Manajemen Bisnis Syariah Harus Jago Menghitung?

Manajemen Bisnis Syariah harus jago menghitung? Pertanyaan ini sering muncul karena calon mahasiswa mengira jurusan yang berkaitan dengan bisnis pasti dipenuhi matematika dan berbagai rumus. Padahal, Manajemen Bisnis Syariah harus jago menghitung bukan berarti calon mahasiswa harus sudah mahir matematika sejak SMA.

Perkuliahannya memang dapat bersinggungan dengan angka, terutama ketika mempelajari akuntansi, statistik, ekonomi, dan keuangan. Namun, kemampuan yang dibutuhkan tidak hanya menghitung karena mahasiswa juga akan mempelajari manajemen, pemasaran, kewirausahaan, komunikasi, serta prinsip syariah.

Tidak Harus Jago Matematika

Calon mahasiswa tidak perlu menguasai matematika tingkat tinggi untuk memilih Manajemen Bisnis Syariah. Kemampuan dasar seperti operasi hitung, memahami persentase, membaca tabel, dan mengolah angka sederhana akan cukup membantu untuk memulai.

Jika ada materi yang terasa sulit, kemampuan tersebut masih dapat dilatih selama kuliah. Jadi, kemampuan matematika yang belum terlalu kuat bukan berarti otomatis tidak cocok dengan jurusan ini.

Tetap Ada Mata Kuliah yang Menggunakan Hitungan

Meski tidak seluruh perkuliahan berisi angka, mahasiswa tetap akan menemukan materi yang membutuhkan kemampuan numerik. Akuntansi, statistik, ekonomi, dan keuangan merupakan contoh bidang yang dapat melibatkan perhitungan.

Pada materi tersebut, mahasiswa perlu memahami cara menggunakan rumus sekaligus mengetahui arti dari hasil perhitungannya. Jadi, bukan sekadar mendapatkan angka akhir, tetapi memahami apa makna angka tersebut dalam konteks bisnis.

Hitung-hitungan Tidak Menjadi Satu-satunya Fokus

Manajemen Bisnis Syariah memiliki cakupan pembelajaran yang cukup luas. Mahasiswa juga mempelajari bagaimana organisasi dikelola, bagaimana strategi pemasaran dibuat, bagaimana konsumen dipahami, dan bagaimana sebuah bisnis dikembangkan.

Artinya, kemampuan komunikasi, analisis, presentasi, dan pemecahan masalah juga penting. Mahasiswa yang tidak terlalu menyukai hitungan masih memiliki banyak bidang lain yang dapat dikembangkan.

Mengapa Ada Materi Hitung-hitungan?

Kemampuan mengolah angka dibutuhkan karena keputusan bisnis sering kali berkaitan dengan data. Misalnya, perusahaan perlu mengetahui biaya, pendapatan, keuntungan, pertumbuhan penjualan, atau kondisi keuangan sebelum mengambil keputusan.

Dengan mempelajari dasar perhitungan bisnis, mahasiswa dapat lebih mudah memahami kondisi suatu usaha. Kemampuan tersebut juga berguna ketika nantinya bekerja maupun mengembangkan bisnis sendiri.

Akuntansi Bisa Menjadi Tantangan

Bagi mahasiswa yang tidak terbiasa dengan angka, akuntansi mungkin menjadi salah satu materi yang membutuhkan penyesuaian. Ada konsep dan prosedur tertentu yang harus dipahami secara bertahap.

Namun, akuntansi bukan hanya soal menghitung. Mahasiswa juga perlu memahami bagaimana transaksi dicatat dan bagaimana informasi keuangan digunakan untuk melihat kondisi bisnis.

Statistik Juga Perlu Dipelajari

Statistik dapat digunakan untuk memahami data dan membantu mengambil keputusan. Mahasiswa mungkin akan berhadapan dengan tabel, angka, persentase, rata-rata, atau metode analisis tertentu.

Materi tersebut memang membutuhkan ketelitian. Namun, dengan latihan yang rutin, mahasiswa dapat memahami pola perhitungannya secara bertahap tanpa harus menjadi ahli matematika.

Tidak Semua Materi Berhubungan dengan Angka

Ada banyak pembelajaran yang lebih menekankan kemampuan memahami konsep dan melakukan analisis. Pemasaran, sumber daya manusia, kewirausahaan, komunikasi bisnis, dan strategi bisnis misalnya, tidak hanya bergantung pada kemampuan berhitung.

Mahasiswa juga perlu mampu menyampaikan ide dan bekerja bersama orang lain. Karena itu, kemampuan nonnumerik tetap memiliki peran penting dalam perkuliahan.

Kemampuan Analisis Lebih Penting daripada Sekadar Menghitung

Dalam dunia bisnis, mendapatkan hasil perhitungan saja belum cukup. Mahasiswa juga harus mampu memahami apa yang ditunjukkan oleh angka tersebut.

Misalnya, ketika mengetahui penjualan suatu produk turun, pertanyaannya bukan hanya berapa besar penurunannya. Mahasiswa juga perlu menganalisis kemungkinan penyebabnya dan mempertimbangkan strategi yang dapat dilakukan.

Anak IPA dan IPS Sama-sama Bisa

Latar belakang SMA tidak menentukan seseorang pasti bisa atau tidak bisa mengikuti materi hitungan. Anak IPA mungkin terbiasa dengan angka dan logika, sementara anak IPS biasanya sudah memiliki pengantar ekonomi dan bisnis.

Keduanya tetap memiliki kesempatan untuk berkembang. Yang paling penting adalah kemauan belajar dan tidak mudah menyerah ketika menemukan materi yang belum dikuasai.

Kalau Tidak Suka Matematika, Apakah Tetap Bisa?

Tetap bisa, selama ketidaksukaan tersebut tidak membuat kamu menolak belajar materi yang memang diperlukan. Kamu tidak harus menyukai semua mata kuliah, tetapi tetap perlu menyelesaikannya dengan baik.

Jika merasa kurang kuat dalam hitungan, kamu bisa mulai berlatih dari materi dasar. Belajar sedikit demi sedikit biasanya lebih efektif daripada menunggu sampai menghadapi ujian.

Prinsip Syariah Juga Menjadi Bagian Penting

Selain manajemen dan angka, mahasiswa akan mempelajari perspektif syariah dalam aktivitas bisnis. Belajar Manajemen Bisnis Syariah berarti memahami bagaimana pengelolaan bisnis dapat dikaitkan dengan prinsip ekonomi Islam.

Materi tersebut memberikan sudut pandang yang berbeda dari sekadar menghitung keuntungan. Ada pula pembahasan mengenai etika, akad, muamalah, dan prinsip transaksi yang perlu dipahami.

Jadi, Manajemen Bisnis Syariah Harus Jago Menghitung?

Tidak harus jago menghitung sejak awal. Manajemen Bisnis Syariah memang memiliki beberapa materi yang berkaitan dengan angka, tetapi kemampuan tersebut hanya merupakan salah satu bagian dari kompetensi yang dipelajari.

Jika kamu tidak terlalu kuat dalam matematika tetapi tertarik dengan bisnis, manajemen, kewirausahaan, dan prinsip syariah, jurusan ini tetap bisa dipertimbangkan. Selama mau berlatih dan memahami konsepnya, kemampuan menghitung dapat berkembang seiring proses kuliah.