AI Mengubah Dunia Kerja, Jurusan Kuliah Apa yang Perlu Beradaptasi?

Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin memengaruhi cara perusahaan bekerja, mengambil keputusan, melayani pelanggan, hingga mengembangkan produk. Teknologi seperti generative AI, machine learning, dan otomatisasi tidak hanya digunakan oleh perusahaan teknologi. Perbankan, pendidikan, kesehatan, pemasaran, manufaktur, hingga sektor kreatif mulai memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas.

Perubahan tersebut ikut memengaruhi dunia pendidikan tinggi. Jurusan kuliah yang sebelumnya berfokus pada keterampilan teknis tertentu perlu ikut menyesuaikan pembelajaran agar lulusan memiliki kemampuan yang tetap relevan ketika sebagian pekerjaan rutin mulai dapat dilakukan oleh AI.

Namun, adaptasi bukan berarti semua mahasiswa harus mengambil jurusan teknologi. Justru, kebutuhan dunia kerja ke depan semakin membutuhkan kombinasi antara kemampuan digital, pemahaman bidang tertentu, kreativitas, komunikasi, dan kemampuan berpikir kritis.

Mengapa AI Mengubah Kebutuhan Dunia Kerja?

AI dapat membantu mengerjakan berbagai tugas yang bersifat berulang, mulai dari mengolah data, membuat rangkuman, menyusun laporan, menghasilkan materi pemasaran, sampai membantu proses pemrograman. Kondisi ini membuat perusahaan tidak hanya mencari tenaga kerja yang mampu menyelesaikan tugas, tetapi juga individu yang dapat menggunakan teknologi untuk menghasilkan solusi.

Perubahan tersebut membuat keterampilan manusia yang sulit digantikan teknologi menjadi semakin penting. Kemampuan memahami konteks, mengambil keputusan, berkomunikasi, berkolaborasi, memecahkan masalah kompleks, dan mempertimbangkan aspek etika tetap dibutuhkan.

Karena itu, pemilihan jurusan kuliah sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan pekerjaan yang populer saat ini. Calon mahasiswa juga perlu melihat apakah bidang tersebut memberi ruang untuk mengembangkan kemampuan yang dapat berjalan berdampingan dengan AI.

Jurusan Teknologi Informasi Semakin Perlu Beradaptasi

Jurusan seperti Informatika, Ilmu Komputer, dan Sistem Informasi termasuk bidang yang berada paling dekat dengan perkembangan AI. Mahasiswa tidak cukup hanya mempelajari pemrograman dasar karena kemampuan AI dalam membantu menghasilkan kode terus berkembang.

Pembelajaran dapat diarahkan pada kemampuan yang lebih luas, seperti:

  • analisis kebutuhan teknologi;
  • pengembangan dan pengelolaan sistem;
  • pengolahan serta analisis data;
  • keamanan informasi;
  • pemahaman AI dan machine learning;
  • integrasi teknologi ke dalam proses bisnis;
  • kemampuan mengevaluasi hasil yang dihasilkan AI.

Sistem Informasi menjadi salah satu contoh bidang yang relevan karena memadukan teknologi dan kebutuhan organisasi. Di Ma’soem University, Program Studi Sistem Informasi S1 menggabungkan ilmu komputer dengan manajemen bisnis, termasuk pembelajaran terkait pemrograman, analisis sistem, database, dan strategi bisnis digital.

Pendekatan seperti ini penting karena perusahaan membutuhkan tenaga profesional yang bukan hanya memahami teknologi, tetapi juga mengetahui bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan bisnis.

Bisnis dan Manajemen Juga Tidak Lepas dari Pengaruh AI

AI semakin banyak digunakan untuk analisis pasar, prediksi tren, layanan pelanggan, pemasaran digital, hingga pengambilan keputusan berbasis data. Karena itu, mahasiswa jurusan Manajemen, Bisnis, dan Bisnis Digital perlu memahami cara memanfaatkan data serta teknologi untuk mendukung strategi perusahaan.

Kompetensi yang semakin bernilai antara lain:

  1. analisis data untuk pengambilan keputusan;
  2. digital marketing;
  3. pengembangan strategi bisnis berbasis teknologi;
  4. pemahaman perilaku konsumen;
  5. pengelolaan bisnis berbasis platform digital;
  6. kemampuan menggunakan AI secara etis dan efektif.

Program Studi Bisnis Digital S1 di Ma’soem University, misalnya, memadukan manajemen bisnis dan teknologi informasi, termasuk basic coding, pengembangan website, e-commerce, serta digital marketing.

Artinya, mahasiswa bidang bisnis tidak harus berubah menjadi programmer. Mereka justru perlu memahami teknologi sebagai alat untuk menciptakan, mengembangkan, dan mengelola bisnis.

