Memasuki tahun ajaran baru, mahasiswa biasanya mulai disibukkan dengan berbagai pilihan kegiatan di luar perkuliahan. Salah satu yang banyak menarik perhatian adalah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Saat pendaftaran UKM kampus mulai dibuka, mahasiswa dapat memilih organisasi atau kegiatan yang sesuai dengan minat, kemampuan, sekaligus tujuan yang ingin dicapai selama menjalani masa kuliah.
UKM bukan hanya tempat untuk mengisi waktu luang. Kegiatan di dalamnya dapat menjadi ruang untuk mengembangkan keterampilan, memperluas pertemanan, melatih tanggung jawab, hingga mendapatkan pengalaman bekerja dalam tim. Namun, banyaknya pilihan UKM terkadang membuat mahasiswa bingung menentukan pilihan.
Agar tidak sekadar ikut-ikutan teman, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum memilih UKM kampus.
Kenali Minat dan Hal yang Ingin Dikembangkan
Langkah pertama adalah mengenali minat pribadi. Coba pikirkan kegiatan apa yang membuat Anda merasa tertarik dan ingin mempelajarinya lebih jauh.
Mahasiswa yang senang berbicara di depan banyak orang, misalnya, dapat mempertimbangkan UKM yang berkaitan dengan public speaking, debat, teater, atau kegiatan kepemimpinan. Sementara itu, mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada olahraga dapat memilih UKM sesuai cabang olahraga yang diminati.
Minat juga tidak harus selalu berkaitan langsung dengan program studi. Justru, UKM dapat menjadi kesempatan untuk mencoba bidang baru yang belum pernah dipelajari secara serius.
Selain minat, pertimbangkan keterampilan yang ingin dikembangkan. Beberapa kemampuan yang dapat diperoleh melalui kegiatan organisasi antara lain:
- Komunikasi dan public speaking.
- Kerja sama dalam tim.
- Kepemimpinan dan pengambilan keputusan.
- Manajemen waktu.
- Kreativitas dan pemecahan masalah.
- Kemampuan menyusun dan menjalankan sebuah kegiatan.
Sesuaikan dengan Jadwal Perkuliahan
Antusiasme mengikuti UKM memang penting, tetapi mahasiswa tetap perlu memperhatikan jadwal kuliah dan kewajiban akademik. Jangan sampai terlalu banyak kegiatan justru membuat tugas kuliah terbengkalai.
Sebelum mendaftar, cari tahu jadwal latihan, rapat, kegiatan rutin, hingga agenda besar UKM tersebut. Informasi ini biasanya dapat ditanyakan kepada pengurus atau diperoleh ketika kegiatan open recruitment berlangsung.
Mahasiswa baru juga sebaiknya tidak terburu-buru mengambil terlalu banyak UKM sekaligus. Memilih satu atau dua kegiatan yang benar-benar sesuai biasanya lebih efektif daripada bergabung dalam banyak organisasi tetapi kesulitan menjalankan tanggung jawab di semuanya.
Kemampuan mengatur prioritas menjadi bagian penting dari pengalaman berorganisasi. Kuliah tetap menjadi tanggung jawab utama, sedangkan UKM dapat menjadi ruang untuk mengembangkan pengalaman di luar kelas.
Cari Tahu Kegiatan yang Benar-Benar Dilakukan
Nama UKM terkadang terdengar menarik, tetapi mahasiswa sebaiknya tidak berhenti pada nama atau poster pendaftaran. Cari tahu aktivitas yang benar-benar dijalankan oleh UKM tersebut.
Perhatikan jenis kegiatan yang dilakukan selama satu periode kepengurusan. Apakah kegiatannya berupa latihan rutin, kompetisi, pertunjukan, seminar, pengabdian masyarakat, produksi karya, atau kegiatan lainnya?
Informasi tersebut dapat membantu calon anggota memahami apakah kegiatan UKM sesuai dengan ekspektasi mereka.
Mahasiswa juga bisa bertanya kepada anggota atau alumni UKM mengenai pengalaman mereka. Pertanyaan sederhana seperti bagaimana suasana organisasi, seberapa sering kegiatan berlangsung, serta apa saja tanggung jawab anggota baru dapat memberikan gambaran yang lebih realistis.
Pertimbangkan Lingkungan dan Budaya Organisasi
Setiap UKM memiliki karakter yang berbeda. Ada organisasi yang lebih formal, ada pula yang suasananya lebih santai dan kreatif. Karena itu, lingkungan organisasi juga perlu dipertimbangkan.
Cari UKM yang memiliki budaya kerja yang sehat, menghargai anggotanya, serta memberikan kesempatan untuk belajar. Lingkungan yang baik dapat membuat mahasiswa lebih nyaman berproses dan berani mencoba hal baru.
