Pernah membuka sebuah website melalui laptop, kemudian membukanya kembali lewat smartphone dan menemukan tampilan yang berbeda? Menu yang sebelumnya berada di bagian atas bisa berubah menjadi ikon, gambar terlihat lebih kecil, atau susunan teks menjadi lebih panjang. Kondisi tersebut bukan selalu berarti website mengalami kerusakan. Perbedaan tampilan dapat terjadi karena website dirancang agar mampu menyesuaikan diri dengan perangkat yang digunakan pengunjung.
Hal ini menjadi bagian penting dalam pembuatan website karena pengguna saat ini dapat mengakses halaman yang sama melalui berbagai ukuran layar. Website yang terlihat nyaman di laptop belum tentu otomatis nyaman ketika dibuka melalui smartphone.
Mengapa Ukuran Layar Bisa Mengubah Tampilan Website?
Salah satu faktor utama adalah ukuran layar. Laptop, tablet, dan smartphone memiliki dimensi layar yang berbeda sehingga website perlu mengatur ulang posisi berbagai elemennya.
Misalnya, sebuah halaman memiliki tiga kolom ketika dibuka melalui laptop. Ketika halaman tersebut diakses menggunakan smartphone, tiga kolom tersebut dapat berubah menjadi satu kolom agar tulisan dan gambar tetap mudah dilihat.
Beberapa elemen yang biasanya menyesuaikan ukuran layar antara lain:
- Ukuran dan posisi gambar.
- Susunan menu navigasi.
- Lebar kolom teks.
- Ukuran tombol.
- Jarak antarbagian halaman.
Penyesuaian tersebut membuat pengguna tidak perlu memperbesar atau menggeser halaman secara berlebihan ketika menggunakan perangkat dengan layar kecil.
Responsive Design, Si Pengatur Tampilan Website
Konsep yang banyak digunakan untuk mengatasi perbedaan perangkat adalah responsive design. Sederhananya, responsive design memungkinkan tampilan website menyesuaikan ukuran layar secara otomatis.
Ketika website dibuka melalui layar besar, ruang yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk menampilkan lebih banyak elemen. Sementara itu, ketika layar lebih kecil, elemen tersebut dapat disusun kembali agar tetap mudah digunakan.
Namun, penerapannya tidak sesederhana membuat tampilan menjadi kecil. Pengembang perlu mempertimbangkan pengalaman pengguna pada setiap perangkat. Jika tidak dirancang dengan baik, website memang dapat terbuka di smartphone, tetapi tombolnya terlalu kecil, teks sulit dibaca, atau navigasinya membingungkan.
Masalah yang Muncul Jika Website Tidak Menyesuaikan Perangkat
Bayangkan seseorang ingin membeli produk melalui smartphone. Ia menemukan website yang menarik, tetapi harus memperbesar layar untuk membaca deskripsi produk. Tombol pembelian juga terlalu kecil dan menu sulit ditemukan. Meskipun informasi di dalam website lengkap, pengalaman pengguna dapat menjadi kurang nyaman.
Beberapa masalah yang mungkin muncul yaitu:
- Teks terlalu kecil untuk dibaca.
- Gambar keluar dari batas layar.
- Tombol sulit ditekan.
- Menu tidak tersusun dengan baik.
- Pengguna harus melakukan zoom dan scroll berulang kali.
Masalah tersebut dapat membuat pengunjung meninggalkan website sebelum menyelesaikan aktivitas yang diinginkan.
Saatnya Belajar Memahami Website dari Balik Tampilannya
Memahami mengapa tampilan website dapat berbeda di berbagai perangkat tidak hanya berguna bagi pengguna, tetapi juga penting bagi orang yang ingin terjun ke dunia teknologi dan bisnis digital. Ma’soem University menyediakan program studi S1 Sistem Informasi dan S1 Bisnis Digital yang dapat menjadi tempat untuk mempelajari berbagai aspek yang berkaitan dengan sistem informasi, teknologi, dan penerapannya dalam dunia bisnis. Bagi yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut, Admin Univ Ma’soem dapat dihubungi melalui +62 851 8563 4253.
Bagaimana Cara Mengatasi Tampilan yang Tidak Konsisten?
Solusi utama bukan sekadar membuat website terlihat bagus pada satu perangkat. Website perlu diuji pada berbagai ukuran layar untuk memastikan setiap komponennya tetap berfungsi dengan baik.
Pengembang dapat melakukan beberapa langkah seperti:
- Merancang struktur halaman yang fleksibel.
- Menggunakan responsive design sesuai kebutuhan.
- Mengatur ukuran gambar agar tidak melebihi layar.
- Menguji website pada smartphone, tablet, dan laptop.
- Memastikan tombol serta menu tetap mudah digunakan.
Dengan proses tersebut, masalah tampilan dapat diketahui sebelum website digunakan oleh lebih banyak orang.
Bukan Hanya Soal Tampilan, tetapi Pengalaman Pengguna
Website yang responsif bukan sekadar terlihat rapi. Cara sebuah halaman menyesuaikan perangkat juga berkaitan dengan bagaimana pengguna berinteraksi di dalamnya. Pengunjung harus dapat membaca informasi, menemukan menu, mengisi formulir, hingga melakukan transaksi tanpa merasa kesulitan.
Karena itu, desain website perlu mempertemukan dua hal: tampilan yang menarik dan fungsi yang mudah digunakan. Keduanya harus berjalan bersama agar website tidak hanya enak dipandang, tetapi juga memberikan pengalaman yang baik.
Dari Masalah Tampilan, Muncul Kebutuhan Akan Keahlian Digital
Perbedaan tampilan website di setiap perangkat sebenarnya menunjukkan bahwa di balik halaman yang terlihat sederhana terdapat berbagai pertimbangan teknis. Ada struktur halaman, pengaturan tampilan, kebutuhan pengguna, hingga proses pengujian yang harus diperhatikan.
Jika ingin memahami bagaimana sistem website dirancang sekaligus bagaimana teknologi tersebut dapat diterapkan untuk kebutuhan bisnis, mempelajari S1 Sistem Informasi atau S1 Bisnis Digital di Ma’soem University dapat menjadi salah satu langkah. Dengan memahami dasar teknologi dan bisnis, mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna website, tetapi juga dapat belajar melihat masalah dan merancang solusi digital yang sesuai kebutuhan.




