Pernahkah kamu mengingat percakapan lucu bersama teman beberapa tahun lalu, tetapi justru lupa materi yang baru saja dipelajari kemarin? Kondisi ini cukup umum terjadi. Otak manusia tidak menyimpan semua informasi dengan tingkat perhatian yang sama. Hal-hal yang dianggap menarik, menyenangkan, mengejutkan, atau memiliki keterlibatan emosional sering kali lebih mudah melekat dalam ingatan.
Fenomena tersebut berkaitan erat dengan cara kerja memori, perhatian, emosi, dan proses belajar. Karena itu, kesulitan mengingat materi pelajaran tidak selalu berarti seseorang memiliki daya ingat yang buruk. Bisa jadi, informasi yang dipelajari belum mendapatkan perhatian dan keterlibatan yang cukup untuk tersimpan secara kuat dalam memori.
Mengapa Hal yang Menyenangkan Lebih Mudah Diingat?
Ketika seseorang mengalami sesuatu yang menyenangkan, otak tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memproses pengalaman tersebut melalui respons emosional. Pengalaman yang melibatkan emosi cenderung mendapatkan perhatian lebih besar dibandingkan informasi yang dianggap biasa atau monoton.
Misalnya, seseorang mungkin sulit mengingat seluruh materi dari satu pertemuan kuliah, tetapi masih ingat kejadian lucu yang terjadi di kelas pada hari yang sama. Peristiwa tersebut memiliki unsur emosional dan berbeda dari rutinitas sehingga lebih mudah menjadi perhatian.
Hal serupa dapat terjadi ketika belajar. Materi yang disampaikan melalui cerita, permainan, diskusi, contoh nyata, atau aktivitas yang relevan sering terasa lebih mudah diingat dibandingkan materi yang hanya dibaca berulang-ulang.
Perhatian Menjadi Langkah Awal dalam Mengingat
Sebelum informasi dapat dipelajari dan diingat, seseorang perlu memberikan perhatian terhadap informasi tersebut. Ketika perhatian terbagi, proses menerima dan mengolah informasi menjadi kurang optimal.
Bayangkan seorang mahasiswa sedang membaca materi kuliah sambil membuka media sosial. Secara fisik ia memang sedang membaca, tetapi sebagian perhatiannya berpindah ke notifikasi, video, atau percakapan. Akibatnya, informasi yang masuk ke dalam memori tidak diproses secara mendalam.
Sebaliknya, aktivitas yang menyenangkan biasanya mampu mempertahankan perhatian lebih lama. Rasa tertarik membuat seseorang ingin terus mengikuti apa yang sedang terjadi. Kondisi ini membantu otak menerima informasi secara lebih aktif.
Peran Emosi dalam Memori
Emosi memiliki hubungan yang kuat dengan proses mengingat. Pengalaman yang menimbulkan rasa senang, sedih, takut, terkejut, atau bangga dapat meninggalkan jejak memori yang lebih kuat.
Contohnya, seseorang mungkin masih mengingat hari ketika berhasil melakukan presentasi untuk pertama kalinya. Ia dapat mengingat ruang kelas, teman yang hadir, bahkan beberapa percakapan sebelum presentasi. Banyak detail tersebut terasa lebih mudah diingat karena pengalaman tersebut memiliki nilai emosional.
Dalam kegiatan belajar, unsur emosi tidak harus selalu berupa sesuatu yang sangat menyenangkan. Rasa penasaran, antusiasme, keberhasilan menyelesaikan tantangan, atau kepuasan setelah memahami konsep juga dapat membuat proses belajar terasa lebih bermakna.
Materi Pelajaran yang Monoton Bisa Lebih Sulit Diingat
Materi pelajaran yang disampaikan secara monoton dapat membuat perhatian menurun. Ketika seseorang hanya membaca definisi atau menghafalkan informasi tanpa memahami kaitannya, otak memiliki lebih sedikit konteks untuk menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki.
Masalahnya bukan terletak pada materi pelajaran itu sendiri. Cara seseorang berinteraksi dengan materi juga berpengaruh.
Beberapa kondisi yang dapat membuat materi lebih sulit diingat antara lain:
- belajar terlalu lama tanpa jeda;
- hanya membaca tanpa mencoba memahami makna;
- menghafalkan informasi tanpa menghubungkannya dengan contoh;
- belajar sambil melakukan banyak aktivitas lain;
- kurang tidur;
- tidak melakukan pengulangan materi;
- merasa tidak tertarik terhadap topik yang dipelajari.
Karena itu, mengingat materi membutuhkan lebih dari sekadar membaca berkali-kali.
Belajar Menyenangkan Bukan Berarti Belajar Tanpa Keseriusan
Istilah “belajar menyenangkan” terkadang disalahartikan sebagai kegiatan belajar yang selalu berupa permainan atau hiburan. Padahal, pembelajaran yang menyenangkan tetap dapat memiliki target dan tuntutan akademik.
