Quality Assurance atau QA sering dianggap sebagai bagian yang hanya dibutuhkan oleh perusahaan makanan dan minuman berskala besar. Padahal, pengawasan mutu justru penting bagi berbagai jenis usaha pangan karena berkaitan langsung dengan keamanan, konsistensi, dan kepercayaan konsumen.
Dalam industri pangan, satu kesalahan kecil pada proses produksi dapat memengaruhi kualitas produk secara keseluruhan. Karena itu, perusahaan membutuhkan sistem yang mampu mencegah masalah sebelum produk sampai ke tangan konsumen. Di sinilah peran Quality Assurance industri pangan menjadi penting.
Apa Itu Quality Assurance dalam Industri Pangan?
Quality Assurance merupakan sistem yang dirancang untuk memastikan proses produksi berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan. QA tidak hanya memeriksa produk yang sudah jadi, tetapi juga memperhatikan proses sejak bahan baku diterima hingga produk didistribusikan.
Beberapa tanggung jawab QA di industri pangan meliputi:
- Menentukan dan menjaga standar mutu produk
- Memastikan proses produksi mengikuti SOP
- Mengidentifikasi potensi risiko keamanan pangan
- Mengawasi kebersihan dan sanitasi proses produksi
- Memastikan dokumentasi mutu tersimpan dengan baik
- Melakukan evaluasi dan perbaikan apabila ditemukan ketidaksesuaian
- Mendukung penerapan sistem seperti GMP dan HACCP
BPOM sendiri menempatkan Quality Management System (QMS), Good Manufacturing Practices (GMP), dan HACCP sebagai bagian penting dalam sistem manajemen keamanan pangan. (RBQAS)
Bukan Hanya Perusahaan Besar, UMKM Pangan Juga Membutuhkan QA
Anggapan bahwa Quality Assurance hanya diperlukan perusahaan besar perlu dilihat kembali. Usaha kecil dan menengah yang memproduksi makanan juga perlu memperhatikan kualitas dan keamanan produknya.
Misalnya, produsen makanan ringan harus memastikan bahan baku tidak bermasalah, proses produksi higienis, kemasan sesuai, serta produk dapat mempertahankan kualitas selama penyimpanan.
QA membantu perusahaan membangun pola kerja yang lebih terstruktur. Ketika volume produksi meningkat, sistem pengawasan mutu akan semakin dibutuhkan agar kualitas produk tidak berubah meskipun jumlah produksinya bertambah.
Bagi konsumen, kualitas yang konsisten juga menjadi salah satu alasan untuk kembali membeli sebuah produk.
QA Berbeda dengan Quality Control
Quality Assurance dan Quality Control atau QC memang saling berkaitan, tetapi memiliki fokus yang berbeda.
Quality Assurance lebih menekankan pada sistem dan pencegahan masalah. Sementara itu, Quality Control lebih banyak berkaitan dengan pemeriksaan atau pengujian untuk memastikan produk memenuhi standar.
Contohnya, QA dapat memastikan perusahaan memiliki SOP produksi yang tepat, prosedur sanitasi, dokumentasi, serta sistem pengendalian risiko. QC kemudian melakukan pemeriksaan terhadap parameter tertentu pada bahan maupun produk.
Keduanya menjadi bagian penting dalam menjaga mutu industri pangan.
Mengapa Lulusan Teknologi Pangan Dibutuhkan di Bidang QA?
Untuk menjalankan sistem QA secara tepat, perusahaan membutuhkan tenaga yang memahami karakteristik bahan pangan, proses pengolahan, mikrobiologi, keamanan pangan, hingga analisis mutu.
Karena itu, Teknologi Pangan menjadi salah satu program studi yang relevan bagi calon mahasiswa yang ingin berkarier di industri makanan dan minuman.
Di Ma’soem University, Fakultas Pertanian memiliki dua program studi, yaitu S1 Teknologi Pangan dan S1 Agribisnis. Program Studi Teknologi Pangan diarahkan untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi mengenai pengolahan, keamanan, mutu, dan inovasi produk pangan. (Masoem University)
Mahasiswa Teknologi Pangan juga dapat mengenal berbagai bidang yang berkaitan dengan pekerjaan QA, seperti:
- Keamanan pangan
- Mikrobiologi pangan
- Analisis mutu
- HACCP
- Quality Control
- Quality Assurance
- Pengembangan produk
- Teknologi pengolahan pangan
Dengan bekal tersebut, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi dapat memiliki gambaran mengenai kebutuhan kompetensi di industri pangan.
Belajar QA Lewat Pendekatan yang Dekat dengan Industri
Pembelajaran Teknologi Pangan di Ma’soem University juga memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dunia kerja. Materi yang berhubungan dengan mutu dan keamanan pangan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi industri.
Laman resmi Ma’soem University menyebutkan bahwa mahasiswa Teknologi Pangan dapat diarahkan pada prospek seperti Quality Control/Assurance Analyst, konsultan keamanan pangan, Food Innovator & Developer, hingga manajer produksi pangan. (Masoem University)
Bahkan, program pengembangan Fakultas Pertanian juga mencantumkan kegiatan seperti internship atau magang ke Jepang, MBKM, MSIB, project lapangan, dan mentoring startup. (Masoem University)
Pengalaman tersebut dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal bagaimana standar kerja dan pengendalian mutu diterapkan dalam lingkungan profesional.
Pendaftaran Ma’soem University untuk Calon Mahasiswa
Bagi calon mahasiswa yang tertarik mempelajari Teknologi Pangan dan ingin mempersiapkan diri menuju karier di industri makanan dan minuman, Ma’soem University dapat menjadi salah satu pilihan perguruan tinggi di kawasan Bandung Timur.
Informasi mengenai pendaftaran mahasiswa baru dapat diperoleh melalui WhatsApp +62 851 8563 4253. Calon mahasiswa juga dapat menanyakan informasi mengenai program studi, jadwal pendaftaran, kelas, dan ketentuan penerimaan mahasiswa baru.
Teknologi Pangan Ma’soem University dan Prospek Karier QA
Pilihan karier lulusan Teknologi Pangan tidak berhenti pada pekerjaan di laboratorium. Perkembangan industri makanan dan minuman membuka kebutuhan terhadap tenaga yang memahami proses produksi sekaligus sistem mutu.
Beberapa bidang yang dapat menjadi pilihan antara lain:
- Quality Assurance
- Quality Control
- Food Safety
- Research and Development
- Product Development
- Analis produk pangan
- Supervisor produksi
- Konsultan keamanan pangan
- Wirausaha bidang pangan
Materi seperti HACCP, keamanan pangan, analisis pangan, pengawasan dan pengendalian mutu, serta pengembangan produk dapat menjadi bekal penting untuk memahami kebutuhan tersebut. QA pada akhirnya bukan sekadar posisi untuk memeriksa apakah makanan sudah baik atau belum, tetapi bagian dari sistem yang membantu perusahaan mencegah masalah mutu sejak awal.
Bagi mahasiswa yang tertarik dengan dunia pangan, memahami Quality Assurance sejak masa kuliah dapat menjadi bekal untuk melihat industri makanan dan minuman secara lebih luas. Dari bahan baku, proses produksi, keamanan, mutu, hingga produk siap dikonsumsi, setiap tahap membutuhkan pengetahuan dan pengawasan yang tepat.




