Kosakata Bahasa Inggris Sudah Banyak tapi Masih Susah Speaking? Ini Alasannya

Memiliki banyak kosakata Bahasa Inggris belum tentu membuat seseorang otomatis lancar berbicara. Ada orang yang mampu mengingat ratusan bahkan ribuan kata, tetapi masih merasa gugup ketika harus menyampaikan kalimat secara langsung. Saat diajak berbicara, kata-kata yang sebenarnya sudah diketahui justru terasa sulit muncul.

Kondisi tersebut cukup umum dialami oleh pelajar maupun mahasiswa yang sedang meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris. Masalahnya bukan selalu kurangnya vocabulary, tetapi bagaimana kosakata tersebut tersimpan, dipahami, dan digunakan dalam komunikasi.

Mengapa Banyak Vocabulary Belum Menjamin Lancar Speaking?

Vocabulary merupakan salah satu dasar penting dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Namun, kemampuan speaking membutuhkan lebih dari sekadar mengetahui arti kata. Seseorang juga perlu memahami cara menggunakan kata tersebut dalam kalimat, mengucapkannya secara tepat, serta merespons lawan bicara dalam waktu relatif cepat.

Misalnya, seorang mahasiswa mengetahui kata opportunity, experience, dan interesting. Ia mungkin dapat menjelaskan arti ketiga kata tersebut ketika mengerjakan soal. Namun, ketika ditanya dalam Bahasa Inggris, “What was your most interesting experience?”, ia belum tentu langsung mampu menjawab.

Hal ini menunjukkan adanya perbedaan antara mengetahui vocabulary dan mampu menggunakan vocabulary secara aktif.

Passive Vocabulary dan Active Vocabulary Itu Berbeda

Salah satu alasan seseorang sulit speaking meskipun memiliki banyak kosakata adalah perbedaan antara passive vocabulary dan active vocabulary.

Passive vocabulary merupakan kata-kata yang dapat dikenali atau dipahami ketika seseorang membaca atau mendengarnya. Sementara itu, active vocabulary adalah kata-kata yang dapat digunakan secara spontan ketika berbicara atau menulis.

Contohnya, seseorang mungkin memahami kata confident ketika membaca kalimat “She looks confident.” Namun, ketika ingin mengatakan “Saya ingin menjadi lebih percaya diri,” ia membutuhkan waktu untuk mengingat bentuk kalimat yang tepat, seperti “I want to become more confident.”

Semakin sering kosakata digunakan dalam konteks komunikasi, semakin mudah kata tersebut berpindah dari pemahaman pasif menjadi kemampuan aktif.

Terlalu Fokus Menghafal Kata Secara Terpisah

Menghafalkan daftar vocabulary memang dapat membantu memperluas perbendaharaan kata. Namun, metode tersebut memiliki keterbatasan jika tidak diikuti latihan penggunaan.

Menghafalkan:

  • beautiful = cantik
  • expensive = mahal
  • difficult = sulit
  • experience = pengalaman

belum cukup untuk membuat seseorang terbiasa berbicara. Vocabulary akan lebih mudah digunakan jika dipelajari melalui frasa dan kalimat.

Misalnya, daripada hanya mengingat kata experience, pelajar dapat mempelajari beberapa bentuk penggunaannya:

  • a memorable experience
  • work experience
  • I have experience in…
  • It was an interesting experience.

Cara tersebut membantu otak mengingat bukan hanya arti kata, tetapi juga pola penggunaannya.

Takut Salah Membuat Speaking Terhambat

Faktor psikologis juga dapat memengaruhi kemampuan berbicara. Seseorang yang terlalu takut salah grammar, pronunciation, atau vocabulary cenderung terlalu lama memikirkan kalimat sebelum mengucapkannya.

Akibatnya, percakapan menjadi tersendat. Padahal, kesalahan merupakan bagian yang wajar dalam proses belajar Bahasa Inggris.

Dalam speaking practice, tujuan awal sebaiknya bukan menghasilkan setiap kalimat secara sempurna, melainkan menyampaikan pesan secara jelas. Setelah keberanian dan kelancaran mulai terbentuk, ketepatan grammar dan pronunciation dapat diperbaiki secara bertahap.

Kurang Latihan Berbicara Secara Spontan

Kemampuan speaking membutuhkan latihan yang berbeda dari membaca atau mengerjakan soal grammar. Seseorang bisa mendapatkan nilai tinggi dalam tes vocabulary, tetapi tetap kesulitan ketika harus berbicara selama beberapa menit.

Latihan speaking perlu memberikan kesempatan untuk memproduksi bahasa secara langsung. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Self-talk, yaitu berbicara kepada diri sendiri menggunakan Bahasa Inggris.
  2. Describing pictures, misalnya menjelaskan orang, tempat, atau aktivitas yang terlihat pada gambar.
  3. Retelling, yaitu menceritakan kembali cerita atau pengalaman menggunakan kata-kata sendiri.
  4. Role play, seperti melakukan percakapan antara pelanggan dan kasir atau mahasiswa dan dosen.
  5. Short presentation, yaitu menyampaikan pendapat mengenai topik sederhana selama beberapa menit.

