Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM memiliki tugas dalam pengawasan obat dan makanan, termasuk pangan olahan. Pengawasan tersebut dilakukan sebelum produk beredar maupun selama produk beredar untuk memastikan aspek keamanan, mutu, dan persyaratan yang berlaku.
Kondisi tersebut membuat lulusan Teknologi Pangan memiliki bidang keilmuan yang relevan untuk mengembangkan karier di sektor pengawasan pangan. Namun, peluang bekerja di BPOM tetap bergantung pada kebutuhan formasi, persyaratan rekrutmen, dan kualifikasi posisi yang dibuka.
Mengapa Teknologi Pangan Relevan dengan BPOM?
Teknologi Pangan mempelajari bagaimana bahan pangan diolah menjadi produk yang aman, berkualitas, dan memiliki nilai tambah. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai proses produksi, tetapi juga memahami karakteristik bahan pangan, mikroorganisme, keamanan pangan, hingga pengendalian kualitas.
Kompetensi tersebut memiliki hubungan dengan pekerjaan pengawasan pangan karena BPOM menjalankan berbagai kegiatan seperti pemeriksaan fasilitas produksi dan distribusi, sampling, pemantauan label dan iklan, pengujian pangan, serta sertifikasi produk dan fasilitas sesuai kewenangannya.
Di Balai Besar POM di Bandung sendiri, salah satu tugasnya adalah melaksanakan pengawasan teknis operasional obat dan makanan di wilayah kerjanya.
Peran yang Berkaitan dengan Lulusan Teknologi Pangan
Lulusan Teknologi Pangan dapat memiliki kompetensi yang mendukung berbagai pekerjaan di bidang pengawasan pangan. Beberapa di antaranya berkaitan dengan:
1. Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan
Pemahaman mengenai kualitas dan keamanan pangan menjadi salah satu kompetensi penting. Lulusan dapat memahami parameter yang perlu diperhatikan untuk menjaga produk tetap memenuhi standar keamanan dan mutu.
Pengetahuan mengenai HACCP, pengendalian mutu, higiene, serta keamanan pangan dapat menjadi bekal yang relevan.
2. Pengujian dan Analisis Pangan
Mahasiswa Teknologi Pangan mendapatkan dasar ilmu kimia, biologi, mikrobiologi, analisis pangan, dan ilmu terkait lainnya. Kemampuan tersebut dapat menjadi dasar untuk memahami proses pengujian produk pangan.
Dalam struktur pengawasan BPOM, unit teknis juga menjalankan sampling serta pengujian obat dan makanan secara rutin maupun untuk kebutuhan investigasi.
3. Pemeriksaan Produk dan Fasilitas
Pengawasan pangan tidak hanya berkaitan dengan produk akhir. Kondisi fasilitas produksi dan proses distribusi juga menjadi bagian dari pengawasan.
Karena itu, pemahaman tentang proses produksi pangan, sanitasi, higiene, pengendalian mutu, serta sistem keamanan pangan dapat menjadi kompetensi yang bermanfaat.
4. Pemahaman Label dan Informasi Produk
Produk pangan yang beredar memiliki informasi pada kemasan yang perlu memenuhi ketentuan. Lulusan Teknologi Pangan yang memahami karakteristik produk, komposisi, proses produksi, dan keamanan pangan memiliki dasar pengetahuan untuk memahami aspek tersebut.
BPOM juga memiliki fungsi pemantauan label dan iklan produk obat dan makanan.
Kompetensi yang Perlu Disiapkan Sejak Kuliah
Jika ingin mengarahkan karier ke bidang pengawasan pangan, mahasiswa Teknologi Pangan sebaiknya tidak hanya mengejar nilai akademik. Ada sejumlah kemampuan yang bisa mulai dibangun selama kuliah.
Pertama, kemampuan analisis pangan.
Mahasiswa perlu terbiasa memahami karakteristik bahan dan produk pangan serta melakukan analisis berdasarkan metode yang dipelajari.
Kedua, pemahaman keamanan pangan.
