Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mengikuti perkuliahan dan menyelesaikan tugas. Mahasiswa juga perlu memahami etika berkomunikasi dengan dosen, baik melalui chat, email, maupun ketika bertemu secara langsung. Cara menghubungi dosen yang sopan dan tepat dapat membuat komunikasi menjadi lebih nyaman sekaligus meningkatkan kemungkinan pesan mendapatkan respons dengan cepat.
Di lingkungan perguruan tinggi seperti Ma’soem University, kemampuan berkomunikasi secara profesional menjadi salah satu hal penting yang perlu dibiasakan mahasiswa sejak awal kuliah. Apalagi, mahasiswa akan sering berinteraksi dengan dosen untuk keperluan akademik, konsultasi tugas, bimbingan, hingga kegiatan perkuliahan.
Gunakan Salam dan Perkenalkan Diri
Ketika menghubungi dosen melalui WhatsApp, jangan langsung menyampaikan pertanyaan atau kepentingan. Awali dengan salam dan perkenalan diri secara singkat.
Format sederhana yang dapat digunakan:
Assalamu’alaikum, Pak/Bu. Perkenalkan saya Nama, mahasiswa Program Studi Agribisnis Ma’soem University semester 2. Saya ingin berkonsultasi mengenai tugas mata kuliah yang Bapak/Ibu ampu. Apakah saya diperbolehkan bertanya?
Perkenalan membantu dosen mengetahui siapa yang menghubungi. Hindari hanya mengirim pesan seperti “Pak”, “Bu”, atau “Ada waktu?” tanpa menjelaskan identitas dan keperluan.
Pilih Waktu yang Tepat untuk Mengirim Chat
Waktu mengirim pesan juga merupakan bagian dari etika komunikasi dengan dosen. Sebaiknya mahasiswa menghubungi dosen pada jam yang wajar dan tidak terlalu malam.
Sebelum mengirim pesan, mahasiswa dapat memperhatikan beberapa hal:
- Hindari mengirim chat pada tengah malam.
- Jangan mengirim pesan berkali-kali dalam waktu singkat.
- Berikan waktu kepada dosen untuk membaca dan merespons.
- Jika pesan belum dibalas, hindari langsung menuntut jawaban.
- Gunakan bahasa yang sopan dan mudah dipahami.
Respons cepat tidak selalu berarti dosen harus membalas dalam hitungan menit. Dosen dapat sedang mengajar, melakukan penelitian, membimbing mahasiswa lain, atau memiliki agenda akademik lainnya.
Sampaikan Keperluan Secara Jelas
Pesan yang terlalu panjang tetapi tidak memiliki inti justru dapat membuat komunikasi menjadi kurang efektif. Sebaliknya, pesan yang terlalu singkat juga dapat membuat dosen harus bertanya kembali mengenai maksud mahasiswa.
Sampaikan informasi utama secara terstruktur. Misalnya, jelaskan nama, program studi, semester, mata kuliah, kemudian tujuan menghubungi dosen.
Contohnya:
Assalamu’alaikum, Bu. Saya Siti, mahasiswa Teknologi Pangan semester 4. Saya ingin meminta waktu untuk konsultasi mengenai tugas praktikum mata kuliah Analisis Pangan. Apakah Ibu memiliki waktu untuk bimbingan minggu ini?
Pesan seperti ini lebih mudah dipahami karena dosen langsung mengetahui identitas dan tujuan mahasiswa.
Hindari Bahasa yang Terlalu Santai
WhatsApp memang merupakan aplikasi komunikasi sehari-hari, tetapi ketika digunakan untuk menghubungi dosen, mahasiswa tetap perlu menggunakan bahasa yang profesional.
Hindari penggunaan:
- “P”
- “Bu lagi dimana?”
- “Bisa ketemu sekarang?”
- “Tugasnya gimana, Pak?”
- “Kapan acc?”
- “Saya tunggu ya, Bu.”
Gunakan kalimat yang lebih santun, misalnya “Apakah Bapak/Ibu berkenan memberikan waktu untuk konsultasi?” atau “Mohon izin bertanya mengenai jadwal bimbingan.”
Kebiasaan menggunakan bahasa yang baik juga menjadi bagian dari pembentukan karakter mahasiswa agar siap memasuki dunia kerja.
Jangan Menuntut Dosen Segera Membalas
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa adalah mengirim pesan berulang-ulang karena belum mendapatkan balasan.
Jika pesan belum direspons, mahasiswa sebaiknya bersabar. Apabila memang perlu melakukan follow-up, berikan jeda waktu yang wajar dan tetap menggunakan bahasa sopan.
Contohnya:
Assalamu’alaikum, Pak. Mohon maaf mengganggu kembali. Saya ingin mengingatkan mengenai pesan saya sebelumnya terkait konsultasi tugas. Apabila Bapak sudah memiliki waktu, saya siap menyesuaikan jadwal. Terima kasih, Pak.
