Keterampilan Komunikasi Verbal yang Wajib Diingat Maba Saat Melakukan Presentasi di Depan Kelas!

Memasuki dunia perkuliahan berarti mahasiswa baru atau maba akan menghadapi berbagai aktivitas akademik yang berbeda dari masa sekolah. Salah satu kegiatan yang cukup sering dilakukan adalah presentasi di depan kelas. Bagi sebagian mahasiswa baru, berbicara di hadapan dosen dan teman-teman sekelas bisa menjadi pengalaman yang membuat gugup.

Padahal, kemampuan melakukan presentasi merupakan salah satu keterampilan penting selama kuliah. Mahasiswa perlu mampu menyampaikan gagasan, menjelaskan materi, menjawab pertanyaan, hingga berdiskusi dengan percaya diri. Karena itu, keterampilan komunikasi verbal menjadi hal yang perlu mulai dilatih sejak awal perkuliahan.

Apa Itu Komunikasi Verbal dalam Presentasi?

Komunikasi verbal merupakan proses menyampaikan informasi menggunakan kata-kata, baik secara lisan maupun tulisan. Dalam kegiatan presentasi di kelas, komunikasi verbal lebih banyak berkaitan dengan cara mahasiswa berbicara dan menyampaikan informasi kepada audiens.

Bukan hanya sekadar berbicara, mahasiswa juga perlu memperhatikan pilihan kata, intonasi, kejelasan suara, struktur penyampaian, dan kemampuan merespons pertanyaan. Presentasi yang memiliki materi bagus akan lebih mudah dipahami apabila disampaikan dengan komunikasi verbal yang baik.

1. Gunakan Bahasa yang Jelas dan Mudah Dipahami

Mahasiswa baru sering kali ingin menggunakan istilah yang terdengar akademis ketika melakukan presentasi. Penggunaan istilah akademis memang diperlukan dalam konteks tertentu, tetapi jangan sampai membuat penjelasan menjadi sulit dipahami.

Gunakan kalimat yang sederhana, jelas, dan sesuai dengan topik yang sedang dibicarakan. Jika terdapat istilah khusus, berikan penjelasan singkat agar teman-teman di kelas dapat mengikuti pembahasan dengan lebih mudah.

Komunikasi yang efektif bukan tentang seberapa rumit kata yang digunakan, tetapi seberapa mudah pesan dapat dipahami oleh orang lain.

2. Perhatikan Intonasi Saat Berbicara

Berbicara dengan nada yang sama dari awal hingga akhir presentasi dapat membuat audiens kehilangan perhatian. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mengatur intonasi ketika menjelaskan materi.

Bagian penting dapat disampaikan dengan penekanan suara yang sesuai. Sebaliknya, bagian yang bersifat penjelasan tambahan dapat disampaikan dengan tempo dan nada yang lebih santai.

Intonasi yang tepat membuat presentasi terdengar lebih hidup sekaligus membantu audiens mengetahui bagian mana yang perlu diperhatikan.

3. Jangan Berbicara Terlalu Cepat

Rasa gugup sering membuat mahasiswa berbicara lebih cepat daripada biasanya. Akibatnya, informasi yang disampaikan menjadi sulit ditangkap oleh audiens.

Cobalah berbicara dengan tempo yang stabil. Berikan jeda setelah menjelaskan satu poin penting sebelum berpindah ke pembahasan berikutnya. Jeda juga dapat membantu mahasiswa mengatur napas dan menyusun kembali kalimat yang akan disampaikan.

Latihan berbicara sebelum presentasi dapat membantu menemukan tempo bicara yang paling nyaman.

4. Hindari Terlalu Banyak Membaca Slide

Slide presentasi seharusnya menjadi media pendukung, bukan naskah yang harus dibaca seluruhnya. Mahasiswa baru perlu membiasakan diri memahami materi sebelum masuk kelas.

Tuliskan poin-poin penting pada slide, kemudian jelaskan menggunakan bahasa sendiri. Cara tersebut membuat presentasi terdengar lebih natural dan menunjukkan bahwa mahasiswa memahami materi yang disampaikan.

Selain itu, audiens juga akan lebih tertarik ketika presenter mampu menjelaskan materi tanpa terus-menerus melihat layar.

5. Pilih Kata yang Sopan dan Profesional

Lingkungan perkuliahan mempertemukan mahasiswa dengan berbagai karakter. Karena itu, pemilihan kata ketika presentasi perlu diperhatikan.

