Coba perhatikan cara perusahaan bekerja hari ini. Rapat bisa dilakukan tanpa berada di ruangan yang sama, promosi produk berlangsung melalui media sosial, laporan dibuat dengan bantuan aplikasi, bahkan keputusan bisnis mulai didukung oleh data. Situasi ini membuat kemampuan digital bukan lagi sekadar nilai tambah, tetapi menjadi salah satu bekal penting bagi pencari kerja.
Bagi mahasiswa dan fresh graduate, kondisi tersebut menghadirkan tantangan sekaligus peluang. Ijazah memang penting, tetapi perusahaan juga ingin melihat skill digital yang benar-benar bisa digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan. Seseorang yang mampu memahami teknologi dan menggunakannya secara tepat tentu memiliki ruang lebih besar untuk bersaing.
Ma’soem University dapat menjadi salah satu pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan tersebut. Ma’soem University menyediakan program studi S1 Bisnis Digital yang memadukan pemahaman bisnis dengan kemampuan digital, sehingga mahasiswa dapat mempelajari bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan bisnis dan menghadapi kebutuhan industri yang semakin dinamis.
Bukan Sekadar Bisa Menggunakan Teknologi
Masalahnya, banyak orang merasa sudah memiliki kemampuan digital hanya karena terbiasa menggunakan media sosial, aplikasi komunikasi, atau mesin pencari. Padahal, kebutuhan dunia kerja jauh lebih luas. Perusahaan tidak hanya membutuhkan orang yang bisa menggunakan teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menghasilkan sesuatu.
Misalnya, seorang staf pemasaran tidak cukup hanya bisa mengunggah konten. Ia perlu memahami siapa target audiens, membaca performa konten, menentukan strategi, hingga mengevaluasi hasil kampanye.
Begitu pula dengan pekerjaan administratif. Kemampuan menggunakan spreadsheet secara mendalam, mengolah data, membuat laporan, dan memanfaatkan aplikasi kolaborasi dapat membuat pekerjaan jauh lebih efisien.
Skill Digital yang Mulai Banyak Dilirik
Ada beberapa kemampuan yang menarik untuk mulai dipelajari sejak masih kuliah:
- Data literacy, yaitu kemampuan membaca, memahami, mengolah, dan menarik informasi dari data.
- Digital marketing, termasuk social media marketing, SEO, content marketing, dan analisis performa kampanye.
- Artificial intelligence (AI), terutama kemampuan menggunakan AI secara produktif, kritis, dan bertanggung jawab.
- Basic coding dan teknologi web, yang membantu memahami bagaimana sistem digital bekerja.
- Content creation, mulai dari penulisan, desain sederhana, video, hingga strategi distribusi konten.
- Cybersecurity awareness, karena keamanan data menjadi perhatian penting bagi perusahaan yang mengandalkan sistem digital.
Menariknya, seseorang tidak harus menjadi ahli di semua bidang tersebut. Yang lebih penting adalah memiliki satu atau dua keahlian utama yang kemudian diperkuat dengan kemampuan digital pendukung.
Ketika Skill Digital Masih Jadi Tantangan
Di sinilah persoalan sering muncul. Banyak mahasiswa ingin belajar teknologi, tetapi bingung harus mulai dari mana. Ada yang belajar dari video secara acak, mencoba berbagai aplikasi, lalu berhenti ketika materi terasa semakin rumit.
Masalah lainnya adalah terlalu fokus pada teori tanpa menghasilkan karya. Padahal, kemampuan digital akan lebih mudah terlihat ketika seseorang mempunyai portofolio. Contohnya sederhana: daripada hanya mengatakan “saya bisa digital marketing”, akan lebih meyakinkan jika memiliki contoh kalender konten, hasil analisis media sosial, rancangan kampanye, atau proyek pemasaran digital yang pernah dikerjakan.
Belajar dengan Arah, Bukan Sekadar Ikut Tren
Kalau ingin membangun skill secara lebih terarah, pendidikan formal bisa menjadi salah satu solusi. Lingkungan perkuliahan memungkinkan mahasiswa mempelajari konsep bisnis sekaligus mencoba penerapannya melalui tugas, proyek, organisasi, maupun kegiatan lainnya.
Bagi yang ingin mendalami bidang tersebut, Ma’soem University melalui S1 Bisnis Digital dapat menjadi pilihan untuk membangun kemampuan yang relevan dengan kebutuhan bisnis berbasis teknologi. Untuk informasi pendaftaran dan program studi, calon mahasiswa juga dapat menghubungi Admin Ma’soem University: +62 851 8563 4253.
Portofolio Bisa Bicara Lebih Banyak
Skill digital akan semakin bernilai ketika dibuktikan melalui pengalaman. Karena itu, jangan menunggu lulus untuk mulai membuat portofolio.
Mulailah dari proyek kecil seperti:
- membuat strategi konten untuk UMKM,
- mengolah data sederhana menggunakan spreadsheet,
- membuat website sederhana,
- mengembangkan kampanye media sosial,
- atau mencoba menggunakan AI untuk membantu proses kerja secara lebih efektif.
Dari proyek-proyek tersebut, mahasiswa dapat belajar menghadapi masalah nyata, mencari solusi, sekaligus memiliki bukti kemampuan yang dapat ditunjukkan ketika melamar pekerjaan.
Teknologi Boleh Canggih, Manusia Tetap Harus Adaptif
Pada akhirnya, skill digital bukan hanya soal menguasai aplikasi terbaru. Dunia kerja membutuhkan orang yang mampu beradaptasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, dan memahami bagaimana teknologi digunakan untuk mencapai tujuan bisnis.
Jadi, pertanyaannya bukan lagi “perlu belajar teknologi atau tidak?”, tetapi “skill digital apa yang paling relevan untuk saya kuasai mulai sekarang?”
Semakin cepat menemukan jawabannya, semakin banyak kesempatan yang bisa dipersiapkan. Jangan hanya menjadi pengguna teknologi—jadilah orang yang mampu mengubah teknologi menjadi solusi dan nilai bagi dunia kerja.