Cara tersebut jauh lebih baik dibandingkan mengirim banyak pesan berturut-turut.
Etika Bertemu Dosen Secara Langsung
Etika tidak hanya berlaku ketika mengirim chat. Ketika bertemu dosen secara langsung di lingkungan kampus, mahasiswa juga perlu menunjukkan sikap yang sopan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
Berikan salam dan sapaan. Ketika berpapasan dengan dosen, biasakan memberikan salam atau menyapa dengan sopan.
Perhatikan penampilan. Gunakan pakaian yang sesuai dengan lingkungan akademik dan ketentuan kampus.
Jangan memotong pembicaraan. Ketika dosen sedang berbicara, dengarkan terlebih dahulu sebelum memberikan tanggapan.
Minta izin sebelum menyampaikan keperluan. Jika ingin berkonsultasi ketika dosen terlihat sedang sibuk, tanyakan terlebih dahulu apakah beliau memiliki waktu.
Gunakan bahasa tubuh yang sopan. Sikap berdiri, duduk, kontak mata, dan cara berbicara juga dapat menunjukkan penghargaan kepada dosen.
Biasakan Komunikasi Profesional Sejak Kuliah
Ma’soem University menjadi salah satu lingkungan pendidikan tinggi yang dapat menjadi tempat mahasiswa mengembangkan kemampuan akademik sekaligus keterampilan komunikasi. Dalam proses perkuliahan, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami materi, tetapi juga perlu membangun kebiasaan disiplin, bertanggung jawab, dan mampu berkomunikasi dengan baik.
Bagi mahasiswa yang memilih Fakultas Pertanian (Faperta) Ma’soem University, tersedia dua pilihan program studi, yaitu Teknologi Pangan dan Agribisnis. Keduanya dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin mengembangkan kompetensi di bidang pangan maupun agribisnis.
Mahasiswa Teknologi Pangan akan berhadapan dengan berbagai aktivitas akademik yang membutuhkan komunikasi dengan dosen, terutama ketika mengikuti kegiatan praktikum, mengerjakan tugas, maupun melakukan konsultasi akademik. Begitu pula mahasiswa Agribisnis yang akan membutuhkan komunikasi efektif dalam berbagai kegiatan pembelajaran dan pengembangan kompetensi.
Ingin Kuliah di Ma’soem University?
Bagi calon mahasiswa yang sedang mencari kampus di Bandung, Ma’soem University dapat menjadi pilihan untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Lingkungan perkuliahan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membangun kebiasaan profesional yang berguna setelah lulus.
Informasi pendaftaran mahasiswa baru Ma’soem University dapat diperoleh melalui WhatsApp:
+62 851 8563 4253
Calon mahasiswa dapat menghubungi nomor tersebut untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai proses pendaftaran, program studi, dan informasi penerimaan mahasiswa baru.
Etika Saat Meminta Bimbingan Dosen
Bimbingan merupakan salah satu bentuk komunikasi yang cukup sering dilakukan mahasiswa. Agar prosesnya berjalan lancar, mahasiswa sebaiknya datang dengan persiapan yang matang.
Sebelum bertemu dosen, pastikan sudah:
- Menentukan hal yang ingin ditanyakan.
- Membaca kembali materi atau tugas yang berkaitan.
- Menyiapkan dokumen yang diperlukan.
- Membuat daftar pertanyaan jika memiliki beberapa hal yang ingin dikonsultasikan.
- Menyesuaikan waktu dengan jadwal dosen.
- Mengikuti arahan dan kesepakatan yang diberikan.
Mahasiswa yang datang dengan persiapan akan membuat proses komunikasi lebih efektif. Dosen pun dapat langsung memberikan arahan berdasarkan kebutuhan akademik mahasiswa.
Bangun Hubungan Akademik yang Baik
Hubungan antara mahasiswa dan dosen sebaiknya dibangun berdasarkan rasa saling menghargai. Mahasiswa tidak perlu merasa takut untuk bertanya, tetapi cara bertanya tetap harus memperhatikan norma dan etika akademik.
Mulai dari mengirim chat dengan salam, memperkenalkan diri, menyampaikan tujuan secara jelas, memilih waktu yang tepat, hingga bersikap sopan ketika bertemu langsung merupakan kebiasaan sederhana yang dapat memberikan kesan positif.
Di lingkungan Ma’soem University, kebiasaan berkomunikasi secara baik dapat menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa selama menjalani proses pendidikan. Dengan memahami etika menghubungi dosen, mahasiswa dapat menciptakan komunikasi akademik yang lebih efektif, profesional, dan saling menghargai.




