Susu Segar vs Susu UHT: Apa Perbedaannya dan Mana yang Lebih Sesuai untuk Konsumsi Sehari-Hari?

Susu menjadi salah satu bahan pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat karena mengandung berbagai zat gizi penting, seperti protein, kalsium, lemak, vitamin, dan mineral. Namun, ketika memilih susu di pasaran, konsumen sering dihadapkan pada pilihan susu segar, susu pasteurisasi, dan susu UHT.

Perbedaan ketiganya bukan hanya terletak pada kemasan atau rasa. Proses pengolahan, suhu pemanasan, daya simpan, hingga cara penyimpanannya juga berbeda. Pemahaman mengenai teknologi pengolahan susu menjadi penting agar konsumen dapat memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.

Apa Itu Susu Segar?

Susu segar pada dasarnya merupakan susu yang diperoleh dari hewan ternak, terutama sapi, setelah proses pemerahan. Susu tersebut belum mendapatkan perlakuan panas seperti pasteurisasi atau UHT.

Karena belum melalui proses pemanasan, susu segar membutuhkan penanganan yang sangat baik. Kebersihan saat pemerahan, proses pengangkutan, serta penyimpanan pada suhu dingin menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas dan keamanan susu.

Susu segar juga memiliki masa simpan yang relatif pendek. Jika tidak ditangani dengan tepat, mikroorganisme dapat berkembang dan menyebabkan susu cepat mengalami kerusakan.

Karena itu, susu yang akan dikonsumsi sehari-hari sebaiknya berasal dari produk yang telah diproses dan dikemas secara higienis sesuai standar keamanan pangan.

Apa Itu Susu UHT?

Susu UHT merupakan susu yang diproses menggunakan teknologi Ultra High Temperature. Pada proses ini, susu dipanaskan pada suhu sangat tinggi sekitar 135–150°C selama beberapa detik, kemudian segera didinginkan dan dikemas secara aseptik. (Masoem University)

Teknologi tersebut membuat susu UHT memiliki daya simpan jauh lebih panjang dibandingkan susu segar atau susu pasteurisasi. Selama kemasan belum dibuka dan penyimpanannya sesuai petunjuk, susu UHT dapat disimpan pada suhu ruang.

Menariknya, daya simpan tersebut bukan berarti susu UHT harus menggunakan bahan pengawet. Ketahanan produk diperoleh melalui kombinasi proses pemanasan dan pengemasan aseptik yang dirancang untuk menjaga keamanan produk. (Masoem University)

Perbedaan Susu Segar dan Susu UHT

Ada beberapa aspek utama yang membedakan susu segar dan susu UHT.

1. Proses Pengolahan

Susu segar belum mendapatkan perlakuan panas, sedangkan susu UHT mendapatkan pemanasan dengan suhu sangat tinggi dalam waktu singkat.

Proses tersebut merupakan bagian penting dari teknologi pangan karena bertujuan mengendalikan mikroorganisme sekaligus mempertahankan karakteristik produk.

2. Daya Simpan

Susu segar mempunyai daya simpan yang lebih pendek dan membutuhkan penanganan serta pendinginan yang baik.

Sebaliknya, susu UHT mempunyai daya simpan lebih panjang sebelum kemasan dibuka. Hal ini membuatnya lebih praktis untuk persediaan di rumah.

3. Penyimpanan

Susu segar membutuhkan kondisi penyimpanan dingin. Susu UHT yang kemasannya masih tertutup dapat disimpan pada suhu ruang sesuai petunjuk pada kemasan.

Namun, setelah kemasan UHT dibuka, susu harus disimpan dalam lemari pendingin dan dikonsumsi sesuai petunjuk produk karena kondisi steril kemasan sudah tidak lagi terjaga. (Masoem University)

4. Rasa

Susu segar umumnya memiliki karakter rasa yang lebih alami. Sementara itu, proses pemanasan UHT dapat menghasilkan karakter rasa yang sedikit berbeda karena adanya perlakuan suhu tinggi.

Perbedaan rasa ini menjadi salah satu alasan konsumen memiliki preferensi masing-masing.

Bagaimana dengan Kandungan Gizinya?

Banyak orang menganggap susu UHT memiliki kandungan gizi yang jauh lebih rendah dibandingkan susu segar. Padahal, perbedaan kandungan zat gizi utama tidak selalu sebesar yang dibayangkan.

