Lulusan Sistem Informasi bisa menjadi Data Analyst, terutama jika selama kuliah dan setelah lulus memperkuat kemampuan pengolahan, analisis, dan visualisasi data. Sistem Informasi memberikan dasar yang cukup relevan karena mahasiswa tidak hanya belajar teknologi, tetapi juga database, analisis sistem, logika, dan bagaimana informasi digunakan untuk membantu pengambilan keputusan.
Bagi calon mahasiswa yang ingin mengetahui gambaran pembelajarannya, apa yang dipelajari di Jurusan Sistem Informasi dapat menjadi referensi awal. Informasi mengenai Jurusan Sistem Informasi juga dapat membantu melihat hubungan antara teknologi, data, dan kebutuhan organisasi.
Apa Hubungan Sistem Informasi dengan Data Analyst?
Data Analyst bertugas mengolah data menjadi informasi yang dapat membantu perusahaan atau organisasi memahami kondisi tertentu dan mengambil keputusan. Pekerjaannya tidak hanya memasukkan data, tetapi juga membersihkan, mengolah, menganalisis, dan menyajikan data.
Sistem Informasi memiliki hubungan yang cukup dekat dengan pekerjaan tersebut. Mahasiswa mempelajari bagaimana data dikumpulkan, disimpan dalam sistem, dikelola menggunakan database, kemudian digunakan untuk mendukung kebutuhan organisasi.
Apakah Kuliah Sistem Informasi Belajar Data?
Ya, mahasiswa Sistem Informasi akan bersentuhan dengan data dalam beberapa materi. Salah satunya adalah Basis Data yang membahas bagaimana data disusun, disimpan, dihubungkan, dan dikelola.
Mahasiswa juga belajar Analisis Sistem yang mengharuskan mereka memahami kebutuhan informasi dalam suatu organisasi. Bekal tersebut dapat menjadi dasar sebelum memperdalam analisis data secara lebih spesifik.
Database Menjadi Bekal Penting
Kemampuan database sangat berguna bagi seorang Data Analyst. Sebelum melakukan analisis, seorang analis perlu mengetahui dari mana data berasal dan bagaimana data tersebut tersimpan.
Mahasiswa Sistem Informasi dapat memperkuat kemampuan SQL untuk mengambil dan mengolah data dari database. Semakin terbiasa menggunakan database, semakin mudah memahami struktur data yang akan dianalisis.
Perlu Belajar Statistik
Jika ingin serius menjadi Data Analyst, mahasiswa sebaiknya tidak hanya mengandalkan materi Sistem Informasi. Dasar statistik juga perlu dipelajari karena analisis data sering membutuhkan pemahaman mengenai angka dan pola.
Statistik membantu memahami rata-rata, distribusi, hubungan antarvariabel, hingga interpretasi hasil analisis. Tidak harus langsung mempelajari statistik tingkat lanjut, tetapi konsep dasarnya perlu dikuasai secara bertahap.
Perlu Menguasai Excel
Microsoft Excel masih menjadi salah satu tools yang berguna dalam pekerjaan pengolahan data. Mahasiswa dapat mulai mempelajari fungsi dasar hingga fitur yang lebih mendalam seperti PivotTable, lookup, filtering, dan pengolahan data.
Kemampuan Excel dapat menjadi langkah awal sebelum mempelajari tools analisis yang lebih kompleks. Yang terpenting bukan sekadar menghafal fungsi, tetapi memahami kapan dan mengapa fungsi tersebut digunakan.
Bisa Belajar SQL
SQL menjadi salah satu kemampuan teknis yang sangat relevan untuk Data Analyst. Bahasa ini digunakan untuk mengambil dan mengolah data yang tersimpan dalam database relasional.
Mahasiswa Sistem Informasi sudah memiliki keuntungan karena database merupakan bagian dari pembelajaran. Namun, jika ingin mengejar karier Data Analyst, kemampuan SQL sebaiknya dilatih lebih mendalam melalui berbagai studi kasus dan proyek.
Perlu Belajar Visualisasi Data
Hasil analisis tidak selalu disampaikan dalam bentuk tabel. Data Analyst juga perlu menyajikan informasi agar mudah dipahami oleh pihak yang membutuhkan.
Karena itu, kemampuan visualisasi data dapat menjadi nilai tambah. Mahasiswa dapat mempelajari cara membuat grafik, dashboard, dan tampilan data menggunakan tools yang relevan dengan kebutuhan pekerjaan.
