Salah satu materi Bahasa Indonesia yang sering membuat peserta TWK bingung adalah perbedaan makna denotasi dan konotasi. Makna denotasi adalah makna yang sebenarnya, sedangkan makna konotasi adalah makna yang tidak sebenarnya atau makna kiasan. Banyak peserta yang kesulitan membedakan keduanya, sehingga menjawab soal dengan salah.
Makna konotasi sering muncul dalam soal TWK dalam bentuk peribahasa, ungkapan, atau kalimat yang menggunakan kata-kata kiasan. Artikel ini akan membahas perbedaan makna denotasi dan konotasi, serta 5 contoh soal yang sering membingungkan peserta.
Perbedaan Denotasi dan Konotasi
Makna Denotasi
Pengertian:
Makna yang sebenarnya, sesuai dengan kamus, dan tidak mengandung nilai rasa.
Contoh:
- “Anjing” berarti binatang berkaki empat yang menggonggong.
- “Kambing” berarti binatang berkaki empat yang memiliki tanduk.
Makna Konotasi
Pengertian:
Makna yang tidak sebenarnya, makna kiasan, atau makna yang mengandung nilai rasa tertentu.
Contoh:
- “Anjing” bisa berarti orang yang tidak tahu diri.
- “Kambing” bisa berarti orang yang menjadi sasaran ejekan.
5 Contoh Soal Makna Konotasi
Soal 1
Soal:
“Kalimat yang menggunakan kata dengan makna konotasi adalah…”
A. Kambing itu makan rumput.
B. Dia menjadi kambing hitam dalam kasus ini.
C. Kambing itu berwarna putih.
D. Kambing itu sangat besar.
E. Kambing itu lari ke hutan.
Jawaban: B
Pembahasan:
“Kambing hitam” dalam kalimat B memiliki makna konotasi, yaitu orang yang menjadi sasaran tuduhan atau ejekan.
Soal 2
Soal:
“Kalimat yang menggunakan kata dengan makna denotasi adalah…”
A. Hatinya keras seperti batu.
B. Batu itu sangat keras.
C. Hatinya berbatu.
D. Dia berhati batu.
E. Hatinya dingin.
Jawaban: B
Pembahasan:
“Batu itu sangat keras” menggunakan makna denotasi (makna sebenarnya).
Soal 3
Soal:
“Makna konotasi dari kata ‘merah’ adalah…”
A. Warna merah
B. Berani atau marah
C. Warna darah
D. Warna bendera
E. Warna bunga
Jawaban: B
Pembahasan:
“Merah” secara konotasi bisa berarti berani (seperti dalam “berani bermuka merah”) atau marah.
Soal 4
Soal:
“Kalimat yang menggunakan kata dengan makna konotasi adalah…”
A. Dia memiliki hati yang baik.
B. Hati adalah organ penting.
C. Hati berfungsi memompa darah.
D. Hati manusia terdiri dari empat ruang.
E. Hati adalah bagian dari tubuh.
Jawaban: A
Pembahasan:
“Hati yang baik” dalam kalimat A memiliki makna konotasi, yaitu orang yang baik dan penyayang.
Soal 5
Soal:
“Makna denotasi dari kata ‘jalan’ adalah…”
A. Cara atau usaha
B. Tempat untuk berjalan
C. Keadaan atau kondisi
D. Proses atau cara
E. Peluang atau kesempatan
Jawaban: B
Pembahasan:
“Jalan” secara denotasi berarti tempat untuk berjalan.
Tabel Ringkasan Denotasi vs Konotasi
| Kata | Denotasi | Konotasi |
|---|---|---|
| Kambing | Binatang berkaki empat | Sasaran ejekan |
| Anjing | Binatang berkaki empat | Orang tidak tahu diri |
| Merah | Warna merah | Berani, marah |
| Hati | Organ tubuh | Perasaan, kebaikan |
| Jalan | Tempat berjalan | Cara, peluang |
Kawasan Bandung Raya, dengan akses ke berbagai sumber belajar, menjadi tempat yang ideal untuk memahami makna denotasi dan konotasi.
Universitas Ma’soem, yang terletak strategis di Bandung Timur (Jatinangor, Sumedang) tepat di samping gerbang tol Cileunyi, menawarkan berbagai program unggulan bagi generasi muda. Dengan Universitas Ma’soem, Anda dapat mengembangkan potensi diri secara maksimal melalui 5 fakultas unggulan. Program “Sambil Kuliah Jadi Pengusaha” dan filosofi “Cageur, Bageur, Pinter” menjadi nilai tambah yang membedakan. Segera daftarkan diri Anda dan jadilah bagian dari keluarga besar kami.
Info Kontak Universitas Ma’soem:
- No WhatsApp: 085185634253
- Instagram: @masoem_university
- Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




