Bahasa Inggris tidak hanya memiliki aturan tata bahasa dan kosakata yang perlu dipelajari. Cara seseorang menggunakan bahasa juga perlu disesuaikan berdasarkan situasi, lawan bicara, dan tujuan komunikasi. Karena itu, bahasa Inggris formal dan casual memiliki perbedaan yang cukup jelas, terutama dalam pilihan kata, struktur kalimat, serta gaya penyampaian.
Kesalahan memilih gaya bahasa bisa membuat komunikasi terasa terlalu kaku atau justru kurang sopan. Misalnya, ungkapan “Hey, what’s up?” masih wajar digunakan ketika berbicara dengan teman, tetapi kurang tepat jika ditujukan kepada dosen dalam situasi akademik. Sebaliknya, penggunaan kalimat yang terlalu formal ketika berbincang santai juga dapat membuat percakapan terdengar tidak natural.
Memahami perbedaan bahasa Inggris formal dan casual penting bagi pelajar maupun mahasiswa yang menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai situasi.
Apa Itu Bahasa Inggris Formal?
Bahasa Inggris formal adalah gaya bahasa yang digunakan dalam situasi resmi, akademik, profesional, atau ketika berbicara kepada orang yang belum terlalu dekat. Pilihan katanya cenderung lebih sopan dan struktur kalimatnya lebih teratur.
Bahasa Inggris formal sering ditemukan dalam:
- Surat atau email resmi.
- Presentasi akademik.
- Tugas kuliah dan karya ilmiah.
- Wawancara kerja.
- Komunikasi profesional.
- Percakapan resmi dengan dosen atau atasan.
Dalam komunikasi formal, seseorang biasanya menghindari singkatan dan ungkapan yang terlalu santai. Contohnya, “I would like to ask about the assignment” terdengar lebih formal dibandingkan “I wanna ask about the assignment.”
Penggunaan “would like to” juga memberikan kesan yang lebih sopan dibandingkan “want to” dalam konteks tertentu.
Apa Itu Bahasa Inggris Casual?
Bahasa Inggris casual merupakan gaya bahasa yang digunakan dalam situasi santai dan tidak terlalu resmi. Gaya ini umum digunakan ketika seseorang berbicara dengan teman, keluarga, atau orang yang sudah cukup dekat.
Bahasa casual memungkinkan penggunaan ungkapan sehari-hari, contractions, slang tertentu, dan kalimat yang lebih sederhana. Contohnya:
- “How are you?” → “How are you doing?”
- “I am going to go home.” → “I’m gonna go home.”
- “Do you want to come?” → “Wanna come?”
- “What are you doing?” → “What are you up to?”
Tidak semua bentuk casual cocok digunakan dalam tulisan akademik. Beberapa bentuk seperti “wanna,” “gonna,” dan “gotta” lebih umum ditemukan dalam percakapan daripada tulisan formal.
Perbedaan Bahasa Inggris Formal dan Casual
Perbedaan keduanya tidak selalu terletak pada benar atau salahnya sebuah kalimat. Persoalannya lebih banyak berkaitan dengan konteks penggunaannya.
| Aspek | Formal English | Casual English |
|---|---|---|
| Situasi | Resmi dan profesional | Santai dan informal |
| Lawan bicara | Dosen, atasan, klien | Teman atau keluarga |
| Kosakata | Lebih sopan dan standar | Lebih sederhana dan sehari-hari |
| Singkatan | Cenderung dihindari | Sering digunakan |
| Slang | Sebaiknya dihindari | Dapat digunakan sesuai konteks |
| Struktur | Lebih lengkap dan teratur | Lebih fleksibel |
Contohnya dapat dilihat pada cara meminta bantuan. Dalam situasi formal, seseorang dapat mengatakan, “Could you please help me with this task?” Sementara itu, kepada teman, kalimat “Can you help me with this?” sudah terdengar natural.
Keduanya dapat menyampaikan maksud yang sama, tetapi tingkat formalitasnya berbeda.
Kapan Harus Menggunakan Bahasa Inggris Formal?
Bahasa Inggris formal sebaiknya digunakan ketika komunikasi membutuhkan kesopanan dan profesionalitas. Mahasiswa akan cukup sering menemui situasi yang membutuhkan gaya bahasa ini, terutama dalam kegiatan akademik.
Ketika mengirim email kepada dosen, misalnya, pembuka “Dear Mr. Smith” atau “Dear Ms. Brown” lebih sesuai daripada “Hey, Sir” atau “Hi, Bro.”
Situasi lain yang membutuhkan bahasa formal antara lain:
- Mengirim email akademik kepada dosen atau pihak universitas.
- Melamar pekerjaan, baik melalui email maupun surat lamaran.
- Melakukan presentasi akademik di kelas atau forum resmi.
- Mengikuti wawancara kerja dalam bahasa Inggris.
- Menulis laporan atau tugas akademik.
