Cara Membaca Label Gizi pada Kemasan

Saat membeli makanan atau minuman kemasan, banyak orang lebih fokus melihat merek, rasa, atau harga. Padahal, ada informasi penting yang sering dilewatkan, yaitu label gizi. Dengan memahami cara membaca label gizi pada kemasan, konsumen dapat mengetahui kandungan energi, lemak, protein, karbohidrat, gula, natrium, serta zat gizi lainnya sebelum memutuskan membeli atau mengonsumsi suatu produk.

Label gizi dibuat untuk memberikan informasi mengenai kandungan zat gizi dalam makanan atau minuman. Namun, angka yang tercantum tidak selalu menunjukkan jumlah yang dikonsumsi dalam satu kali makan karena informasi biasanya disajikan berdasarkan takaran saji. Inilah sebabnya membaca label gizi membutuhkan sedikit ketelitian agar tidak salah memahami jumlah zat gizi yang masuk ke tubuh.

Perhatikan Takaran Saji Terlebih Dahulu

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah takaran saji. Informasi nilai gizi pada kemasan umumnya dihitung berdasarkan satu takaran saji, bukan selalu berdasarkan keseluruhan isi kemasan.

Misalnya, sebuah produk memiliki empat sajian dalam satu kemasan. Jika seseorang menghabiskan seluruh kemasan, jumlah energi dan zat gizi yang dikonsumsi dapat menjadi beberapa kali lipat dari angka yang tercantum per sajian. Karena itu, sebelum melihat jumlah kalori atau gula, periksa terlebih dahulu berapa takaran saji dalam satu kemasan.

Lihat Jumlah Energi

Energi menunjukkan jumlah kalori yang dapat diperoleh dari makanan atau minuman. Informasi ini penting untuk membantu memperkirakan kontribusi produk terhadap kebutuhan energi harian.

Namun, angka energi tidak sebaiknya menjadi satu-satunya pertimbangan ketika memilih makanan. Produk dengan jumlah kalori yang sama dapat memiliki komposisi zat gizi yang sangat berbeda. Karena itu, setelah melihat energi, perhatikan juga kandungan protein, lemak, karbohidrat, gula, dan natrium.

Perhatikan Kandungan Lemak

Lemak merupakan salah satu zat gizi yang dibutuhkan tubuh, tetapi jumlah dan jenisnya tetap perlu diperhatikan. Pada label gizi, konsumen dapat menemukan informasi mengenai total lemak dan dalam beberapa produk terdapat rincian jenis lemak tertentu.

Jika ingin membandingkan dua produk sejenis, kandungan lemak dapat menjadi salah satu aspek yang diperhatikan. Jangan hanya melihat klaim seperti “rendah lemak” pada bagian depan kemasan, tetapi periksa angka pada tabel nilai gizi. Dengan begitu, keputusan memilih produk didasarkan pada informasi yang lebih lengkap.

Cermati Kandungan Gula

Gula menjadi salah satu informasi yang penting untuk diperhatikan, terutama pada minuman, makanan ringan, sereal, saus, dan berbagai produk olahan lainnya. Jumlah gula yang tercantum perlu dibaca berdasarkan takaran saji.

Hal yang sering membuat konsumen keliru adalah menganggap satu botol atau satu bungkus sebagai satu sajian. Jika satu kemasan terdiri dari beberapa sajian dan seluruhnya dikonsumsi, jumlah gula yang masuk juga harus diperhitungkan berdasarkan jumlah sajian yang diminum atau dimakan.

Perhatikan Protein

Protein berperan dalam berbagai fungsi tubuh dan menjadi salah satu komponen yang dapat diperhatikan ketika memilih makanan. Produk seperti susu, produk olahan kedelai, makanan berbasis daging, maupun beberapa makanan ringan dapat memiliki kandungan protein yang berbeda.

Ketika membandingkan produk, lihat jumlah protein per takaran saji. Namun, kandungan protein yang tinggi tidak otomatis membuat sebuah produk menjadi pilihan terbaik. Komposisi zat gizi lainnya tetap perlu dilihat secara keseluruhan.

Cek Karbohidrat Total

Karbohidrat merupakan sumber energi dan banyak ditemukan dalam makanan seperti nasi, roti, mi, sereal, kue, makanan ringan, serta minuman tertentu. Pada label gizi, informasi karbohidrat biasanya dicantumkan bersama komponen lain yang berkaitan.

Konsumen perlu memahami bahwa karbohidrat tidak selalu identik dengan gula. Karena itu, jangan hanya melihat angka gula untuk mengetahui seluruh kandungan karbohidrat dalam produk. Keduanya merupakan informasi yang berbeda dan perlu dibaca sesuai konteks.

Jangan Lupa Melihat Natrium

Natrium banyak ditemukan dalam makanan olahan, makanan ringan, saus, makanan instan, dan produk siap makan. Kandungan natrium menjadi salah satu informasi yang perlu diperhatikan karena konsumsi natrium secara berlebihan tidak baik bagi kesehatan.