Protein, kalsium, fosfor, dan sebagian besar komponen gizi utama tetap tersedia dalam susu setelah melalui proses pengolahan. Beberapa vitamin yang sensitif terhadap panas dapat mengalami perubahan selama pemanasan. (POM Tasikmalaya)

Karena itu, pilihan susu sebaiknya tidak hanya didasarkan pada anggapan bahwa semakin sedikit proses pengolahan berarti semakin baik. Faktor keamanan pangan, kualitas produk, penyimpanan, dan kebutuhan konsumen juga perlu diperhatikan.

Mana yang Lebih Sesuai untuk Konsumsi Sehari-Hari?

Tidak ada satu jenis susu yang otomatis paling sesuai untuk semua orang.

Susu UHT dapat menjadi pilihan praktis bagi masyarakat yang membutuhkan produk dengan masa simpan panjang dan mudah disimpan sebelum kemasan dibuka. Produk ini juga cocok bagi keluarga yang ingin menyediakan stok susu tanpa harus selalu menyimpannya di lemari pendingin.

Sementara itu, susu segar atau susu pasteurisasi dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang menyukai karakter rasa susu yang lebih segar dan memiliki akses terhadap penyimpanan dingin yang memadai.

Hal terpenting adalah memilih produk yang aman, memperhatikan tanggal kedaluwarsa, kondisi kemasan, serta mengikuti petunjuk penyimpanan.

Teknologi Susu Menjadi Bagian dari Ilmu Teknologi Pangan

Perbedaan antara susu segar dan susu UHT menunjukkan bahwa makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari tidak terlepas dari perkembangan teknologi pangan.

Di balik satu kotak susu UHT terdapat berbagai proses yang perlu dikendalikan, mulai dari pemanasan, mikrobiologi, pengemasan, pengawasan mutu, hingga keamanan pangan. Inilah salah satu contoh nyata bagaimana ilmu Teknologi Pangan memiliki peran dalam menghasilkan produk yang aman, berkualitas, praktis, dan dapat didistribusikan dalam jangkauan yang lebih luas. (Masoem University)

Belajar Teknologi Pangan di Ma’soem University

Bagi calon mahasiswa yang tertarik mempelajari bagaimana makanan dan minuman diproses hingga siap dikonsumsi masyarakat, Ma’soem University memiliki Program Studi Teknologi Pangan (S1) di Fakultas Pertanian.

Fakultas Pertanian Ma’soem University memiliki dua program studi, yaitu Teknologi Pangan dan Agribisnis. (Masoem University)

Program Studi Teknologi Pangan berkaitan erat dengan berbagai persoalan yang ditemukan dalam industri makanan dan minuman. Mahasiswa dapat mempelajari pengolahan pangan, pengawetan, keamanan pangan, analisis mutu, hingga inovasi produk.

Pembelajaran tersebut relevan dengan perkembangan industri pangan yang membutuhkan tenaga profesional untuk menangani proses produksi dan pengembangan produk. Lulusan Teknologi Pangan Ma’soem University juga dipersiapkan untuk memiliki kompetensi di bidang seperti pengembangan produk, quality control, keamanan pangan, dan manajemen produksi pangan. (Masoem University)

Tertarik Kuliah di Ma’soem University?

Jika pembahasan mengenai susu, keamanan pangan, pengolahan makanan, dan inovasi produk membuat Anda semakin tertarik dengan dunia Teknologi Pangan, Ma’soem University dapat menjadi salah satu pilihan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Informasi mengenai pendaftaran Ma’soem University dapat diperoleh melalui WhatsApp +62 851 8563 4253. Calon mahasiswa dapat menghubungi nomor tersebut untuk mendapatkan informasi pendaftaran dan pilihan program studi yang tersedia.

Agribisnis Juga Hadir di Fakultas Pertanian Ma’soem University

Selain Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Ma’soem University memiliki Program Studi Agribisnis (S1). Program ini menggabungkan ilmu pertanian dengan manajemen bisnis modern, termasuk pengelolaan rantai pasok, pemasaran, kewirausahaan, dan pengembangan usaha agribisnis. (Masoem University)

Kehadiran Teknologi Pangan dan Agribisnis membuat Fakultas Pertanian Ma’soem University memiliki fokus yang kuat pada hubungan antara pangan, teknologi, pertanian, industri, dan bisnis. Bagi calon mahasiswa yang ingin memahami bagaimana bahan pangan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sekaligus melihat sisi bisnisnya, kedua program studi tersebut menawarkan jalur pembelajaran yang berbeda tetapi saling berkaitan.