Literasi Digital Bukan Sekadar Bisa Pakai Gadget, Ini Kemampuan yang Sebenarnya Dibutuhkan

Kemampuan menggunakan gadget sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Smartphone, laptop, tablet, dan berbagai platform digital digunakan untuk belajar, bekerja, berkomunikasi, mencari informasi, hingga melakukan transaksi. Namun, seseorang yang mampu mengoperasikan perangkat digital belum tentu memiliki literasi digital yang baik.

Literasi digital memiliki cakupan yang lebih luas. Kemampuan ini berkaitan dengan cara seseorang mencari, memahami, menilai, menggunakan, membuat, dan membagikan informasi melalui teknologi digital secara tepat dan bertanggung jawab. Karena itu, literasi digital semakin penting bagi pelajar dan mahasiswa yang setiap hari berhadapan dengan berbagai sumber informasi di internet.

Apa Itu Literasi Digital?

Literasi digital dapat dipahami sebagai kemampuan untuk menggunakan teknologi dan informasi digital secara efektif, kritis, aman, dan bertanggung jawab. Pengguna tidak hanya dituntut mengetahui cara membuka aplikasi atau menggunakan fitur tertentu, tetapi juga perlu memahami dampak dari aktivitas yang dilakukan di ruang digital.

Misalnya, seorang mahasiswa mungkin sudah terbiasa mencari referensi melalui mesin pencari. Namun, kemampuan tersebut belum cukup jika ia langsung menggunakan informasi dari situs yang tidak jelas sebagai sumber tugas. Literasi digital membuat seseorang mampu mempertanyakan asal informasi, melihat kredibilitas sumber, serta membandingkannya dengan sumber lain.

Kemampuan tersebut menjadi semakin penting karena internet menyediakan informasi dalam jumlah sangat besar. Tidak semuanya benar, relevan, atau dibuat berdasarkan sumber yang dapat dipercaya.

1. Mampu Mencari Informasi Secara Efektif

Kemampuan pertama yang dibutuhkan adalah mengetahui cara mencari informasi secara tepat. Pengguna perlu memahami kata kunci yang sesuai agar hasil pencarian lebih relevan.

Dalam konteks pendidikan, misalnya, pencarian referensi untuk tugas tidak cukup hanya mengetik topik secara umum. Mahasiswa dapat menggunakan kata kunci yang lebih spesifik, mencari jurnal berdasarkan topik, tahun publikasi, atau nama peneliti, serta memanfaatkan database akademik.

Kemampuan mencari informasi juga mencakup pemahaman bahwa hasil pencarian pertama bukan selalu sumber yang paling baik. Pengguna perlu mengevaluasi beberapa sumber sebelum menentukan informasi yang akan digunakan.

2. Bisa Menilai Apakah Informasi Dapat Dipercaya

Internet membuat siapa saja dapat membuat dan menyebarkan informasi. Kondisi ini memberikan banyak manfaat, tetapi juga meningkatkan risiko munculnya hoaks, informasi yang menyesatkan, dan konten yang tidak memiliki dasar yang jelas.

Literasi digital membantu seseorang melakukan pemeriksaan sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi. Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:

  • Siapa yang membuat atau menerbitkan informasi tersebut?
  • Apakah sumbernya jelas?
  • Kapan informasi tersebut diterbitkan?
  • Apakah terdapat data atau referensi yang mendukung?
  • Apakah informasi serupa diberitakan oleh sumber terpercaya lainnya?
  • Apakah judulnya sengaja dibuat provokatif untuk menarik perhatian?

Kebiasaan melakukan verifikasi sederhana dapat membantu pengguna menghindari penyebaran informasi yang keliru.

3. Memahami Etika dalam Ruang Digital

Kemampuan menggunakan teknologi juga perlu diikuti oleh kesadaran mengenai etika. Interaksi di media sosial tetap membutuhkan sikap menghargai orang lain.

Menggunakan bahasa yang sopan, tidak menyebarkan data pribadi orang lain, tidak melakukan perundungan daring, serta meminta izin sebelum menggunakan karya seseorang merupakan bagian dari perilaku digital yang bertanggung jawab.

Hal ini juga berlaku dalam lingkungan akademik. Mahasiswa perlu memahami bahwa mengambil tulisan orang lain tanpa mencantumkan sumber merupakan tindakan yang berbeda dari sekadar mencari referensi di internet.

4. Menjaga Keamanan Data Pribadi

Literasi digital juga berkaitan erat dengan keamanan. Banyak aktivitas sehari-hari membutuhkan akun digital yang menyimpan informasi pribadi, sehingga pengguna perlu memahami cara melindunginya.