Pembelajaran dapat terasa menyenangkan ketika mahasiswa atau siswa memahami alasan mereka mempelajari suatu materi dan dapat melihat hubungan antara materi tersebut dengan kehidupan nyata.
Sebagai contoh, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris dapat mempelajari kemampuan berbicara melalui simulasi percakapan, presentasi, atau situasi komunikasi yang relevan. Aktivitas tersebut tetap membutuhkan latihan dan evaluasi, tetapi mahasiswa memiliki kesempatan untuk menggunakan materi secara langsung.
Pendekatan seperti ini juga relevan bagi lingkungan pendidikan tinggi. Ma’soem University, sebagai salah satu kampus swasta di Bandung, memiliki bidang pendidikan yang berkaitan langsung dengan proses pembelajaran. Pada FKIP Ma’soem University, program studi yang tersedia adalah Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Kedua bidang tersebut memiliki keterkaitan dengan pemahaman terhadap peserta didik, proses belajar, dan komunikasi dalam lingkungan pendidikan.
Bagaimana Cara Membuat Materi Pelajaran Lebih Mudah Diingat?
Materi yang terasa membosankan tidak harus selalu dipelajari melalui metode yang sama. Mengubah cara belajar dapat membantu meningkatkan perhatian dan membuat informasi lebih mudah diproses.
1. Hubungkan Materi dengan Kehidupan Nyata
Informasi yang memiliki hubungan dengan pengalaman sehari-hari biasanya lebih mudah dipahami. Ketika mempelajari suatu konsep, coba tanyakan bagaimana konsep tersebut muncul dalam kehidupan nyata.
Misalnya, materi teori komunikasi dapat dikaitkan dengan percakapan di lingkungan kampus, media sosial, organisasi, atau tempat kerja.
2. Gunakan Cerita dan Contoh
Cerita memberikan konteks bagi informasi yang sedang dipelajari. Daripada hanya menghafalkan definisi, mahasiswa dapat mencoba mencari contoh yang menggambarkan konsep tersebut.
Semakin jelas hubungan antara konsep dan contoh, semakin mudah informasi tersebut dipanggil kembali ketika dibutuhkan.
3. Belajar Secara Aktif
Membaca bukan satu-satunya cara untuk belajar. Setelah membaca materi, cobalah menjelaskan kembali menggunakan kata-kata sendiri.
Cara lain yang dapat digunakan adalah:
- membuat pertanyaan dari materi;
- menjawab soal tanpa melihat catatan;
- berdiskusi bersama teman;
- membuat peta konsep;
- melakukan presentasi singkat;
- mengajarkan materi kepada orang lain.
Aktivitas tersebut membuat otak tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengolah dan mengambilnya kembali.
Jangan Mengandalkan Hafalan Saja
Hafalan tetap berguna untuk informasi tertentu, tetapi pemahaman membuat pengetahuan lebih mudah digunakan dalam situasi yang berbeda. Ketika seseorang memahami suatu konsep, ia tidak harus mengingat setiap kalimat dari buku untuk menjelaskan kembali materi tersebut.
Misalnya, mahasiswa tidak harus menghafalkan seluruh paragraf mengenai suatu teori. Memahami gagasan utama, istilah penting, hubungan antar-konsep, dan contoh penerapannya dapat membantu membangun ingatan yang lebih kuat.
Tidur dan Istirahat Juga Berpengaruh
Belajar terus-menerus bukan jaminan informasi akan tersimpan lebih baik. Otak membutuhkan waktu untuk memproses dan mengonsolidasikan informasi yang telah dipelajari. Karena itu, tidur dan jeda belajar memiliki peran penting dalam proses pembelajaran.
Belajar beberapa sesi secara teratur dapat menjadi pilihan yang lebih efektif daripada memaksakan diri menghafal dalam satu waktu panjang. Pengulangan pada waktu yang berbeda juga membantu seseorang mengingat kembali informasi secara bertahap.
Mengapa Pengalaman Belajar Perlu Dibuat Bermakna?
Hal yang menyenangkan lebih mudah diingat bukan karena otak hanya menyukai hiburan. Pengalaman yang menarik biasanya membuat seseorang lebih memperhatikan, lebih terlibat, dan lebih aktif memproses informasi.
Prinsip tersebut dapat diterapkan dalam kegiatan belajar. Materi pelajaran dapat dibuat lebih bermakna melalui contoh nyata, aktivitas interaktif, diskusi, latihan, refleksi, dan hubungan dengan kebutuhan peserta didik.
Pada akhirnya, pengalaman belajar yang baik bukan hanya tentang membuat kelas terasa menyenangkan. Yang lebih penting adalah menciptakan kondisi agar peserta didik tertarik untuk memperhatikan, memahami, menggunakan, dan mengingat kembali pengetahuan yang diperoleh.
Informasi Ma’soem University
- No. WhatsApp: 085185634253
- Instagram: @masoem_university
- Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




