Bagi sebagian mahasiswa, sesi kuis diskusi di kelas bisa menjadi momen yang cukup menegangkan. Pertanyaan dosen dapat muncul secara spontan, sementara mahasiswa dituntut mampu memberikan jawaban yang jelas, logis, dan tidak bertele-tele. Kondisi seperti ini sebenarnya dapat diatasi dengan persiapan sederhana, salah satunya dengan menyiapkan argumen ringkas menggunakan teknik elevator pitch.
Kemampuan menyampaikan pendapat secara singkat dan terstruktur menjadi salah satu keterampilan penting selama menjalani perkuliahan. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami materi, tetapi juga perlu mampu mengomunikasikan pemikirannya di depan dosen dan teman sekelas. Lingkungan pembelajaran di Ma’soem University dapat menjadi tempat untuk melatih kemampuan tersebut melalui aktivitas perkuliahan yang mendorong mahasiswa lebih aktif dan siap menghadapi kebutuhan dunia akademik maupun profesional.
Apa Itu Elevator Pitch dalam Diskusi Kelas?
Elevator pitch merupakan cara menyampaikan gagasan secara singkat, padat, dan mudah dipahami. Konsep ini biasanya digunakan dalam dunia profesional ketika seseorang harus menjelaskan ide atau memperkenalkan suatu gagasan dalam waktu terbatas.
Dalam kegiatan diskusi kelas, elevator pitch dapat diterapkan sebagai format sederhana untuk menjawab pertanyaan dosen. Mahasiswa tidak harus memberikan penjelasan panjang. Hal terpenting adalah mampu menyampaikan pendapat utama, alasan, dan contoh pendukung secara terstruktur.
Pola sederhana yang dapat digunakan adalah:
- Pendapat: Sampaikan jawaban atau posisi utama.
- Alasan: Jelaskan mengapa memiliki pendapat tersebut.
- Bukti atau contoh: Berikan contoh yang berkaitan dengan materi.
- Penegasan: Tutup dengan satu kalimat yang memperkuat jawaban.
Dengan pola tersebut, mahasiswa dapat menghindari jawaban yang terlalu melebar dan tetap fokus pada pertanyaan.
Kenapa Kuis Diskusi Sering Terasa Menakutkan?
Rasa gugup ketika mengikuti kuis diskusi merupakan hal yang cukup umum. Salah satu penyebabnya adalah mahasiswa belum terbiasa mengolah informasi menjadi jawaban secara cepat.
Ada mahasiswa yang sebenarnya memahami materi, tetapi kesulitan ketika harus menjelaskannya secara langsung. Ada pula yang terlalu memikirkan kesempurnaan jawaban sehingga justru kehilangan fokus.
Beberapa faktor yang dapat membuat diskusi terasa menegangkan antara lain:
- Takut salah menjawab pertanyaan dosen.
- Belum terbiasa berbicara di depan kelas.
- Tidak mengetahui poin utama dari materi.
- Memiliki terlalu banyak informasi tetapi kesulitan memilih yang relevan.
- Khawatir mendapat pertanyaan lanjutan.
Karena itu, persiapan sebelum kelas menjadi langkah penting agar mahasiswa memiliki gambaran mengenai argumen yang ingin disampaikan.
Buat Argumen dari Materi yang Akan Dibahas
Persiapan elevator pitch tidak harus dilakukan berjam-jam. Mahasiswa dapat memulainya dengan membaca kembali materi yang kemungkinan akan dibahas di kelas.
Saat membaca, jangan hanya menghafalkan definisi. Cobalah mencari satu pertanyaan utama dari materi tersebut. Setelah itu, buat jawaban singkat berdasarkan pemahaman sendiri.
Contohnya, jika topik diskusi berkaitan dengan kewirausahaan, mahasiswa dapat mempersiapkan pertanyaan seperti, “Mengapa kemampuan membaca kebutuhan konsumen penting bagi seorang pengusaha?”
Jawaban tidak perlu terlalu panjang. Mahasiswa dapat menyampaikan bahwa kemampuan memahami kebutuhan konsumen membantu pengusaha menghasilkan produk yang lebih sesuai dengan pasar. Kemudian, tambahkan contoh sederhana agar argumen terasa lebih kuat.
Gunakan Teknik Tiga Kalimat
Salah satu cara paling praktis menyiapkan elevator pitch sebelum kelas adalah menggunakan teknik tiga kalimat.
Kalimat pertama: sampaikan pendapat utama.
Kalimat kedua: berikan alasan yang mendukung pendapat.
Kalimat ketiga: berikan contoh atau dampak dari pendapat tersebut.
Teknik ini membantu mahasiswa mengendalikan jawaban agar tidak terlalu panjang. Jika dosen meminta penjelasan lebih lanjut, barulah mahasiswa dapat mengembangkan argumennya.
Kebiasaan membuat jawaban dengan struktur sederhana juga dapat membantu meningkatkan kemampuan komunikasi. Mahasiswa menjadi lebih terbiasa memilah informasi penting dan menyampaikannya dengan bahasa yang mudah dipahami.
