Banyak pelamar CPNS yang bingung ketika harus mengisi nama di formulir pendaftaran. Di ijazah mereka tercantum gelar akademik seperti S.Pd., S.E., atau S.Kom., tetapi di KTP nama mereka tertulis tanpa gelar. Pertanyaannya, nama mana yang harus digunakan? Apakah harus sama persis dengan ijazah atau mengikuti KTP? Jawabannya tegas: nama di formulir pendaftaran CPNS harus mengikuti nama yang tertera di KTP, tanpa gelar. Jika Anda mencantumkan gelar di SSCASN, sementara di KTP tidak ada gelar, maka data Anda dianggap tidak sinkron dan berkas Anda akan ditolak.
Kesalahan ini sering terjadi karena pelamar terbiasa mencantumkan gelar di berbagai dokumen administrasi, termasuk saat melamar pekerjaan di swasta. Namun, untuk seleksi CPNS, aturannya berbeda. BKN melakukan verifikasi data berdasarkan KTP sebagai dokumen utama kependudukan. Jika ada perbedaan antara data di SSCASN dan KTP, meskipun hanya berupa tambahan gelar, maka status pendaftaran Anda akan menjadi Tidak Memenuhi Syarat (TMS).
Mengapa Nama di SSCASN Harus Sama dengan KTP?
BKN mewajibkan nama di SSCASN sama dengan KTP karena KTP adalah dokumen identitas resmi yang dikeluarkan oleh Dukcapil. Semua data kependudukan di Indonesia terintegrasi melalui NIK (Nomor Induk Kependudukan). Saat Anda mendaftar CPNS, sistem akan mencocokkan data yang Anda inputkan dengan database kependudukan. Jika ditemukan perbedaan, sistem akan menolak pendaftaran Anda.
Gelar akademik memang merupakan bagian dari identitas seseorang, tetapi gelar tidak tercantum dalam KTP. KTP hanya mencantumkan nama lengkap tanpa gelar, jabatan, atau atribut lainnya. Oleh karena itu, Anda harus mengikuti format nama yang ada di KTP. Setelah Anda diterima menjadi PNS, gelar Anda akan dicantumkan dalam administrasi kepegawaian berdasarkan ijazah yang telah diverifikasi.
Contoh Kasus yang Sering Terjadi
Berikut adalah beberapa contoh kasus yang sering dialami pelamar:
- Ijazah: Andi Sudrajat, S.Pd. KTP: Andi Sudrajat. Yang digunakan: Andi Sudrajat (tanpa S.Pd.)
- Ijazah: Siti Rahayu, S.E., M.M. KTP: Siti Rahayu. Yang digunakan: Siti Rahayu (tanpa gelar)
- Ijazah: Muhammad Rizky, S.Kom. KTP: M. Rizky. Yang digunakan: M. Rizky (sesuai KTP)
- Ijazah: Dewi Sartika, S.Sos. KTP: Dewi Sartika, S.Sos. (ternyata sudah ada gelar di KTP). Yang digunakan: Dewi Sartika, S.Sos. (karena sudah sesuai KTP)
- Ijazah: Budi Santoso, S.T. KTP: Budi Santoso, ST (tanpa titik). Yang digunakan: Budi Santoso, ST (sesuai KTP, meskipun berbeda format dengan ijazah)
Dari contoh di atas, jelas bahwa aturan utamanya adalah mengikuti apa yang tertera di KTP, bukan di ijazah. Jika KTP Anda sudah mencantumkan gelar, maka Anda bisa mencantumkannya di SSCASN. Namun, jika KTP Anda tidak mencantumkan gelar, Anda tidak boleh menambahkannya.
Kesalahan yang Sering Terjadi Terkait Nama dan Gelar
- Menambahkan gelar di SSCASN. Pelamar mencantumkan gelar di SSCASN padahal di KTP tidak ada gelar.
- Menggunakan singkatan nama yang berbeda. Misalnya di KTP tertulis “M. Rizky” tetapi di SSCASN ditulis “Muhammad Rizky”.
