaran IPS atau justru IPA. Jurusan Bisnis Digital dan bidang yang dipelajari mahasiswa Pada dasarnya, Bisnis Digital tidak bisa hanya dilihat dari pembagian IPA atau IPS karena pembelajarannya menggabungkan konsep bisnis dengan pemanfaatan teknologi.
Bisnis Digital Lebih Dekat dengan Bidang Bisnis
Jika melihat materi utamanya, Bisnis Digital memiliki hubungan yang cukup kuat dengan ilmu bisnis. Mahasiswa dapat mempelajari pemasaran, strategi bisnis, perilaku konsumen, e-commerce, kewirausahaan, dan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan usaha.
Namun, penggunaan teknologi membuat pembelajarannya berbeda dari bisnis konvensional. Mahasiswa juga dikenalkan dengan SEO, digital advertising, analitika data, website, dan teknologi digital lainnya. Karena itu, Bisnis Digital dapat menjadi pilihan bagi siswa yang tertarik pada dunia bisnis sekaligus perkembangan teknologi.
Anak IPS Bisa Memilih Bisnis Digital
Siswa dari latar belakang IPS umumnya sudah mendapatkan pengenalan terhadap konsep ekonomi, bisnis, dan ilmu sosial di sekolah. Pengetahuan tersebut dapat menjadi dasar ketika mempelajari perilaku konsumen, pemasaran, dan strategi bisnis.
Namun, bukan berarti hanya siswa IPS yang dapat memilih jurusan ini. Kemampuan dari sekolah bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan di perguruan tinggi. Mahasiswa akan tetap mempelajari materi dari dasar dan beradaptasi dengan bidang yang baru ditemui.
Anak IPA Juga Bisa Masuk
Siswa IPA juga dapat memilih Bisnis Digital, terutama jika memiliki ketertarikan pada bisnis dan teknologi. Latar belakang IPA dapat memberikan pengalaman dalam berpikir logis dan menganalisis persoalan.
Kemampuan tersebut dapat berguna ketika mahasiswa bertemu dengan analitika data atau dasar teknologi. Namun, siswa IPA juga perlu mengenal konsep bisnis dan pemasaran yang mungkin belum menjadi fokus utama ketika sekolah. Hal tersebut dapat dipelajari selama perkuliahan.
Bisnis Digital Menggabungkan Bisnis dan Teknologi
Salah satu karakter Bisnis Digital adalah perpaduan antara dua bidang tersebut. Mahasiswa tidak hanya mempelajari cara menjalankan bisnis, tetapi juga bagaimana teknologi digunakan untuk mendukung dan mengembangkan bisnis.
Bisnis Digital belajar apa dan kompetensi yang dipelajari di perkuliahan Kompetensinya dapat mencakup digital marketing, SEO, Google Ads, media sosial, e-commerce, analitika data, content creation, copywriting, dasar coding, pengembangan website, inovasi bisnis, dan kewirausahaan digital.
Tidak Hanya Belajar Ekonomi
Anggapan bahwa Bisnis Digital sama dengan jurusan ekonomi atau manajemen juga perlu diluruskan. Memang terdapat materi yang berhubungan dengan bisnis, tetapi penggunaan teknologi menjadi salah satu ciri pembelajarannya.
Mahasiswa dapat belajar bagaimana perusahaan memanfaatkan website, mesin pencari, media sosial, marketplace, dan data. Teknologi tersebut kemudian digunakan untuk mendukung kegiatan pemasaran dan pengambilan keputusan. Karena itu, pembelajarannya memiliki perspektif yang lebih digital.
Tidak Harus Jago Teknologi
Siswa yang berasal dari IPS tidak perlu merasa khawatir karena belum pernah belajar coding. Kemampuan teknologi dapat dikenalkan secara bertahap selama perkuliahan.
Dasar coding dan pengembangan website memang dapat menjadi bagian pembelajaran, tetapi mahasiswa tidak harus menjadi programmer. Pengetahuan tersebut lebih diarahkan agar mahasiswa memahami bagaimana teknologi dapat digunakan dalam kebutuhan bisnis.
Tidak Harus Jago Hitungan
Siswa dari jurusan IPA maupun IPS juga sering bertanya apakah Bisnis Digital membutuhkan kemampuan matematika yang tinggi. Angka memang dapat muncul dalam analitika data, performa pemasaran, penjualan, dan pengambilan keputusan bisnis.