Bisa Mempelajari Python
Python juga dapat dipelajari jika ingin memperluas kemampuan analisis data. Bahasa ini banyak digunakan untuk pengolahan data dan otomatisasi berbagai pekerjaan.
Namun, calon Data Analyst tidak harus langsung menguasai Python sebelum memahami dasar-dasar data. SQL, spreadsheet, statistik, dan visualisasi juga merupakan kemampuan yang penting untuk dibangun secara bertahap.
Tidak Harus Menjadi Programmer
Menjadi Data Analyst berbeda dengan menjadi Software Developer. Data Analyst memang membutuhkan kemampuan teknis, tetapi fokus utamanya adalah menggunakan data untuk menemukan informasi dan menjawab pertanyaan bisnis.
Karena itu, mahasiswa yang tidak ingin berkarier sebagai programmer tetap dapat mempertimbangkan bidang ini. Kemampuan analisis, ketelitian, rasa ingin tahu, dan pemahaman bisnis justru menjadi bagian penting dari pekerjaan Data Analyst.
Kemampuan Bisnis Juga Dibutuhkan
Data tidak akan banyak berguna jika analis tidak memahami masalah yang sedang dihadapi perusahaan. Seorang Data Analyst perlu mengetahui pertanyaan apa yang ingin dijawab melalui data.
Di sinilah latar belakang Sistem Informasi dapat menjadi nilai tambah. Mahasiswa terbiasa mempelajari hubungan antara teknologi dan kebutuhan organisasi sehingga dapat mengembangkan kemampuan analisis data yang tidak hanya berfokus pada angka.
Portofolio Dapat Membantu
Jika ingin melamar pekerjaan sebagai Data Analyst, mahasiswa sebaiknya memiliki proyek yang menunjukkan kemampuan analisis. Proyek tersebut tidak harus menggunakan data perusahaan sungguhan.
Misalnya, mahasiswa dapat menganalisis data penjualan, data pelanggan, data transaksi, atau data survei. Hasilnya dapat disajikan dalam bentuk laporan, visualisasi, dashboard, atau insight yang menjelaskan temuan dari data tersebut.
Magang Bisa Menjadi Pengalaman
Magang di bidang data dapat memberikan pengalaman yang berbeda dari tugas kuliah. Mahasiswa dapat belajar bagaimana data digunakan dalam proses bisnis dan bagaimana hasil analisis disampaikan kepada pihak lain.
Jika belum mendapatkan kesempatan magang sebagai Data Analyst, pengalaman di bidang database atau sistem juga tetap dapat membantu. Yang penting, mahasiswa terus membangun kemampuan yang berkaitan dengan data.
Bagaimana dengan Lulusan Sistem Informasi?
Lulusan Sistem Informasi tidak otomatis menjadi Data Analyst hanya karena memiliki gelar tersebut. Perusahaan biasanya tetap melihat kemampuan dan pengalaman yang dimiliki kandidat.
Karena itu, mahasiswa yang memiliki target menjadi Data Analyst sebaiknya mulai menentukan arah pengembangan kompetensi sejak kuliah. Kombinasi SQL, Excel, statistik, visualisasi data, kemampuan analisis, dan pemahaman bisnis dapat menjadi bekal yang kuat.
Bekal dari Sistem Informasi di Ma’soem University
Di Ma’soem University, mahasiswa Sistem Informasi mempelajari Pengantar Sistem Informasi, Algoritma dan Pemrograman, Matematika Diskrit, Basis Data, Analisis Sistem, Analisis dan Perancangan Sistem Informasi, Manajemen Proyek IT, E-Business, Keamanan Informasi, dan Enterprise Architecture. Dasar tersebut dapat menjadi pijakan untuk mengembangkan kemampuan pengolahan dan analisis data secara lebih spesifik melalui pembelajaran tambahan dan proyek.
Jadi, lulusan Sistem Informasi bisa menjadi Data Analyst. Jurusan ini memberikan dasar yang relevan, terutama melalui pembelajaran database, analisis sistem, teknologi, dan pemahaman kebutuhan organisasi. Agar lebih siap masuk bidang data, mahasiswa sebaiknya menambah kemampuan SQL, Excel, statistik, visualisasi data, dan jika diperlukan Python, kemudian membuktikannya melalui proyek atau portofolio.




