Setiap peserta didik memiliki cara belajar, tingkat pemahaman, minat, dan kebutuhan yang berbeda. Ada yang lebih mudah memahami materi melalui visual, sementara yang lain membutuhkan latihan berulang, contoh konkret, atau penjelasan yang lebih sederhana. Perbedaan tersebut membuat pendekatan pembelajaran yang seragam tidak selalu memberikan hasil yang optimal.
Kehadiran artificial intelligence (AI) membuka peluang untuk membuat materi belajar yang lebih personal. Teknologi ini dapat membantu pendidik menyesuaikan tingkat kesulitan, format materi, contoh soal, hingga aktivitas belajar berdasarkan kebutuhan peserta didik. Namun, AI bukan pengganti guru. Perannya lebih tepat sebagai alat bantu yang mempercepat proses penyusunan dan penyesuaian materi pembelajaran.
Apa yang Dimaksud dengan Materi Belajar yang Personal?
Materi belajar personal adalah bahan pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik. Penyesuaian dapat dilakukan berdasarkan kemampuan awal, tujuan belajar, gaya belajar, minat, maupun perkembangan pemahaman seseorang.
Sebagai contoh, seorang siswa yang masih kesulitan memahami konsep pecahan tidak harus langsung diberikan soal yang kompleks. AI dapat membantu guru menyusun penjelasan dari konsep dasar, memberikan ilustrasi sederhana, lalu membuat latihan bertahap.
Sebaliknya, siswa yang sudah menguasai materi dapat memperoleh soal dengan tingkat kesulitan lebih tinggi. Pola seperti ini membantu pembelajaran menjadi lebih relevan karena peserta didik tidak terus-menerus menerima materi yang terlalu mudah atau terlalu sulit.
Bagaimana AI Membuat Materi Belajar Lebih Personal?
Ada beberapa cara yang dapat diterapkan pendidik untuk memanfaatkan AI dalam proses pembelajaran.
1. Menyesuaikan Tingkat Kesulitan Materi
AI dapat digunakan untuk membuat beberapa versi materi berdasarkan kemampuan peserta didik. Satu topik dapat disajikan dalam bentuk penjelasan dasar, menengah, hingga lanjutan.
Guru dapat memberikan instruksi yang jelas, misalnya meminta AI membuat materi tentang grammar untuk pemula menggunakan contoh sehari-hari. Setelah siswa menguasai materi tersebut, guru dapat meminta dibuatkan latihan yang lebih kompleks.
Pendekatan ini memungkinkan satu topik memiliki jalur belajar yang berbeda tanpa mengharuskan guru membuat seluruh materi dari awal secara manual.
2. Membuat Latihan Berdasarkan Kesalahan Siswa
Hasil latihan dapat menjadi sumber informasi penting untuk menentukan materi berikutnya. Jika banyak siswa melakukan kesalahan pada konsep tertentu, AI dapat membantu membuat latihan tambahan yang berfokus pada bagian tersebut.
Misalnya, siswa sering keliru membedakan penggunaan simple past tense dan present perfect. Guru dapat meminta AI membuat soal khusus yang membandingkan kedua bentuk tersebut, lengkap dengan konteks dan penjelasan jawabannya.
Guru tetap perlu memeriksa hasil yang dibuat AI agar soal, jawaban, dan penjelasannya sesuai dengan tujuan pembelajaran.
3. Mengubah Satu Materi ke Berbagai Format
Tidak semua siswa merespons format pembelajaran yang sama. AI dapat membantu mengubah materi menjadi beberapa bentuk, seperti:
- Ringkasan poin-poin untuk membantu siswa memahami gagasan utama.
- Pertanyaan dan jawaban untuk kegiatan latihan mandiri.
- Studi kasus untuk pembelajaran berbasis masalah.
- Kartu belajar (flashcard) untuk mengingat istilah atau konsep.
- Dialog atau skenario untuk latihan komunikasi.
- Soal pilihan ganda dan soal uraian untuk evaluasi.
Variasi tersebut memberi guru lebih banyak pilihan dalam menyesuaikan pembelajaran tanpa harus memulai dari halaman kosong.
AI Membantu Guru, Bukan Menggantikan Peran Guru
Pemanfaatan AI dalam pendidikan tetap membutuhkan keterlibatan manusia. AI dapat menghasilkan materi dalam waktu singkat, tetapi belum tentu memahami kondisi kelas secara menyeluruh.
Guru mengetahui karakter peserta didik, konteks sosial di lingkungan belajar, capaian pembelajaran, serta kesulitan yang muncul selama proses pembelajaran. Karena itu, materi yang dihasilkan AI sebaiknya melalui proses pemeriksaan dan penyuntingan sebelum digunakan.
