Panduan Mengatasi FOMO (Fear of Missing Out) di Antara Mahasiswa Baru yang Bikin Stres!

Menjadi mahasiswa baru adalah fase yang penuh pengalaman baru. Lingkungan kampus, teman baru, kegiatan organisasi, hingga berbagai informasi di media sosial bisa membuat seseorang merasa harus selalu mengikuti apa yang dilakukan orang lain. Kondisi ketika muncul rasa takut tertinggal dari pengalaman orang lain dikenal sebagai FOMO (Fear of Missing Out).

FOMO pada mahasiswa baru cukup sering muncul karena masa awal kuliah merupakan periode adaptasi. Jika tidak dikelola dengan baik, keinginan untuk selalu mengikuti aktivitas teman dapat membuat mahasiswa merasa lelah, kehilangan fokus, bahkan mengalami stres. Karena itu, mahasiswa baru perlu mengetahui cara mengatasi FOMO agar kehidupan perkuliahan tetap sehat dan menyenangkan.

Mengenal FOMO pada Mahasiswa Baru

FOMO merupakan perasaan khawatir akan kehilangan pengalaman menarik yang sedang dilakukan orang lain. Pada mahasiswa baru, FOMO dapat muncul ketika melihat teman mengikuti banyak kegiatan kampus, memiliki banyak teman, aktif di organisasi, atau terlihat menikmati kehidupan perkuliahan melalui media sosial.

Misalnya, seorang mahasiswa baru melihat unggahan teman yang sedang berkumpul setelah kuliah. Ia kemudian merasa tidak memiliki kehidupan kampus yang menyenangkan karena tidak ikut dalam kegiatan tersebut. Padahal, apa yang terlihat di media sosial hanya sebagian kecil dari kehidupan seseorang.

FOMO juga dapat membuat mahasiswa merasa harus selalu mengatakan “iya” terhadap berbagai ajakan. Jika terus dilakukan, jadwal menjadi terlalu padat dan waktu untuk beristirahat semakin berkurang.

Kenapa Mahasiswa Baru Mudah Mengalami FOMO?

Masa transisi dari sekolah ke perguruan tinggi membawa banyak perubahan. Mahasiswa harus beradaptasi dengan sistem pembelajaran, lingkungan sosial, jadwal kuliah, serta tuntutan untuk lebih mandiri.

Beberapa pemicu FOMO pada mahasiswa baru antara lain:

  • Ingin cepat mendapatkan banyak teman.
  • Takut dianggap tidak aktif di kampus.
  • Terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain.
  • Mengikuti tren yang sedang populer di lingkungan mahasiswa.
  • Terlalu banyak melihat aktivitas orang lain di media sosial.
  • Merasa harus mengikuti semua organisasi atau kegiatan kampus.
  • Khawatir kehilangan kesempatan yang dianggap penting.

Padahal, setiap mahasiswa mempunyai ritme adaptasi yang berbeda. Tidak semua kegiatan harus diikuti dan tidak semua ajakan harus diterima.

Batasi Kebiasaan Membandingkan Diri

Salah satu cara mengatasi FOMO yang penting adalah mengurangi kebiasaan membandingkan diri dengan mahasiswa lain. Setiap orang memiliki tujuan, kemampuan, kondisi, dan prioritas yang berbeda.

Teman yang aktif dalam berbagai kegiatan belum tentu memiliki kehidupan yang lebih baik. Begitu pula mahasiswa yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar bukan berarti kurang bersosialisasi.

Daripada bertanya, “Mengapa saya tidak seperti mereka?”, lebih baik fokus pada pertanyaan, “Apa yang ingin saya capai selama kuliah?”

Pertanyaan tersebut membantu mahasiswa menentukan prioritas tanpa harus mengikuti pencapaian orang lain.

Bijak Menggunakan Media Sosial

Media sosial dapat menjadi salah satu sumber FOMO terbesar bagi mahasiswa baru. Melihat unggahan teman yang menghadiri acara, berkumpul, mendapatkan prestasi, atau menjalani kegiatan menarik dapat menimbulkan kesan bahwa orang lain selalu bersenang-senang.

Untuk mengatasinya, mahasiswa dapat mulai mengatur waktu penggunaan media sosial. Tidak perlu selalu membuka Instagram, TikTok, atau platform lainnya setiap saat.

Mahasiswa juga dapat memilih akun yang memberikan informasi positif dan mengurangi paparan terhadap konten yang membuat diri sendiri terus membandingkan kehidupan dengan orang lain.