Beberapa kebiasaan dasar yang penting antara lain:

  • Menggunakan kata sandi yang kuat dan tidak mudah ditebak.
  • Tidak memberikan kode OTP kepada orang lain.
  • Berhati-hati saat membuka tautan yang mencurigakan.
  • Memeriksa alamat situs sebelum memasukkan informasi pribadi.
  • Mengaktifkan autentikasi tambahan jika tersedia.
  • Tidak sembarangan membagikan data pribadi di media sosial.

Kesadaran keamanan menjadi penting karena penipuan digital dapat memanfaatkan kelengahan pengguna, bukan hanya kelemahan teknologi.

5. Mampu Menggunakan Teknologi untuk Belajar dan Bekerja

Literasi digital tidak berhenti pada kemampuan mengonsumsi informasi. Pengguna juga perlu mampu memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Pelajar dan mahasiswa dapat menggunakan berbagai perangkat digital untuk membuat presentasi, mengolah dokumen, berkolaborasi dalam tugas kelompok, mengelola referensi, melakukan komunikasi akademik, hingga mempresentasikan hasil pekerjaan.

Kemampuan tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Tidak semua aplikasi harus dikuasai. Yang lebih penting adalah mengetahui teknologi mana yang dapat membantu menyelesaikan suatu pekerjaan secara efektif.

6. Memahami Penggunaan AI Secara Bijak

Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuat literasi digital semakin luas. AI dapat membantu mencari ide, menjelaskan konsep, menyusun kerangka tulisan, atau mendukung proses belajar. Namun, hasil yang diberikan AI tetap perlu diperiksa.

Pengguna perlu memahami bahwa teknologi AI dapat menghasilkan jawaban yang keliru atau tidak sesuai konteks. Karena itu, kemampuan memeriksa fakta, membandingkan sumber, dan menggunakan penalaran sendiri tetap diperlukan.

Dalam dunia pendidikan, penggunaan AI juga perlu memperhatikan aturan akademik. Teknologi sebaiknya menjadi alat bantu untuk meningkatkan proses belajar, bukan menggantikan seluruh proses berpikir dan mengerjakan tugas.

Literasi Digital Penting bagi Mahasiswa

Mahasiswa menghadapi kebutuhan digital yang lebih kompleks dibandingkan sekadar menggunakan media sosial. Mereka perlu mencari referensi akademik, berkomunikasi melalui platform digital, mengerjakan tugas, mengikuti pembelajaran daring, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Lingkungan perguruan tinggi dapat menjadi tempat untuk mengembangkan kemampuan tersebut melalui aktivitas pembelajaran dan berbagai tugas yang mendorong mahasiswa mencari serta mengolah informasi secara mandiri.

Ma’soem University, sebagai salah satu kampus swasta di Bandung, juga relevan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan akademik sekaligus beradaptasi terhadap kebutuhan pembelajaran di era digital. Penguasaan teknologi dapat menjadi bagian dari keterampilan pendukung mahasiswa selama menjalani proses pendidikan.

Bagi mahasiswa di bidang pendidikan, literasi digital juga berkaitan dengan kesiapan menggunakan teknologi dalam lingkungan pembelajaran. Di FKIP Ma’soem University, terdapat dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Kemampuan memahami informasi digital dapat menjadi keterampilan pendukung bagi mahasiswa kedua bidang tersebut, terutama ketika teknologi digunakan dalam proses belajar, komunikasi, dan pencarian sumber pembelajaran.

Literasi Digital Perlu Dibangun dari Kebiasaan

Literasi digital tidak terbentuk hanya karena seseorang sering menggunakan internet. Kemampuan tersebut berkembang melalui kebiasaan menggunakan teknologi secara sadar.

Saat menerima informasi, misalnya, pengguna dapat membiasakan diri berhenti sejenak sebelum membagikannya. Saat mengerjakan tugas, pengguna dapat memeriksa sumber sebelum memasukkan informasi ke dalam tulisan. Saat menggunakan media sosial, pengguna dapat mempertimbangkan apakah konten yang dibagikan aman dan pantas untuk dikonsumsi publik.

Pada akhirnya, kemampuan digital yang dibutuhkan bukan sekadar seberapa cepat seseorang mengoperasikan gadget. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi digunakan untuk mencari informasi, berpikir kritis, berkomunikasi, menghasilkan karya, menjaga keamanan, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Informasi Ma’soem University:
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com