Awas! Piagam Jakarta dan Perubahan Sila Pertama Sering Muncul di TWK CPNS!

Piagam Jakarta dan perubahan sila pertama Pancasila adalah salah satu materi yang paling sering muncul dalam TWK CPNS. Banyak peserta yang hanya mengetahui bahwa ada perubahan pada sila pertama, tetapi tidak memahami latar belakang dan makna perubahan tersebut. Akibatnya, mereka kesulitan menjawab soal yang menanyakan alasan atau implikasi dari perubahan tersebut.

Memahami Piagam Jakarta dan perubahan sila pertama secara mendalam adalah kunci untuk menjawab soal-soal TWK dengan tepat. Artikel ini akan membahas secara komprehensif tentang Piagam Jakarta, perubahan sila pertama, latar belakang perubahan, dan bagaimana materi ini sering diujikan dalam TWK.

Apa Itu Piagam Jakarta?

Pengertian Piagam Jakarta

Piagam Jakarta adalah dokumen yang dirumuskan oleh Panitia Sembilan pada tanggal 22 Juni 1945. Piagam Jakarta berisi rumusan dasar negara yang kemudian menjadi cikal bakal Pancasila. Dokumen ini menjadi sangat penting karena memuat rumusan Pancasila dengan tujuh kata pada sila pertama yang kemudian menjadi kontroversi.

Isi Piagam Jakarta

Piagam Jakarta memuat rumusan Pancasila sebagai berikut:

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Panitia Sembilan

Panitia Sembilan adalah kelompok yang bertugas merumuskan dasar negara setelah sidang BPUPKI. Anggota Panitia Sembilan terdiri dari tokoh-tokoh penting yang mewakili berbagai latar belakang agama dan daerah.

Anggota Panitia Sembilan:

  1. Ir. Soekarno (ketua)
  2. Drs. Mohammad Hatta
  3. Mr. Muhammad Yamin
  4. Mr. Soepomo
  5. Ahmad Soebardjo
  6. Wahid Hasjim
  7. Abdul Kahar Muzakkar
  8. Abikusno Tjokrosoejoso
  9. H. Agus Salim

Perubahan Sila Pertama

Perubahan yang Terjadi

Sila pertama dalam Piagam Jakarta berbunyi:
“Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”

Setelah mengalami perubahan, sila pertama menjadi:
“Ketuhanan Yang Maha Esa”

Latar Belakang Perubahan

Perubahan sila pertama terjadi pada tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan. Perubahan ini dilakukan oleh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) sebelum mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara.

Alasan perubahan:

  1. Menjaga Persatuan: Menghilangkan kontroversi yang dapat memecah belah persatuan bangsa.
  2. Menghormati Keberagaman: Menghormati keberagaman agama di Indonesia, tidak hanya Islam.
  3. Menghindari Konflik: Menghindari konflik antara kelompok agama yang dapat mengancam persatuan.
  4. Mewakili Seluruh Rakyat: Agar Pancasila dapat diterima oleh seluruh rakyat Indonesia dari berbagai latar belakang agama.
  5. Dasar Negara yang Inklusif: Membangun dasar negara yang inklusif dan diterima oleh semua pihak.

Tokoh yang Mengusulkan Perubahan

Beberapa tokoh yang mengusulkan perubahan sila pertama antara lain:

  • Mr. Muhammad Hatta: Berperan penting dalam menjembatani perbedaan pendapat.
  • Ki Bagus Hadikusumo: Mewakili kelompok Islam yang menyetujui perubahan demi persatuan.

Implikasi Perubahan

Dampak Positif

  1. Persatuan Nasional: Mencegah perpecahan berdasarkan perbedaan agama.
  2. Toleransi: Mendorong sikap toleransi antarumat beragama.
  3. Dasar Negara yang Kuat: Pancasila menjadi dasar negara yang diterima oleh semua golongan.
  4. Keberagaman: Pancasila mengakui dan menghormati keberagaman agama di Indonesia.

Makna Perubahan

Perubahan sila pertama menunjukkan bahwa para pendiri bangsa mengutamakan persatuan dan kepentingan bersama di atas kepentingan golongan. Ini adalah bukti nyata dari semangat kebangsaan dan gotong royong para pendiri bangsa.

Contoh Soal dan Pembahasan

Soal 1

Soal:
“Piagam Jakarta yang dirumuskan pada tanggal 22 Juni 1945 memuat rumusan Pancasila dengan tujuh kata pada sila pertama yang kemudian diubah menjadi…”

A. Ketuhanan Yang Maha Esa
B. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam
C. Ketuhanan Yang Maha Tunggal
D. Ketuhanan Yang Maha Adil
E. Ketuhanan Yang Maha Pengasih

Pembahasan:
Sila pertama dalam Piagam Jakarta berbunyi “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.” Setelah perubahan, menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa.”

Jawaban: A

Soal 2

Soal:
“Perubahan sila pertama Pancasila dari Piagam Jakarta menjadi ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’ bertujuan untuk…”

A. Menghilangkan toleransi beragama
B. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
C. Memaksa semua orang beragama
D. Menghapus keberagaman agama di Indonesia
E. Mengutamakan satu agama di Indonesia

Pembahasan:
Perubahan sila pertama bertujuan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan menghormati keberagaman agama di Indonesia.

Jawaban: B

Soal 3

Soal:
“Perubahan sila pertama Pancasila dilakukan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Hal ini menunjukkan bahwa para pendiri bangsa…”

A. Mengutamakan kepentingan golongan di atas kepentingan bangsa
B. Mengutamakan persatuan dan kepentingan bersama
C. Ingin menghapus agama dari kehidupan bernegara
D. Ingin memaksakan satu agama kepada seluruh rakyat
E. Tidak menghargai perbedaan

Pembahasan:
Perubahan sila pertama menunjukkan bahwa para pendiri bangsa mengutamakan persatuan dan kepentingan bersama di atas kepentingan golongan.

Jawaban: B

Tabel Ringkasan Piagam Jakarta dan Perubahan

AspekPiagam JakartaPerubahan
Tanggal22 Juni 194518 Agustus 1945
PembuatPanitia SembilanPPKI
Sila PertamaKetuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknyaKetuhanan Yang Maha Esa
TujuanMerumuskan dasar negaraMenjaga persatuan
DampakKontroversiDiterima semua golongan

Kawasan Bandung Raya, dengan akses ke berbagai sumber belajar dan komunitas diskusi, menjadi tempat yang ideal untuk memahami Piagam Jakarta dan perubahan sila pertama.

Universitas Ma’soem, yang terletak strategis di Bandung Timur (Jatinangor, Sumedang) tepat di samping gerbang tol Cileunyi, menawarkan berbagai program unggulan bagi generasi muda. Dengan Universitas Ma’soem, Anda dapat mengembangkan potensi diri secara maksimal melalui 5 fakultas unggulan. Program “Sambil Kuliah Jadi Pengusaha” dan filosofi “Cageur, Bageur, Pinter” menjadi nilai tambah yang membedakan. Segera daftarkan diri Anda dan jadilah bagian dari keluarga besar kami.

Info Kontak Universitas Ma’soem: