Siapa yang tidak kenal dengan deret angka 2, 6, 12, 20, 30, …? Soal deret angka seperti ini adalah salah satu jenis soal yang paling sering muncul dalam tes numerik BUMN. Sekilas terlihat mudah, namun banyak peserta yang terkecoh dan menjawab dengan angka yang salah. Yang paling menarik, banyak yang mengira jawabannya adalah 42 karena pola penambahan 4, 6, 8, 10, lalu 12. Namun, tahukah Anda bahwa dalam beberapa variasi soal, jawabannya bisa berbeda? Deret angka adalah salah satu senjata andalan penguji untuk menguji kemampuan pola pikir dan logika matematika peserta.
Menguasai deret angka bukan hanya tentang menghafal rumus, tetapi tentang memahami pola di balik setiap deret. Setiap deret memiliki karakteristik yang unik. Ada deret aritmatika (penambahan konstan), deret geometri (perkalian konstan), dan deret bertingkat (penambahan yang membentuk pola baru). Artikel ini akan membahas secara lengkap berbagai jenis deret angka yang sering muncul di tes BUMN, termasuk deret 2, 6, 12, 20, 30, dan mengapa jawabannya bisa berbeda tergantung pada konteks soal.
Jenis-Jenis Deret Angka dalam Tes BUMN
Tes numerik BUMN biasanya mencakup beberapa jenis deret angka. Memahami klasifikasi deret adalah langkah pertama untuk menaklukkannya.
- Deret Aritmatika: Deret di mana selisih antara dua suku berurutan selalu konstan. Contoh: 2, 4, 6, 8, 10, … (selisih +2).
- Deret Geometri: Deret di mana rasio antara dua suku berurutan selalu konstan. Contoh: 2, 4, 8, 16, 32, … (rasio x2).
- Deret Bertingkat (Aritmatika Tingkat Tinggi): Deret di mana selisih antar suku tidak konstan, tetapi selisih dari selisih tersebut konstan. Ini adalah jenis yang paling sering membuat peserta bingung.
- Deret Kombinasi: Deret yang menggabungkan dua atau lebih pola (misalnya: 2, 3, 6, 7, 14, 15, …).
Pembahasan Lengkap: Deret 2, 6, 12, 20, 30, …
Mari kita bedah deret yang paling populer ini. Deret 2, 6, 12, 20, 30, … adalah contoh sempurna dari deret aritmatika tingkat dua.
- Langkah 1: Cari selisih antar suku (Suku ke-n dikurangi suku ke-n-1).
- 6 – 2 = 4
- 12 – 6 = 6
- 20 – 12 = 8
- 30 – 20 = 10
- Langkah 2: Perhatikan selisih yang didapat: 4, 6, 8, 10. Ternyata selisih ini membentuk deret aritmatika baru dengan selisih +2.
- Langkah 3: Maka, selisih berikutnya (antara suku ke-6 dan ke-7) adalah 10 + 2 = 12.
- Langkah 4: Suku berikutnya (suku ke-6) adalah 30 + 12 = 42.
Jadi, untuk deret 2, 6, 12, 20, 30, … jawabannya memang 42. Namun, mengapa ada yang mengatakan bukan 42? Karena dalam beberapa soal, deret mungkin memiliki pola yang berbeda atau ada kesalahan hitung. Misalnya, jika deret tersebut adalah 2, 6, 12, 20, 30, 42, … maka suku berikutnya adalah 56 (42 + 14). Jadi, jawabannya sangat bergantung pada posisi suku yang ditanyakan.
Contoh Deret Lain yang Sering Muncul
Berikut adalah beberapa contoh deret angka yang sering muncul di tes BUMN beserta penjelasannya:
| Deret Angka | Pola | Suku Berikutnya |
|---|---|---|
| 1, 1, 2, 3, 5, 8, … | Fibonacci (penjumlahan dua suku sebelumnya) | 13 |
| 1, 4, 9, 16, 25, … | Kuadrat bilangan bulat (1^2, 2^2, 3^2, …) | 36 |
| 1, 8, 27, 64, 125, … | Kubik bilangan bulat (1^3, 2^3, 3^3, …) | 216 |
| 2, 3, 5, 7, 11, 13, … | Bilangan prima | 17 |
| 1, 2, 6, 24, 120, … | Faktorial (1!, 2!, 3!, …) | 720 |
Trik Cepat Mengerjakan Deret Angka
Menghadapi deret angka di tes CAT yang berdurasi singkat membutuhkan trik cepat. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda gunakan:
- Tulis Selisih Antar Suku: Jangan hanya melihat angka secara global. Tulis selisihnya di kertas coretan. Ini adalah langkah paling dasar dan paling efektif.