Materi seperti HACCP, higiene, sanitasi, dan pengendalian bahaya pangan penting untuk dipahami secara teori maupun praktik.
Ketiga, kemampuan pengendalian mutu.
Quality Control dan Quality Assurance merupakan bidang yang sangat dekat dengan Teknologi Pangan. Pengalaman memahami sistem mutu juga dapat menjadi bekal untuk memasuki industri pangan maupun bidang pengawasan.
Keempat, kemampuan dokumentasi.
Pekerjaan di bidang pengawasan membutuhkan ketelitian dalam membaca data, membuat laporan, dan memastikan informasi terdokumentasi dengan baik.
Kelima, kemampuan komunikasi.
Kemampuan menjelaskan temuan, berdiskusi dengan tim, dan menyampaikan informasi teknis secara jelas juga penting dalam lingkungan kerja profesional.
Teknologi Pangan di Ma’soem University
Bagi calon mahasiswa yang ingin membangun kompetensi tersebut sejak bangku kuliah, Teknologi Pangan S1 di Ma’soem University menjadi salah satu pilihan di Fakultas Pertanian Ma’soem University.
Fakultas Pertanian Ma’soem University memiliki dua program studi, yaitu Agribisnis dan Teknologi Pangan.
Pada Program Studi Teknologi Pangan, mahasiswa diarahkan untuk memahami ilmu dan teknologi pangan dengan perhatian pada kualitas produk, keamanan pangan, dan ketahanan pangan. Kurikulumnya mencakup materi seperti Analisis Pangan, Biokimia Pangan, Quality Assurance, Product Development, Teknologi Pengolahan Nabati dan Hewani, HACCP, serta Pengawasan dan Pengendalian Mutu.
Kompetensi tersebut dapat menjadi fondasi untuk berbagai pilihan karier setelah lulus, termasuk Quality Assurance, Product Development, industri pangan, wirausaha pangan, maupun bidang yang berkaitan dengan keamanan dan pengawasan pangan.
Kuliah di Ma’soem University dengan Sistem Hybrid
Pembelajaran Teknologi Pangan di Ma’soem University juga didukung sistem kelas hybrid. Sistem ini memadukan pembelajaran tatap muka di kampus dengan pembelajaran daring sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih adaptif.
Untuk mahasiswa yang mengikuti kelas reguler maupun kelas karyawan, model pembelajaran tersebut dapat menjadi alternatif dalam menyesuaikan aktivitas perkuliahan dengan kebutuhan masing-masing.
Info Pendaftaran Teknologi Pangan Ma’soem University
Bagi calon mahasiswa yang tertarik mempersiapkan karier di bidang industri pangan, keamanan pangan, Quality Assurance, hingga peluang di bidang pengawasan pangan, pendaftaran S1 Teknologi Pangan Ma’soem University dapat menjadi langkah untuk mulai membangun kompetensi sejak awal.
Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui WhatsApp +62 851 8563 4253. Informasi mengenai program studi, proses pendaftaran, jadwal kuliah, dan ketentuan penerimaan mahasiswa baru dapat ditanyakan langsung melalui kontak tersebut.
Karier Teknologi Pangan Tidak Hanya di Pabrik Makanan
Gelar Teknologi Pangan memiliki cakupan kompetensi yang cukup luas. Lulusan dapat mengembangkan karier pada bidang Quality Control, Quality Assurance, Research and Development, Product Development, keamanan pangan, produksi, hingga kewirausahaan.
BPOM menjadi salah satu lingkungan kerja yang relevan untuk dipertimbangkan karena memiliki fungsi pengawasan terhadap pangan olahan. Namun, calon lulusan tetap perlu memperhatikan persyaratan setiap posisi dan rekrutmen yang tersedia.
Dengan membangun kemampuan analisis pangan, keamanan pangan, HACCP, pengendalian mutu, dokumentasi, dan pemahaman regulasi selama kuliah, mahasiswa Teknologi Pangan Ma’soem University dapat memiliki bekal yang lebih sesuai dengan kebutuhan berbagai bidang profesional di sektor pangan.