Namun, perkuliahan tidak hanya berisi rumus. Mahasiswa juga belajar memahami arti data dan bagaimana informasi tersebut digunakan dalam konteks bisnis. Mata kuliah Bisnis Digital untuk kebutuhan industri era digital
Ada Materi Marketing
Marketing menjadi salah satu bagian yang dapat menarik bagi siswa yang menyukai komunikasi dan strategi. Mahasiswa dapat belajar bagaimana sebuah produk dipasarkan kepada target konsumen.
Dalam konteks digital, pemasaran dapat dilakukan melalui SEO, Google Ads, media sosial, dan berbagai platform lainnya. Mahasiswa tidak hanya belajar membuat promosi, tetapi juga memahami konsumen dan mengukur hasil kampanye. Bidang ini dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada dunia kreatif dan bisnis.
Ada E-Commerce
E-commerce juga menjadi bagian yang cukup dekat dengan Bisnis Digital. Aktivitas jual beli melalui internet membutuhkan pemahaman mengenai produk, konsumen, transaksi, promosi, dan teknologi.
Mahasiswa dapat mengenal bagaimana marketplace dan platform digital digunakan dalam aktivitas bisnis. Data penjualan juga dapat digunakan untuk mengevaluasi performa bisnis. Dengan demikian, e-commerce menggabungkan pemahaman bisnis dengan penggunaan teknologi.
Ada Analitika Data
Analitika data menjadi salah satu bidang yang memperlihatkan sisi analitis Bisnis Digital. Mahasiswa dapat mempelajari bagaimana informasi dari aktivitas bisnis digunakan untuk membantu pengambilan keputusan.
Data dapat berasal dari transaksi, website, iklan, dan media sosial. Mahasiswa perlu memahami pola dan informasi yang muncul dari data tersebut. Kemampuan ini dapat dikembangkan baik oleh siswa yang berasal dari IPA maupun IPS.
Ada Bidang Kreatif
Bisnis Digital tidak hanya cocok bagi siswa yang menyukai angka atau teknologi. Mahasiswa juga dapat mengembangkan kemampuan kreatif melalui content creation dan copywriting.
Konten digital dapat digunakan untuk membangun brand dan berkomunikasi dengan konsumen. Mahasiswa dapat belajar membuat artikel, video, materi media sosial, atau pesan pemasaran. Program Studi Bisnis Digital untuk membangun generasi pengusaha digital
Minat Lebih Penting daripada Label IPA atau IPS
Pembagian IPA dan IPS di sekolah memang dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda. Namun, ketika masuk perguruan tinggi, mahasiswa akan menghadapi materi baru yang perlu dipelajari dari dasar.
Karena itu, calon mahasiswa sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan apakah dirinya berasal dari IPA atau IPS. Ketertarikan terhadap bisnis, teknologi, pemasaran, data, dan perkembangan dunia digital juga perlu dipertimbangkan. Kemauan untuk belajar menjadi faktor yang tidak kalah penting.
Cocok untuk yang Suka Bisnis dan Teknologi
Bisnis Digital dapat menjadi pilihan bagi siswa yang merasa tertarik dengan dunia usaha tetapi juga ingin memahami perkembangan teknologi. Bidang ini memberikan ruang untuk mempelajari keduanya secara bersamaan.
Siswa IPS dapat memanfaatkan ketertarikan pada ekonomi dan bisnis, kemudian menambah kemampuan teknologi. Sementara siswa IPA dapat memanfaatkan kemampuan analitis dan logis, kemudian memperkuat pemahaman bisnis dan pemasaran.
Pilihan Karier Tidak Bergantung pada Jurusan SMA
Setelah lulus, arah karier tidak ditentukan hanya berdasarkan apakah mahasiswa sebelumnya berasal dari IPA atau IPS. Kompetensi yang dimiliki selama kuliah justru menjadi bagian penting dalam menentukan bidang pekerjaan.
Bisnis Digital kerja apa dan pilihan karier setelah lulus Lulusan dapat mengembangkan karier sebagai digital marketing specialist, SEO specialist, social media specialist, e-commerce specialist, content creator, copywriter, business development, business analyst, data analyst, hingga entrepreneur. Bidang yang dipilih dapat disesuaikan dengan minat dan kompetensi yang dikembangkan selama kuliah.
Jadi, Jurusan Bisnis Digital tidak secara sederhana dapat disebut sebagai jurusan khusus anak IPA atau khusus anak IPS. Siswa dari kedua latar belakang tersebut dapat mempelajari Bisnis Digital selama memenuhi persyaratan penerimaan dan memiliki minat terhadap bidangnya. Perkuliahan menggabungkan bisnis, marketing, e-commerce, data, kreativitas, serta teknologi sehingga yang paling penting bukan label IPA atau IPS, melainkan kesiapan untuk belajar dan beradaptasi dengan dunia bisnis digital.