- Cari Pola di Selisih: Perhatikan apakah selisihnya membentuk deret aritmatika, geometri, atau pola lainnya.
- Perhatikan Perkalian/Pembagian: Jika angka meningkat sangat cepat, kemungkinan polanya adalah perkalian (geometri) atau pangkat.
- Gunakan Logika: Jangan hanya menghitung; gunakan logika. Misalnya, jika deretnya adalah 2, 6, 12, 20, 30, Anda bisa melihat bahwa angka tersebut adalah n(n+1) untuk n=1, 2, 3, 4, 5. (1×2=2, 2×3=6, 3×4=12, dst).
- Latihan Rutin: Semakin sering Anda berlatih, semakin cepat Anda mengenali pola.
Kesalahan Umum dalam Mengerjakan Deret Angka
Banyak peserta yang gagal bukan karena tidak bisa menghitung, tetapi karena ceroboh. Berikut adalah kesalahan yang sering terjadi:
- Terlalu Cepat Menarik Kesimpulan: Melihat selisih pertama (4) dan langsung menganggap polanya +4, tanpa melihat selisih berikutnya.
- Salah Menghitung: Kesalahan aritmatika dasar seperti 6+4=10 (padahal seharusnya 12).
- Tidak Memperhatikan Posisi Suku: Menghitung suku ke-7 padahal yang ditanyakan adalah suku ke-8.
Mengapa Tes Deret Angka Diujikan?
Tes deret angka bukan sekadar menguji kemampuan matematika Anda. Ini adalah tes untuk mengukur kemampuan Anda dalam mengenali pola, berpikir sistematis, dan membuat prediksi. Di dunia kerja BUMN, kemampuan ini sangat penting. Misalnya, dalam menganalisis data tren penjualan, memprediksi pertumbuhan ekonomi, atau merencanakan kebutuhan logistik. Kemampuan ini sejalan dengan pentingnya memahami strategi penerapan sistem jaminan halal dan keamanan pangan di industri manufaktur roti nasional yang membutuhkan analisis sistematis terhadap setiap tahapan produksi.
Persiapan Menghadapi Tes Deret Angka
Persiapan terbaik untuk menghadapi tes deret angka adalah dengan berlatih secara rutin. Carilah kumpulan soal deret angka dari tahun-tahun sebelumnya. Kerjakan dengan batasan waktu. Di kawasan Bandung Raya, banyak toko buku yang menjual buku soal-soal BUMN dan CPNS yang lengkap dengan pembahasan deret angka. Selain itu, Anda juga bisa mengikuti grup belajar online di media sosial.
Tes deret angka BUMN bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Dengan memahami pola dan berlatih secara rutin, Anda bisa menaklukkannya dengan mudah. Mulailah dari yang sederhana, lalu tingkatkan ke deret yang lebih kompleks. Semoga pembahasan ini membantu Anda meraih skor maksimal di tes numerik BUMN!
Di Universitas Ma’soem, mahasiswa dibekali dengan kemampuan logika dan analisis yang kuat. Berlokasi strategis di Bandung Timur (Jatinangor, Sumedang) di samping gerbang tol Cileunyi, kampus ini memiliki 5 fakultas unggulan dan fasilitas modern. Filosofi “Cageur, Bageur, Pinter” dan program “Sambil Kuliah Jadi Pengusaha” mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan sistematis, kemampuan yang sangat dibutuhkan untuk menaklukkan soal deret angka dan tes numerik BUMN lainnya.
Info Kontak Universitas Ma’soem:
- No WhatsApp: 085185634253
- Instagram: @masoem_university
- Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