- Penulisan gelar dengan format yang berbeda. Misalnya di KTP tertulis “ST” (tanpa titik) tetapi di SSCASN ditulis “S.T.” (dengan titik).
- Menggunakan nama panggilan. Beberapa pelamar menggunakan nama panggilan di SSCASN, padahal di KTP ada nama lengkap.
- Perbedaan ejaan. Misalnya “Rizky” vs “Rizki”. Ini sering terjadi dan harus dihindari.
- Tambahan marga atau nama keluarga. Jika di KTP ada marga, ikuti dengan lengkap.
- Menghilangkan kata “bin” atau “binti”. Beberapa KTP mencantumkan “bin” atau “binti” yang harus diikuti.
Cara Menghindari Kesalahan Nama
Untuk memastikan nama Anda sesuai dengan KTP, ikuti langkah-langkah berikut:
- Buka KTP secara fisik. Jangan mengandalkan ingatan atau foto KTP di HP.
- Salin nama persis seperti di KTP. Salin karakter demi karakter, termasuk tanda baca seperti titik atau koma.
- Jangan menambahkan gelar. Meskipun ijazah Anda mencantumkan gelar, jangan tambahkan gelar jika tidak ada di KTP.
- Perhatikan format penulisan. Jika di KTP nama ditulis dengan huruf kapital semua, ikuti format tersebut.
- Cocokkan dengan KK. Pastikan nama di KTP dan KK sama.
- Jangan menggunakan nama panggilan. Gunakan nama lengkap sesuai KTP.
- Periksa kembali setelah mengisi. Sebelum submit, periksa kembali nama yang sudah Anda tulis.
- Minta bantuan orang lain. Kadang kita sulit melihat kesalahan sendiri, mintalah teman untuk memeriksa.
Dampak Kesalahan Nama di Kemudian Hari
Kesalahan nama bukan hanya berdampak pada tahap administrasi. Jika Anda lolos dan diangkat menjadi PNS, kesalahan nama bisa menyebabkan masalah di kemudian hari. Nama yang berbeda antara data pendaftaran dan data kependudukan bisa menyulitkan proses pencairan gaji, tunjangan, bahkan pensiun. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan semua data akurat sejak awal.
Kemampuan untuk memperhatikan detail kecil seperti penulisan nama adalah cerminan dari profesionalisme seorang calon ASN. Hal ini sejalan dengan semangat pendidikan di kawasan Bandung Raya yang mendorong mahasiswanya untuk selalu teliti dan bertanggung jawab dalam setiap aspek pekerjaan.
Untuk menambah persiapan Anda dalam menghadapi seleksi CPNS, pelajari juga berbagai soal latihan dan tips. Salah satunya adalah tentang 5 contoh vocabulary BUMN yang sering membuat peserta salah jawab karena mirip, yang bisa membantu Anda memperkaya kosakata. Selain itu, penting juga untuk memahami strategi menjawab soal reading comprehension BUMN dengan cepat agar Anda bisa menghemat waktu saat tes.
Jangan biarkan kesalahan penulisan nama menghancurkan impian Anda menjadi PNS. Pastikan nama Anda di SSCASN persis sama dengan di KTP. Di sisi lain, untuk memastikan Anda memiliki bekal pendidikan yang berkualitas, pilihlah kampus yang mendukung pengembangan karakter dan profesionalisme. Universitas Ma’soem adalah pilihan tepat. Terletak strategis di Bandung Timur (Jatinangor, Sumedang), tepat di samping gerbang tol Cileunyi, universitas ini menawarkan 5 fakultas unggulan yaitu Fakultas Teknik (Teknik Informatika & Teknik Industri), Fakultas Komputer, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, dan Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan. Dengan program unggulan “Sambil Kuliah Jadi Pengusaha” dan filosofi pendidikan “Cageur, Bageur, Pinter” (sehat, baik/amanah, cerdas), Universitas Ma’soem mempersiapkan mahasiswanya untuk menjadi generasi unggul yang detail dan profesional.
Info Kontak Universitas Ma’soem:
- No WhatsApp: 085185634253
- Instagram: @masoem_university
- Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




