Journaling semakin populer di kalangan anak muda. Aktivitas menulis catatan pribadi yang dahulu identik dengan buku harian kini hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari notebook sederhana hingga jurnal yang dihias menggunakan stiker, washi tape, foto, dan tulisan kreatif. Media sosial turut membuat journaling terlihat menarik karena hasil halaman jurnal sering dibagikan sebagai konten.
Popularitas tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan: apakah journaling hanya menjadi tren karena tampilannya yang estetik, atau memang memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari? Jawabannya dapat bergantung pada tujuan dan cara seseorang menjalankan aktivitas tersebut.
Apa Itu Journaling?
Journaling adalah kegiatan menuangkan pikiran, perasaan, pengalaman, rencana, atau refleksi ke dalam bentuk tulisan. Tidak ada aturan baku mengenai isi jurnal. Seseorang dapat menulis beberapa paragraf tentang pengalaman hari itu, sementara orang lain mungkin hanya membuat daftar kegiatan, target, atau hal-hal yang disyukuri.
Bagi anak muda, journaling dapat menjadi ruang pribadi untuk mencatat berbagai hal yang sulit disampaikan secara langsung. Isi jurnal juga tidak harus selalu serius. Catatan mengenai kegiatan kuliah, rencana akhir pekan, ide tugas, pengalaman organisasi, hingga target pribadi dapat menjadi bagian dari jurnal.
Perkembangan teknologi turut melahirkan digital journaling. Aktivitas tersebut dilakukan melalui aplikasi catatan, tablet, komputer, atau platform khusus. Pilihan media akhirnya dapat disesuaikan dengan kebiasaan dan kebutuhan masing-masing.
Mengapa Journaling Terlihat Estetik?
Journaling berkembang bersamaan dengan meningkatnya konten lifestyle dan produktivitas di media sosial. Foto halaman jurnal yang rapi, tulisan tangan yang menarik, serta penggunaan warna dan dekorasi membuat kegiatan ini mudah menarik perhatian.
Beberapa elemen yang sering digunakan dalam aesthetic journaling antara lain:
- Stiker dan washi tape.
- Foto atau potongan gambar.
- Highlighter dan pulpen warna-warni.
- Ilustrasi sederhana.
- Kalender dan habit tracker.
- Kutipan pendek.
- Kolase dari tiket, kartu, atau kertas dekoratif.
Aspek visual tersebut bukan sesuatu yang salah. Bagi sebagian orang, menghias jurnal justru membuat kegiatan menulis terasa lebih menyenangkan. Masalahnya muncul ketika tampilan jurnal dianggap sebagai standar utama. Jurnal yang hanya menggunakan pulpen hitam dan beberapa halaman tulisan tetap dapat memiliki fungsi yang sama.
Jadi, jurnal tidak harus terlihat seperti konten media sosial agar dapat memberikan manfaat.
Manfaat Journaling bagi Anak Muda
Journaling dapat menjadi aktivitas reflektif yang membantu seseorang memahami pengalaman dan pikirannya sendiri. Menulis secara rutin memberi kesempatan untuk melihat kembali apa yang terjadi, bagaimana seseorang meresponsnya, serta hal apa yang ingin diperbaiki.
Beberapa manfaat yang dapat diperoleh antara lain:
1. Membantu Mengekspresikan Pikiran
Ada kalanya seseorang memiliki banyak hal yang ingin dipikirkan tetapi kesulitan menyampaikannya kepada orang lain. Menuliskannya dalam jurnal dapat menjadi salah satu cara untuk mengorganisasi pikiran.
Bukan berarti semua persoalan otomatis selesai setelah ditulis. Namun, menuangkan berbagai pikiran ke dalam kata-kata dapat membantu seseorang melihat persoalan secara lebih terstruktur.
2. Mendukung Kebiasaan Refleksi
Mahasiswa sering menghadapi berbagai aktivitas dalam waktu yang berdekatan, seperti kuliah, tugas, organisasi, kegiatan sosial, dan persiapan presentasi. Journaling dapat digunakan untuk mengevaluasi pengalaman tersebut.
Misalnya, mahasiswa dapat mencatat apa yang berjalan baik dalam sebuah presentasi, bagian yang masih kurang, dan hal yang ingin dilakukan secara berbeda pada kesempatan berikutnya.