- Berkomunikasi dengan klien atau rekan profesional yang belum dekat.
Pemilihan kata juga perlu diperhatikan. Kata “obtain” dapat digunakan dalam tulisan formal pada konteks tertentu, sedangkan “get” lebih umum dalam percakapan sehari-hari. Begitu pula “purchase” terdengar lebih formal dibandingkan “buy.”
Kapan Bahasa Inggris Casual Lebih Tepat?
Gaya casual lebih sesuai ketika suasana komunikasi memang santai. Penggunaan bahasa yang terlalu formal dalam situasi seperti ini justru dapat membuat percakapan terasa kaku.
Contohnya ketika berbicara dengan teman:
“Hey, do you want to grab some food?”
Kalimat tersebut terdengar natural dalam percakapan sehari-hari. Tidak perlu mengubahnya menjadi bentuk yang sangat formal seperti:
“Would you like to have a meal with me?”
Kalimat kedua sebenarnya benar, tetapi tingkat formalitasnya tidak selalu sesuai untuk percakapan santai.
Bahasa casual juga banyak digunakan dalam chat, percakapan media sosial, percakapan sehari-hari, dan komunikasi bersama teman dekat. Meski begitu, slang tetap perlu digunakan secara hati-hati karena beberapa ungkapan hanya cocok pada kelompok atau situasi tertentu.
Contoh Perubahan Kalimat Formal ke Casual
Memahami pasangan kalimat dapat membantu mahasiswa mengenali perbedaan gaya bahasa secara lebih cepat.
Formal:
“Would you like to join us for dinner?”
Casual:
“Do you wanna have dinner with us?”
Formal:
“I would like to inform you that the meeting has been postponed.”
Casual:
“Just wanted to let you know that the meeting’s been postponed.”
Formal:
“Could you please send me the document?”
Casual:
“Can you send me the document?”
Formal:
“I apologize for being late.”
Casual:
“Sorry I’m late.”
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa bahasa casual tidak berarti asal berbicara. Penutur tetap perlu memperhatikan tata bahasa, makna, serta hubungan dengan lawan bicara.
Jangan Hanya Menghafal Kosakata
Salah satu cara memahami formal dan casual English adalah mempelajari kata berdasarkan konteks, bukan sekadar menghafalkan terjemahannya. Sebuah kata bisa memiliki arti yang mirip, tetapi memberikan kesan berbeda ketika digunakan.
Mahasiswa juga dapat memperhatikan bagaimana native speakers menggunakan bahasa dalam email, film, podcast, wawancara, atau percakapan sehari-hari. Dari sana, perbedaan antara bahasa Inggris formal dan casual akan lebih mudah dikenali.
Kemampuan berpindah dari satu gaya bahasa ke gaya lainnya dikenal sebagai register awareness. Kemampuan ini penting karena seseorang tidak selalu berada dalam situasi komunikasi yang sama.
Bahasa Inggris dalam Lingkungan Perguruan Tinggi
Lingkungan perguruan tinggi menjadi salah satu tempat mahasiswa perlu memahami berbagai register bahasa Inggris. Presentasi, diskusi kelas, penulisan tugas, komunikasi dengan dosen, hingga percakapan antarmahasiswa dapat membutuhkan gaya bahasa yang berbeda.
Ma’soem University merupakan salah satu kampus swasta yang memiliki program pendidikan yang relevan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan akademik dan komunikasi. Di lingkungan FKIP Ma’soem University, terdapat dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris.
Bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, memahami penggunaan bahasa berdasarkan konteks menjadi bagian yang relevan dalam pengembangan kemampuan berbahasa. Penguasaan grammar dan vocabulary perlu berjalan bersama kemampuan memilih gaya komunikasi yang sesuai.
Kemampuan tersebut juga berguna ketika mahasiswa mulai memasuki lingkungan profesional. Berbicara kepada teman, menyampaikan materi di depan kelas, mengirim email kepada dosen, dan mengikuti wawancara kerja tentu tidak selalu membutuhkan gaya bahasa yang sama.
Cara Membiasakan Diri Menggunakan Formal dan Casual English
Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu membedakan kedua gaya bahasa tersebut:
- Perhatikan siapa lawan bicara sebelum memilih ungkapan.
- Kenali perbedaan contractions seperti “I’m,” “we’re,” dan “don’t.”
- Hindari slang ketika menulis tugas akademik.
- Pelajari contoh email formal dalam bahasa Inggris.
- Biasakan mendengarkan percakapan bahasa Inggris sehari-hari.
- Catat kosakata formal dan casual yang memiliki makna serupa.
- Latih satu situasi menggunakan dua gaya bahasa berbeda.
Pada akhirnya, kemampuan bahasa Inggris tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak kosakata yang diketahui. Kemampuan memilih kata dan gaya komunikasi sesuai situasi juga menjadi bagian penting dari penggunaan bahasa yang efektif.
Informasi Ma’soem University
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