Pilih Kegiatan Kampus Sesuai Prioritas

Kehidupan mahasiswa menawarkan banyak kesempatan untuk berkembang. Namun, bukan berarti semua kegiatan harus diikuti.

Mahasiswa baru dapat memilih kegiatan berdasarkan minat, kemampuan, jadwal kuliah, dan tujuan pribadi. Mengikuti satu atau beberapa kegiatan yang benar-benar diminati sering kali lebih bermanfaat daripada memaksakan diri mengikuti semuanya.

Di Ma’soem University, mahasiswa dapat menjalani kehidupan perkuliahan sambil mengembangkan pengalaman akademik dan keterampilan yang sesuai dengan bidang yang dipilih. Lingkungan kampus dapat menjadi ruang untuk membangun relasi, meningkatkan kemampuan, serta menemukan pengalaman baru secara bertahap.

Bagi mahasiswa yang tertarik pada bidang pertanian dan pangan, Fakultas Pertanian Ma’soem University memiliki dua jurusan, yaitu Teknologi Pangan dan Agribisnis. Keduanya dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin mempelajari bidang yang dekat dengan kebutuhan industri dan perkembangan dunia usaha.

Jangan Takut Menolak Ajakan

Mengatakan “tidak” bukan berarti menjadi mahasiswa yang tidak mau bersosialisasi. Ada kalanya mahasiswa perlu menolak ajakan karena sedang mengerjakan tugas, membutuhkan waktu istirahat, atau memiliki agenda lain.

Penolakan dapat disampaikan dengan cara yang sopan. Teman yang baik akan memahami bahwa setiap orang mempunyai kesibukan masing-masing.

Kemampuan menentukan batasan juga menjadi bagian penting dari proses menjadi mahasiswa yang lebih mandiri.

Buat Target Kuliah yang Realistis

FOMO sering terjadi ketika mahasiswa belum memiliki tujuan yang jelas. Tanpa prioritas, mahasiswa lebih mudah mengikuti apa yang dilakukan orang lain.

Cobalah membuat target sederhana untuk satu semester. Target tersebut dapat berkaitan dengan nilai akademik, keterampilan, relasi, pengalaman organisasi, maupun pengembangan diri.

Tidak perlu membuat target yang terlalu banyak. Prioritas yang jelas akan membantu mahasiswa menentukan kegiatan mana yang memang penting dan mana yang bisa dilewati.

Pendaftaran Ma’soem University

Bagi calon mahasiswa yang sedang mencari kampus untuk melanjutkan pendidikan, Ma’soem University dapat menjadi pilihan perguruan tinggi di Bandung yang menawarkan lingkungan pendidikan dengan berbagai kesempatan pengembangan diri.

Khusus bidang pertanian, Fakultas Pertanian Ma’soem University memiliki Jurusan Teknologi Pangan dan Agribisnis. Mahasiswa dapat mengembangkan pengetahuan melalui proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga berkaitan dengan penerapan ilmu di dunia nyata.

Informasi mengenai pendaftaran mahasiswa baru Ma’soem University dapat diperoleh melalui WhatsApp +62 851 8563 4253. Calon mahasiswa dapat menghubungi nomor tersebut untuk mendapatkan informasi mengenai proses dan persyaratan pendaftaran.

Beri Waktu untuk Beradaptasi

Tidak ada aturan bahwa mahasiswa baru harus langsung memiliki banyak teman, mengikuti berbagai kegiatan, atau mengetahui seluruh kehidupan kampus sejak hari pertama. Adaptasi membutuhkan waktu.

Mahasiswa dapat memulai dari hal sederhana seperti mengenal teman sekelas, memahami jadwal perkuliahan, mengenal lingkungan kampus, dan mengikuti kegiatan yang benar-benar menarik.

Jika merasa tertinggal, ingat bahwa perjalanan kuliah bukan perlombaan. Setiap mahasiswa mempunyai kesempatan untuk berkembang sesuai dengan waktunya sendiri.

Dengan mengurangi perbandingan sosial, membatasi penggunaan media sosial, menentukan prioritas, serta berani memilih kegiatan yang sesuai kebutuhan, FOMO dapat dikelola dengan lebih baik. Masa menjadi mahasiswa baru pun dapat dijalani dengan lebih tenang, produktif, dan tetap memberikan ruang untuk menikmati berbagai pengalaman di Ma’soem University.