3. Membantu Menata Target
Jurnal juga dapat digunakan sebagai media perencanaan. Target yang besar dapat dipecah menjadi beberapa langkah sederhana sehingga lebih mudah dipantau.
Contohnya, target meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dapat dituangkan menjadi kebiasaan membaca artikel berbahasa Inggris, mempelajari kosakata baru, atau berlatih berbicara beberapa menit setiap hari.
4. Mencatat Perkembangan Diri
Catatan yang dibuat secara berkala dapat menjadi dokumentasi perkembangan pribadi. Setelah beberapa bulan, seseorang dapat melihat kembali perubahan kebiasaan, pencapaian, tantangan, maupun tujuan yang pernah dibuat.
Hal ini membuat journaling tidak hanya berfungsi sebagai tempat mencatat kegiatan, tetapi juga sebagai rekam perjalanan pribadi.
Journaling Tidak Harus Dilakukan Setiap Hari
Istilah journaling terkadang membuat orang merasa harus menulis setiap hari. Padahal, tidak ada kewajiban untuk membuat satu halaman penuh setiap malam.
Seseorang bisa menulis ketika memiliki sesuatu yang ingin direfleksikan. Ada pula yang memilih membuat jurnal mingguan atau hanya menulis ketika membutuhkan ruang untuk menuangkan pikiran.
Formatnya juga bisa sederhana, misalnya:
Hari ini saya belajar:
…
Hal yang ingin diperbaiki:
…
Target besok:
…
Format singkat seperti itu sudah cukup apabila sesuai kebutuhan penggunanya. Konsistensi lebih mudah dipertahankan ketika kegiatan journaling tidak terasa sebagai beban tambahan.
Journaling dalam Kehidupan Mahasiswa
Lingkungan perkuliahan dapat menjadi salah satu konteks yang relevan untuk menerapkan journaling. Mahasiswa tidak hanya berhadapan dengan materi akademik, tetapi juga perlu mengatur waktu, menentukan prioritas, mengembangkan keterampilan, dan mempersiapkan rencana setelah lulus.
Journaling dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan sederhana, seperti:
- Membuat daftar target akademik.
- Mencatat jadwal dan prioritas tugas.
- Mengevaluasi pengalaman presentasi.
- Mencatat kosakata atau materi yang dipelajari.
- Menulis ide untuk tugas atau penelitian.
- Melakukan refleksi setelah mengikuti kegiatan kampus.
Bagi mahasiswa yang tertarik pada bidang pendidikan, kegiatan reflektif juga dapat dikaitkan dengan proses memahami pengalaman belajar. Ma’soem University sebagai salah satu kampus swasta di Bandung memiliki lingkungan akademik yang dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kebiasaan belajar dan refleksi secara mandiri.
Di FKIP Ma’soem University, pilihan program studi yang tersedia adalah Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Kedua bidang tersebut memiliki konteks pembelajaran yang berkaitan dengan pengembangan diri, komunikasi, dan pengalaman pendidikan, sehingga aktivitas reflektif seperti journaling dapat menjadi kebiasaan pribadi yang relevan bagi mahasiswa.
Estetik Boleh, Manfaat Tetap Utama
Journaling tidak perlu dipertentangkan antara estetik dan bermanfaat. Dekorasi dapat menjadi bagian dari kesenangan dalam membuat jurnal, sementara manfaatnya bergantung pada bagaimana jurnal digunakan.
Jika seseorang merasa lebih termotivasi menulis karena halaman jurnalnya dihias, aspek estetik justru dapat membantu mempertahankan kebiasaan tersebut. Sebaliknya, orang yang tidak tertarik pada dekorasi juga tetap dapat melakukan journaling melalui tulisan sederhana.
Hal yang lebih penting adalah isi dan tujuan jurnal tersebut. Satu halaman tulisan yang jujur dan bermakna dapat memiliki fungsi lebih besar bagi pemiliknya daripada halaman yang penuh dekorasi tetapi dibuat hanya untuk mengikuti tren.
Pada akhirnya, journaling dapat menjadi aktivitas kreatif sekaligus reflektif. Tren di media sosial mungkin menjadi pintu masuk yang membuat anak muda mengenal journaling, tetapi kebermanfaatannya lebih banyak ditentukan oleh kebiasaan dan tujuan orang yang menjalankannya.
Informasi Ma’soem University
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