Jangan memilih hanya karena UKM tersebut sedang populer. Popularitas tidak selalu berarti kegiatan tersebut paling sesuai untuk setiap mahasiswa. Pilihan yang tepat adalah organisasi yang mampu memberikan pengalaman relevan sekaligus membuat anggotanya merasa dapat berkembang.
Jangan Takut Mencoba Bidang yang Berbeda
UKM kampus juga dapat menjadi tempat untuk bereksperimen. Mahasiswa yang sejak sekolah belum pernah aktif berorganisasi tidak harus memilih bidang yang sudah dikuasai.
Misalnya, mahasiswa yang biasanya lebih banyak bekerja sendiri dapat mencoba UKM yang mengharuskan anggotanya berkolaborasi. Mahasiswa yang kurang percaya diri berbicara di depan umum dapat mempertimbangkan kegiatan yang memberikan kesempatan untuk berlatih komunikasi.
Pengalaman tersebut dapat membantu mahasiswa mengenali kemampuan yang sebelumnya belum terlihat. Kesalahan atau kegagalan dalam kegiatan organisasi juga dapat menjadi bagian dari proses belajar.
Hubungkan UKM dengan Rencana Pengembangan Diri
Memilih UKM akan terasa lebih bermanfaat jika dikaitkan dengan tujuan selama kuliah. Tidak berarti setiap kegiatan harus berhubungan langsung dengan rencana karier, tetapi pengalaman yang diperoleh sebaiknya dapat memberikan nilai tambah.
Mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan komunikasi dapat memilih organisasi yang sering mengadakan presentasi atau menjadi panitia acara. Mereka yang tertarik pada bidang pendidikan dapat mencari kegiatan yang memberikan pengalaman mengajar, pendampingan, atau pengabdian kepada masyarakat.
Pilihan tersebut juga relevan bagi mahasiswa di bidang pendidikan. Di Ma’soem University, misalnya, mahasiswa yang mengambil program pendidikan dapat memperoleh pengalaman akademik sekaligus mengembangkan keterampilan nonakademik melalui berbagai aktivitas kemahasiswaan yang tersedia di lingkungan kampus.
Untuk mahasiswa yang tertarik pada bidang pendidikan, informasi program studi juga penting diperhatikan sejak awal. FKIP Ma’soem University saat ini memiliki dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Keduanya dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang ingin menekuni bidang pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan interpersonal dan komunikasi.
Perhatikan Proses Seleksi dan Komitmen Keanggotaan
Beberapa UKM mungkin menerapkan proses seleksi, wawancara, masa orientasi, atau pelatihan sebelum mahasiswa resmi menjadi anggota. Tahapan tersebut sebaiknya dipahami sejak awal agar tidak muncul kesalahpahaman.
Selain itu, cari tahu bentuk komitmen yang diharapkan dari anggota. Apakah anggota wajib mengikuti latihan mingguan? Apakah terdapat target tertentu? Apakah anggota baru harus terlibat dalam kepanitiaan atau kompetisi?
Mengetahui aturan tersebut membantu mahasiswa menilai apakah mereka benar-benar siap berkomitmen.
Buat Daftar Pilihan Sebelum Mendaftar
Jika masih bingung menentukan pilihan, buat daftar beberapa UKM yang paling menarik. Kemudian bandingkan berdasarkan beberapa pertimbangan, seperti:
- Kesesuaian dengan minat: Apakah kegiatannya benar-benar Anda sukai?
- Manfaat keterampilan: Kemampuan apa yang bisa dikembangkan?
- Jadwal: Apakah tidak mengganggu perkuliahan?
- Komitmen: Apakah mampu memenuhi tanggung jawab sebagai anggota?
- Lingkungan: Apakah budaya organisasinya sesuai dengan karakter Anda?
- Peluang pengalaman: Apakah tersedia kesempatan mengikuti proyek, kompetisi, kepanitiaan, atau kegiatan lainnya?
Dari daftar tersebut, pilih UKM yang paling seimbang antara minat, manfaat, dan kemampuan untuk berkomitmen. Tidak perlu merasa harus memilih organisasi yang sama dengan teman. Pengalaman kuliah setiap mahasiswa dapat berbeda, termasuk kegiatan yang ingin mereka tekuni di luar kelas.
Bagi calon mahasiswa yang sedang mempertimbangkan lingkungan kampus sekaligus kesempatan mengembangkan diri melalui kegiatan kemahasiswaan, informasi mengenai program studi, aktivitas kampus, dan proses penerimaan mahasiswa baru juga penting diperoleh sebelum menentukan pilihan perguruan tinggi.
Informasi Ma’soem University:
- No. WhatsApp: 085185634253
- Instagram: @masoem_university
- Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