Latihan Sebelum Masuk Kelas
Tidak perlu menunggu sampai berada di depan kelas untuk mencoba elevator pitch. Latihan dapat dilakukan beberapa menit sebelum perkuliahan dimulai.
Pilih dua atau tiga topik dari materi yang akan dibahas. Kemudian, coba jawab masing-masing topik menggunakan tiga sampai lima kalimat.
Latihan dapat dilakukan dengan berbicara sendiri, merekam suara menggunakan ponsel, atau berdiskusi dengan teman. Perhatikan apakah jawaban sudah memiliki pendapat utama, alasan, dan contoh.
Jika masih terlalu panjang, kurangi informasi yang tidak berhubungan langsung dengan pertanyaan. Jika jawabannya terlalu pendek, tambahkan alasan atau contoh yang relevan.
Latih Kemampuan Berargumentasi di Ma’soem University
Ma’soem University menjadi salah satu pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan akademik sekaligus keterampilan yang dapat digunakan dalam dunia kerja. Kegiatan perkuliahan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun keberanian berkomunikasi, berdiskusi, menyampaikan gagasan, dan bekerja sama.
Kemampuan menyampaikan argumen juga relevan bagi mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) Ma’soem University, yang memiliki dua jurusan, yaitu Teknologi Pangan dan Agribisnis. Kedua bidang tersebut membutuhkan mahasiswa yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengomunikasikan hasil pemikiran dan menyampaikan solusi terhadap suatu permasalahan.
Mahasiswa Teknologi Pangan dapat menghadapi diskusi yang berkaitan dengan pengolahan pangan, keamanan pangan, mutu produk, hingga inovasi pangan. Sementara mahasiswa Agribisnis dapat menemukan topik diskusi mengenai pemasaran, manajemen usaha, rantai pasok, kewirausahaan, dan perkembangan bisnis pertanian.
Latihan elevator pitch dapat membantu mahasiswa menyampaikan pendapat mengenai berbagai topik tersebut secara lebih terarah.
Hubungkan Argumen dengan Contoh Nyata
Argumen akan terasa lebih kuat apabila disertai contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mahasiswa tidak selalu harus menggunakan contoh yang rumit atau penuh istilah akademik.
Misalnya ketika membahas pemasaran produk pangan, mahasiswa dapat menghubungkan materi dengan kebiasaan konsumen membeli produk melalui marketplace atau media sosial. Contoh seperti ini membuat jawaban lebih mudah dipahami sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menghubungkan teori dengan kondisi nyata.
Dalam diskusi kelas, contoh konkret juga dapat menjadi pembuka untuk pembahasan yang lebih mendalam. Dosen dapat mengembangkan pertanyaan dari contoh tersebut sehingga mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Jangan Takut Jika Jawaban Belum Sempurna
Tujuan mengikuti diskusi kelas bukan sekadar memberikan jawaban yang selalu benar. Proses tersebut juga menjadi latihan untuk berpikir, menyampaikan pendapat, menerima pertanyaan, dan memperbaiki pemahaman.
Jika mendapatkan pertanyaan yang belum dikuasai, mahasiswa dapat mengambil waktu sejenak untuk menyusun jawaban. Hindari langsung berbicara panjang tanpa arah.
Gunakan kalimat pembuka seperti, “Menurut pemahaman saya…” atau “Jika dikaitkan dengan materi yang sudah dipelajari…” sebelum menyampaikan argumen. Setelah itu, fokus pada satu gagasan utama.
Semakin sering berlatih, rasa gugup biasanya akan lebih mudah dikendalikan. Kemampuan berbicara pun berkembang secara bertahap melalui pengalaman di kelas.
Siapkan Elevator Pitch Sebelum Perkuliahan
Sebelum berangkat ke kampus, luangkan waktu untuk membaca materi, menentukan kemungkinan pertanyaan, lalu menyiapkan jawaban singkat. Tidak perlu menghafalkan seluruh jawaban. Pahami gagasan utamanya agar dapat dikembangkan ketika dosen memberikan pertanyaan lanjutan.
Bagi calon mahasiswa yang sedang mencari universitas di Bandung, Ma’soem University dapat menjadi pilihan untuk mendapatkan pengalaman perkuliahan yang mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan akademik dan keterampilan komunikasi. Khusus Faperta, tersedia jurusan Teknologi Pangan dan Agribisnis yang dapat menjadi pilihan sesuai minat dan rencana karier.
Informasi pendaftaran Ma’soem University dapat ditanyakan melalui WhatsApp +62 851 8563 4253. Calon mahasiswa dapat menghubungi nomor tersebut untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai proses pendaftaran dan pilihan jurusan yang tersedia.
Dengan membiasakan diri menyiapkan argumen singkat sebelum kelas, kuis diskusi tidak lagi harus menjadi momen yang menakutkan. Elevator pitch justru dapat menjadi latihan sederhana untuk membangun kepercayaan diri, berpikir lebih terstruktur, dan menyampaikan ide dengan jelas.