Ada beberapa hal yang penting diperhatikan guru:
- Verifikasi informasi, terutama fakta, definisi, rumus, dan referensi.
- Sesuaikan bahasa dengan usia dan tingkat kemampuan peserta didik.
- Periksa tingkat kesulitan agar soal tidak terlalu mudah atau terlalu sulit.
- Jaga privasi data siswa dan hindari memasukkan informasi pribadi yang tidak diperlukan.
- Gunakan AI secara etis, terutama dalam tugas yang bertujuan mengukur kemampuan asli peserta didik.
Dengan pendekatan tersebut, AI berfungsi sebagai pendamping kerja guru, bukan sebagai sumber keputusan pendidikan yang berdiri sendiri.
Personalisasi Belajar Juga Relevan untuk Pendidikan Bahasa
Pendidikan bahasa menjadi salah satu bidang yang dapat memanfaatkan personalisasi berbasis AI. Dalam pembelajaran Bahasa Inggris, misalnya, AI dapat membantu membuat latihan speaking, writing, reading, atau grammar sesuai tingkat kemampuan peserta didik.
Seorang siswa yang lebih percaya diri dalam membaca tetapi masih kesulitan berbicara dapat memperoleh lebih banyak latihan dialog. Siswa lain yang membutuhkan peningkatan kemampuan menulis dapat berlatih menyusun paragraf berdasarkan topik tertentu.
Pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan pendidikan yang semakin memanfaatkan teknologi digital. Di Ma’soem University, Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris berada di bawah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Program tersebut berfokus pada penguasaan bahasa sekaligus kemampuan mengajarkannya secara efektif.
Peran BK dalam Pembelajaran yang Lebih Personal
Personalisasi pendidikan tidak hanya berkaitan dengan materi akademik. Faktor seperti motivasi, perkembangan diri, persoalan sosial, dan perencanaan masa depan juga dapat memengaruhi proses belajar.
Di sinilah bidang Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki keterkaitan. Data mengenai perkembangan belajar dapat menjadi salah satu bahan bagi pendidik dan konselor untuk memahami kebutuhan peserta didik, selama penggunaannya tetap memperhatikan etika dan privasi.
Ma’soem University memiliki Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling di bawah FKIP. Program tersebut mengembangkan kemampuan konseling serta pemahaman psikologis dan pedagogis untuk mendukung layanan pendidikan.
FKIP Ma’soem University sendiri memiliki dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Keduanya tercantum sebagai program studi S1 pada laman resmi universitas.
Tantangan Menggunakan AI untuk Materi Pembelajaran
Personalized learning berbasis AI tetap memiliki sejumlah tantangan. Hasil AI bisa mengandung kesalahan, bias, atau informasi yang tidak sesuai konteks. Jika digunakan tanpa pemeriksaan, materi yang seharusnya membantu justru dapat membuat siswa memperoleh pemahaman yang keliru.
Tantangan lain adalah ketergantungan pada teknologi. Peserta didik tetap perlu membangun kemampuan berpikir kritis, berdiskusi, memecahkan masalah, dan menghasilkan karya secara mandiri. AI sebaiknya digunakan untuk memperkaya pengalaman belajar, bukan mengambil alih seluruh proses berpikir.
Karena itu, penerapan AI yang efektif membutuhkan keseimbangan antara teknologi, kompetensi pendidik, kebutuhan peserta didik, serta tujuan pembelajaran. Guru dapat menggunakan AI untuk mempercepat pekerjaan yang bersifat teknis, lalu memanfaatkan waktu yang tersedia untuk memberikan pendampingan, umpan balik, dan interaksi yang lebih bermakna.
AI dan Masa Depan Pembelajaran Personal
Perkembangan AI membuat personalisasi materi belajar semakin mudah diterapkan. Guru dapat menyusun beberapa variasi materi, membuat latihan berdasarkan kebutuhan, serta memberikan alternatif format pembelajaran secara lebih cepat.
Bagi calon pendidik, kemampuan memahami teknologi tersebut juga menjadi bagian dari kompetensi yang semakin relevan. Penguasaan AI tidak cukup hanya pada kemampuan membuat perintah atau prompt, tetapi juga mencakup kemampuan menilai kualitas informasi, memahami kebutuhan peserta didik, menjaga etika, dan menentukan kapan teknologi perlu digunakan.
Pendidikan yang personal pada akhirnya bukan sekadar memberikan materi berbeda kepada setiap siswa. Yang lebih penting adalah memastikan setiap peserta didik memperoleh dukungan belajar yang sesuai, sementara guru tetap memegang peran utama dalam menentukan arah dan kualitas pembelajaran.
Informasi Ma’soem University
- No. WhatsApp: 085185634253
- Instagram: @masoem_university
- Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