Gunakan bahasa yang sopan ketika menyampaikan pendapat, menyanggah argumen, maupun menjawab pertanyaan. Hindari kata-kata yang dapat terdengar merendahkan pendapat orang lain.

Kemampuan menyampaikan perbedaan pendapat dengan cara yang santun merupakan bagian penting dari komunikasi akademik.

6. Latih Kemampuan Menjawab Pertanyaan

Sesi tanya jawab sering menjadi bagian yang membuat mahasiswa baru merasa gugup. Padahal, sesi tersebut dapat menjadi kesempatan untuk menunjukkan pemahaman terhadap materi.

Dengarkan pertanyaan sampai selesai sebelum memberikan jawaban. Jika belum memahami pertanyaan, mahasiswa dapat meminta penanya menjelaskan kembali maksudnya.

Apabila tidak mengetahui jawabannya, jangan memaksakan diri memberikan informasi yang belum pasti. Sampaikan dengan jujur bahwa informasi tersebut belum diketahui dan, jika memungkinkan, tawarkan untuk mencari referensi yang relevan.

7. Bangun Kepercayaan Diri Secara Bertahap

Kepercayaan diri ketika presentasi tidak selalu muncul sejak pertama kali masuk kuliah. Kemampuan tersebut dapat dibangun melalui latihan dan pengalaman.

Mahasiswa dapat berlatih menjelaskan materi di depan teman, merekam suara sendiri, atau melakukan simulasi presentasi sebelum tampil di kelas. Semakin sering berlatih, mahasiswa akan semakin terbiasa mengatur suara dan menyampaikan gagasan.

Presentasi Menjadi Bagian dari Pengalaman Kuliah di Ma’soem University

Kemampuan komunikasi menjadi salah satu keterampilan yang relevan dengan aktivitas perkuliahan di Ma’soem University. Sebagai kampus di Bandung yang menjadi pilihan bagi mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi, Ma’soem University memberikan lingkungan pembelajaran yang dapat mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun keterampilan pendukung.

Bagi mahasiswa yang tertarik dengan bidang pertanian dan pangan, Fakultas Pertanian Ma’soem University memiliki dua pilihan jurusan, yaitu Teknologi Pangan dan Agribisnis.

Mahasiswa Teknologi Pangan dapat berhadapan dengan materi yang membutuhkan kemampuan menjelaskan proses, hasil pengamatan, maupun informasi terkait teknologi pengolahan pangan. Sementara itu, mahasiswa Agribisnis dapat mengembangkan kemampuan komunikasi ketika menyampaikan gagasan mengenai bisnis, pengelolaan usaha, pemasaran, hingga berbagai aspek dalam sistem agribisnis.

Kemampuan presentasi menjadi semakin penting karena mahasiswa tidak hanya dituntut memahami materi, tetapi juga mampu menyampaikan pemikirannya kepada orang lain secara terstruktur.

Pendaftaran Ma’soem University

Bagi calon mahasiswa yang sedang mencari kampus di Bandung dan tertarik melanjutkan pendidikan di Ma’soem University, informasi mengenai pendaftaran dapat diperoleh melalui kontak WhatsApp:

WhatsApp Pendaftaran: +62 851 8563 4253

Calon mahasiswa dapat menghubungi nomor tersebut untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai proses pendaftaran dan pilihan jurusan yang tersedia di Ma’soem University.

Biasakan Berkomunikasi Sejak Semester Awal

Kemampuan komunikasi verbal tidak hanya berguna ketika mahasiswa melakukan presentasi di depan kelas. Keterampilan tersebut dapat digunakan ketika berdiskusi dengan dosen, bekerja dalam kelompok, mengikuti kegiatan akademik, melakukan wawancara, hingga memasuki dunia kerja.

Karena itu, mahasiswa baru sebaiknya tidak takut melakukan kesalahan ketika pertama kali berbicara di depan kelas. Jadikan setiap presentasi sebagai kesempatan untuk memperbaiki cara berbicara, memperjelas penyampaian, dan meningkatkan rasa percaya diri.

Kuliah di Ma’soem University dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan tersebut. Dengan membiasakan komunikasi yang jelas, sopan, terstruktur, dan percaya diri sejak semester awal, mahasiswa akan lebih siap menghadapi berbagai aktivitas akademik selama menjalani perkuliahan.