Latihan tersebut membantu seseorang membiasakan diri mengambil vocabulary dari ingatan tanpa terlalu lama menerjemahkan setiap kata.

Kebiasaan Menerjemahkan dari Bahasa Indonesia

Kebiasaan menyusun kalimat Bahasa Indonesia terlebih dahulu lalu menerjemahkannya ke Bahasa Inggris juga dapat memperlambat speaking.

Misalnya, seseorang ingin mengatakan, “Tadi pagi saya terlambat karena hujan deras.” Ia mungkin berpikir dalam Bahasa Indonesia, mencari padanan setiap kata, kemudian menyusun grammar Bahasa Inggris. Proses tersebut membutuhkan waktu dan dapat membuat pembicaraan terhenti.

Latihan yang lebih efektif adalah membangun kebiasaan menggunakan pola Bahasa Inggris yang sudah familiar. Kalimat seperti “I was late this morning because it was raining heavily” dapat dipelajari sebagai satu pola komunikasi, bukan sekadar kumpulan kata yang harus diterjemahkan satu per satu.

Pronunciation Juga Berpengaruh pada Kepercayaan Diri

Vocabulary dan speaking berkaitan erat dengan pronunciation. Ketika seseorang tidak yakin cara mengucapkan kata yang diketahuinya, ia mungkin memilih diam atau mengganti kata tersebut.

Masalah pronunciation juga dapat membuat seseorang khawatir tidak dipahami oleh lawan bicara. Karena itu, belajar vocabulary sebaiknya tidak hanya mencakup arti dan ejaan, tetapi juga pengucapan.

Pelajar dapat membiasakan diri mendengarkan pengucapan kata melalui sumber pembelajaran Bahasa Inggris, kemudian menirukannya dalam kalimat. Teknik shadowing juga dapat digunakan untuk melatih pengucapan, ritme, dan kelancaran secara bersamaan.

Grammar Tidak Harus Sempurna Sebelum Speaking

Sebagian pelajar menunda berbicara karena merasa grammar mereka belum cukup baik. Padahal, kemampuan speaking berkembang melalui praktik, termasuk ketika melakukan kesalahan.

Grammar tetap penting karena membantu seseorang menyampaikan makna secara lebih tepat. Namun, grammar sebaiknya diposisikan sebagai pendukung komunikasi, bukan alasan untuk menghindari komunikasi.

Latihan dapat dimulai dari struktur sederhana seperti:

  • “I think…”
  • “In my opinion…”
  • “I agree because…”
  • “I usually…”
  • “I would like to…”
  • “My experience was…”

Setelah pola dasar terasa familiar, struktur kalimat dapat dikembangkan secara bertahap.

Lingkungan Belajar Bisa Membantu Membangun Kebiasaan Speaking

Kesempatan menggunakan Bahasa Inggris secara rutin menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan speaking. Lingkungan akademik yang menyediakan aktivitas presentasi, diskusi, praktik percakapan, atau tugas berbahasa Inggris dapat menjadi ruang latihan bagi mahasiswa.

Ma’soem University sebagai salah satu kampus swasta di Bandung memiliki lingkungan pendidikan yang relevan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan akademik dan komunikasi. Bagi mahasiswa yang memilih bidang pendidikan bahasa, FKIP Ma’soem University memiliki dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris.

Pendidikan Bahasa Inggris dapat menjadi pilihan yang relevan bagi mahasiswa yang ingin mempelajari Bahasa Inggris secara lebih terarah, termasuk aspek keterampilan berbahasa yang digunakan dalam konteks akademik maupun pendidikan.

Cara Mengubah Vocabulary Menjadi Kemampuan Speaking

Jika vocabulary sudah cukup banyak tetapi speaking masih terasa sulit, fokus belajar dapat dialihkan dari sekadar menambah jumlah kata menuju peningkatan frekuensi penggunaan.

Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan:

  • Gunakan 5–10 vocabulary baru dalam kalimat setiap hari.
  • Pelajari kata melalui collocation dan frasa.
  • Berbicara menggunakan Bahasa Inggris selama beberapa menit setiap hari.
  • Rekam suara sendiri untuk mengevaluasi pronunciation dan kelancaran.
  • Latih respons terhadap pertanyaan sederhana tanpa menerjemahkan setiap kata.
  • Jangan langsung menghentikan pembicaraan hanya karena melakukan kesalahan grammar.
  • Gunakan vocabulary yang sudah dikuasai dalam berbagai situasi.
  • Cari teman untuk melakukan percakapan atau role play secara rutin.

Pada akhirnya, vocabulary yang sering digunakan akan lebih mudah diakses ketika berbicara. Jadi, jika seseorang sudah memiliki banyak kosakata tetapi masih sulit speaking, solusinya belum tentu menambah lebih banyak kata. Bisa jadi yang dibutuhkan adalah lebih banyak praktik penggunaan vocabulary secara aktif, spontan, dan konsisten.

Informasi Ma’soem University

No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com