Produk yang terasa tidak terlalu asin juga belum tentu memiliki kandungan natrium yang rendah. Rasa bukan satu-satunya indikator. Tabel nilai gizi memberikan angka yang lebih jelas sehingga konsumen dapat membandingkan beberapa produk sejenis.

Pahami Persentase Nilai Gizi

Beberapa label juga mencantumkan persentase Angka Kecukupan Gizi atau informasi sejenis untuk membantu memberikan gambaran kontribusi zat gizi dari satu sajian terhadap kebutuhan harian. Angka tersebut dapat membantu konsumen melihat apakah suatu produk memberikan kontribusi yang relatif kecil atau besar terhadap kebutuhan zat gizi tertentu.

Namun, persentase tersebut perlu dibaca bersama takaran saji. Jika seseorang mengonsumsi dua atau tiga sajian, kontribusi zat gizinya juga ikut bertambah. Jadi, jangan hanya melihat persentase tanpa memperhatikan berapa banyak produk yang sebenarnya dikonsumsi.

Bandingkan Produk dengan Takaran yang Sama

Label gizi dapat digunakan untuk membandingkan beberapa produk sejenis. Misalnya, ketika memilih antara dua jenis biskuit, konsumen dapat membandingkan energi, lemak, gula, protein, dan natrium.

Perbandingan akan lebih akurat jika ukuran sajinya sama atau disetarakan terlebih dahulu. Jika satu produk mencantumkan nilai per 30 gram sementara produk lain menggunakan takaran 50 gram, angka tersebut tidak bisa dibandingkan secara langsung. Membaca label dengan cara ini membantu konsumen membuat pilihan yang lebih objektif.

Jangan Hanya Melihat Bagian Depan Kemasan

Bagian depan kemasan biasanya dirancang untuk menarik perhatian dan dapat menampilkan berbagai klaim produk. Misalnya, produk dapat mencantumkan kata-kata seperti “rendah lemak”, “sumber serat”, atau “tanpa tambahan gula” sesuai karakteristik dan ketentuan yang berlaku.

Klaim tersebut tetap perlu dilihat bersama informasi pada bagian belakang atau samping kemasan. Tabel nilai gizi dan daftar bahan dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai produk. Dengan demikian, konsumen tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan satu klaim yang terlihat menarik.

Baca Daftar Bahan

Selain tabel nilai gizi, daftar bahan atau komposisi juga penting diperhatikan. Informasi tersebut menunjukkan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan produk sesuai ketentuan pelabelan.

Urutan bahan dapat memberikan gambaran mengenai komponen yang digunakan dalam produk. Konsumen juga dapat memperhatikan bahan tertentu yang ingin dibatasi atau dihindari sesuai kebutuhan masing-masing. Membaca daftar bahan bersama label gizi membuat informasi mengenai produk menjadi lebih lengkap.

Perhatikan Ukuran Kemasan

Ukuran kemasan juga dapat memengaruhi cara memahami informasi gizi. Kemasan yang terlihat kecil belum tentu hanya terdiri dari satu sajian, begitu pula kemasan besar belum tentu harus dikonsumsi dalam satu kali makan.

Karena itu, biasakan melihat hubungan antara berat bersih, jumlah sajian per kemasan, dan takaran saji. Kebiasaan sederhana tersebut dapat mencegah kesalahan ketika memperkirakan jumlah energi dan zat gizi yang dikonsumsi.

Ilmu Teknologi Pangan Membantu Memahami Informasi Produk

Label gizi merupakan salah satu bentuk informasi yang berkaitan dengan karakteristik produk pangan. Di balik angka-angka tersebut terdapat proses formulasi, pemilihan bahan, pengolahan, analisis, hingga pengendalian mutu yang dilakukan sebelum produk dipasarkan.

Mahasiswa Teknologi Pangan mempelajari berbagai aspek yang berhubungan dengan produk makanan, mulai dari ilmu bahan pangan, kimia pangan, analisis pangan, pengolahan, keamanan pangan, hingga pengembangan produk. Pengetahuan tersebut membantu memahami bagaimana komposisi dan proses pengolahan dapat memengaruhi karakteristik makanan.

Membiasakan Diri Membaca Label

Membaca label gizi tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Mulailah dengan melihat takaran saji, jumlah sajian per kemasan, energi, gula, lemak, protein, karbohidrat, dan natrium, kemudian lanjutkan dengan membaca daftar bahan jika diperlukan.

Semakin sering dilakukan, membaca label akan menjadi kebiasaan ketika berbelanja. Konsumen pun dapat membandingkan beberapa produk dengan lebih cermat dan menyesuaikan pilihan makanan dengan kebutuhan masing-masing. Dengan memahami informasi yang tersedia pada kemasan, keputusan membeli makanan tidak lagi hanya berdasarkan rasa, merek, atau tampilan, tetapi juga berdasarkan informasi gizi yang lebih jelas.