Jurusan Akuntansi Perlu Menguatkan Kemampuan Analitis

Akuntansi juga menghadapi perubahan karena sejumlah pekerjaan administratif dan pengolahan data dapat semakin terotomatisasi. Pembuatan laporan, pengelompokan transaksi, rekonsiliasi, dan pemeriksaan data tertentu dapat dibantu perangkat lunak berbasis AI.

Meski begitu, kebutuhan terhadap tenaga profesional akuntansi tidak otomatis hilang. Peran manusia tetap penting dalam interpretasi laporan, audit, pengendalian internal, kepatuhan, pengambilan keputusan, serta penilaian terhadap risiko.

Mahasiswa akuntansi dapat memperkuat kemampuan di bidang analisis data, teknologi informasi, audit berbasis teknologi, dan pemahaman sistem keuangan digital. Penguasaan teknologi akan menjadi nilai tambah ketika kemampuan akuntansi bertemu kebutuhan transformasi digital.

Ma’soem University juga memiliki Program Studi Komputerisasi Akuntansi (D3) yang menggabungkan kompetensi akuntansi dan teknologi, sehingga menjadi salah satu pilihan bagi calon mahasiswa yang tertarik pada persinggungan antara keuangan dan sistem digital.

Pendidikan dan Keguruan Juga Perlu Berubah

AI dapat membantu guru membuat bahan ajar, menyusun ide aktivitas pembelajaran, memberikan variasi soal, hingga membantu pekerjaan administratif. Namun, teknologi tidak menggantikan seluruh peran pendidik.

Guru tetap membutuhkan kemampuan memahami karakter peserta didik, membangun hubungan interpersonal, memberikan pendampingan, mengelola kelas, serta mengambil keputusan berdasarkan kondisi nyata di lingkungan pendidikan.

Karena itu, mahasiswa jurusan kependidikan perlu memiliki literasi digital dan kemampuan menggunakan AI sebagai alat bantu pembelajaran. Pemahaman tentang etika penggunaan AI juga penting agar teknologi tidak mendorong plagiarisme atau mengurangi proses belajar peserta didik.

Bagi calon mahasiswa yang tertarik pada bidang pendidikan, FKIP Ma’soem University saat ini memiliki dua program studi, yaitu Pendidikan Bahasa Inggris serta Bimbingan dan Konseling (BK).

Pendidikan Bahasa Inggris dapat beradaptasi melalui pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran bahasa, sementara Bimbingan dan Konseling tetap membutuhkan kemampuan interpersonal, empati, komunikasi, dan pemahaman terhadap kebutuhan individu yang tidak dapat diserahkan begitu saja kepada AI.

Jurusan Bahasa dan Komunikasi Perlu Menggabungkan Kreativitas dengan Teknologi

Kemampuan AI dalam menghasilkan teks, gambar, audio, dan video membuat bidang komunikasi dan bahasa ikut mengalami perubahan. Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai kemampuan menulis atau berbicara, tetapi perlu memahami bagaimana konten dibuat, diverifikasi, disunting, dan disampaikan kepada audiens.

Keterampilan seperti storytelling, public speaking, editing, riset, literasi media, dan pemahaman budaya tetap memiliki nilai tinggi. AI dapat menjadi alat bantu, sedangkan manusia tetap menentukan pesan, konteks, sudut pandang, serta kualitas akhir sebuah karya.

Bukan Jurusannya yang Harus Takut terhadap AI

Perubahan akibat AI sebaiknya tidak dipahami sebagai alasan untuk menghindari jurusan tertentu. Hampir semua bidang akan bersentuhan dengan teknologi dalam tingkat yang berbeda.

Calon mahasiswa dapat mempertimbangkan beberapa pertanyaan sebelum memilih jurusan:

  • Apakah jurusan tersebut memberi kesempatan mempelajari teknologi yang relevan?
  • Apakah keterampilannya dapat digunakan untuk memecahkan masalah nyata?
  • Apakah bidang tersebut membutuhkan kemampuan komunikasi dan berpikir kritis?
  • Apakah lulusan memiliki peluang menggabungkan keahlian utama dengan literasi digital?
  • Apakah kampus menyediakan pembelajaran yang cukup aplikatif dan relevan terhadap perubahan industri?

Pilihan jurusan yang kuat pada era AI bukan hanya yang memiliki mata kuliah teknologi paling banyak. Yang lebih penting adalah kemampuan yang dibangun selama kuliah dapat terus berkembang ketika teknologi berubah.

Bagi calon mahasiswa yang ingin mencari pilihan kampus swasta yang memiliki program studi terkait teknologi, bisnis, akuntansi, maupun pendidikan, Ma’soem University dapat menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan. Fakultas Komputernya mencakup Sistem Informasi, Bisnis Digital, dan Komputerisasi Akuntansi, sedangkan FKIP memiliki Pendidikan Bahasa Inggris dan Bimbingan dan Konseling.

Informasi pendaftaran Ma’soem University dapat diperoleh melalui:

No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com