Banyak calon mahasiswa bertanya, masuk Manajemen Bisnis Syariah harus jago apa? Kekhawatiran ini biasanya muncul karena calon mahasiswa mengira jurusan tersebut hanya cocok untuk orang yang sudah pintar bisnis, ekonomi, atau agama. Padahal, tidak ada satu kemampuan khusus yang harus benar-benar dikuasai sebelum masuk kuliah.
Masuk Manajemen Bisnis Syariah harus pintar apa? Yang lebih penting adalah memiliki kemauan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan selama perkuliahan. Beberapa keterampilan memang akan sangat membantu, terutama jika berkaitan dengan komunikasi, analisis, bisnis, dan kerja sama.
Tidak Harus Sudah Jago Bisnis
Masuk Manajemen Bisnis Syariah tidak mengharuskan calon mahasiswa sudah memiliki bisnis sendiri. Pengetahuan mengenai cara menjalankan usaha, membuat strategi, mengelola keuangan, dan membaca peluang justru akan dipelajari selama kuliah.
Memiliki pengalaman berjualan atau menjalankan usaha kecil tentu dapat menjadi pengalaman tambahan. Namun, siswa yang belum pernah berbisnis tetap dapat mengikuti perkuliahan selama memiliki ketertarikan terhadap dunia bisnis dan bersedia mempelajari konsep-konsep dasarnya.
Kemampuan Komunikasi Sangat Membantu
Kemampuan berbicara dan menyampaikan pendapat menjadi salah satu keterampilan yang berguna dalam perkuliahan. Mahasiswa dapat menghadapi presentasi, diskusi kelompok, tugas, hingga kegiatan yang mengharuskan mereka menjelaskan ide atau hasil analisis.
Tidak perlu langsung pandai berbicara di depan banyak orang. Kemampuan tersebut dapat dilatih melalui kegiatan perkuliahan. Justru bagi mahasiswa yang awalnya pemalu atau kurang percaya diri, tugas presentasi dan diskusi dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi secara bertahap.
Perlu Bisa Berpikir Analitis
Manajemen Bisnis Syariah juga membutuhkan kemampuan menganalisis suatu persoalan. Misalnya, mahasiswa dapat diminta melihat penyebab penjualan sebuah usaha menurun, memahami kondisi pasar, menentukan strategi pemasaran, atau mencari solusi terhadap masalah dalam organisasi.
Kemampuan analisis tidak berarti harus selalu menggunakan rumus yang rumit. Mahasiswa perlu terbiasa membaca informasi, membandingkan berbagai pilihan, memahami hubungan sebab akibat, kemudian menentukan keputusan berdasarkan alasan yang masuk akal.
Tidak Harus Jago Matematika
Kemampuan matematika memang tetap berguna karena beberapa materi kuliah dapat berkaitan dengan ekonomi, akuntansi, statistik, dan keuangan. Namun, Manajemen Bisnis Syariah bukan jurusan yang seluruh mata kuliahnya berisi perhitungan.
Jika kemampuan matematika masih biasa saja, hal tersebut bukan alasan untuk langsung menghindari jurusan ini. Yang penting adalah mau berlatih ketika menemukan materi yang membutuhkan kemampuan berhitung dan memahami konsep secara bertahap.
Punya Ketertarikan pada Dunia Bisnis
Rasa ingin tahu terhadap dunia bisnis akan membuat proses belajar terasa lebih menarik. Mahasiswa dapat mempelajari bagaimana sebuah perusahaan mendapatkan pelanggan, mengelola karyawan, menyusun strategi, menghadapi persaingan, hingga mengembangkan sebuah usaha.
Ketertarikan tersebut tidak harus berupa keinginan menjadi pengusaha. Seseorang yang tertarik bekerja di perusahaan, bidang marketing, HR, keuangan, operasional, atau pengembangan bisnis juga dapat mempertimbangkan Manajemen Bisnis Syariah.
Perlu Mau Belajar Prinsip Syariah
Kemampuan membaca atau memahami istilah agama tentu dapat membantu, tetapi calon mahasiswa tidak harus sudah menjadi ahli ekonomi syariah. Materi seperti fikih muamalah, akad, transaksi syariah, mudharabah, musyarakah, dan etika bisnis akan dipelajari dalam konteks perkuliahan.
Hal yang paling penting adalah memiliki kemauan untuk memahami bagaimana prinsip syariah diterapkan dalam aktivitas ekonomi dan bisnis. Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya belajar bagaimana bisnis dikelola, tetapi juga memahami aspek etika dan aturan yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.
Kemampuan Kerja Sama Juga Penting
Kuliah Manajemen Bisnis Syariah dapat melibatkan tugas kelompok, diskusi, presentasi, maupun proyek bisnis. Karena itu, kemampuan bekerja sama dengan orang lain cukup penting untuk mendukung proses perkuliahan.
Mahasiswa perlu belajar membagi tugas, mendengarkan pendapat, menyampaikan ide, dan menyelesaikan perbedaan dalam kelompok. Keterampilan tersebut juga bermanfaat ketika sudah memasuki dunia kerja karena sebagian besar pekerjaan dilakukan bersama tim.
Kreatif dan Mau Melihat Peluang
Dunia bisnis selalu mengalami perubahan sehingga kemampuan melihat peluang menjadi nilai tambah. Mahasiswa yang terbiasa mencari ide baru, memperhatikan perubahan kebutuhan konsumen, dan mencoba menemukan solusi dapat lebih mudah mengembangkan kemampuan kewirausahaannya.
Kreativitas juga dapat digunakan ketika mengerjakan tugas atau proyek bisnis. Tidak harus selalu menghasilkan ide yang benar-benar baru, tetapi mampu melihat masalah dari sudut pandang berbeda dan menemukan cara yang lebih efektif untuk menyelesaikannya.
Jadi, Harus Jago Apa?
Jika dirangkum, masuk Manajemen Bisnis Syariah tidak harus jago satu kemampuan tertentu. Kemampuan komunikasi, analisis, kerja sama, ketertarikan pada bisnis, kemampuan berhitung dasar, serta kemauan memahami prinsip syariah akan sangat membantu selama kuliah.
Di Ma’soem University, mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah dapat mengembangkan berbagai kemampuan tersebut melalui pembelajaran di bidang manajemen, bisnis, ekonomi, kewirausahaan, dan syariah. Jadi, jika saat ini belum merasa jago bisnis, matematika, atau berbicara di depan umum, bukan berarti jurusan ini tidak cocok. Yang lebih penting adalah memiliki minat dan kesiapan untuk terus belajar.




