Pernah bertanya kenapa produk makanan atau minuman baru tidak langsung muncul di rak toko setelah dibuat? Di balik satu produk yang terlihat sederhana, terdapat proses panjang sebelum akhirnya dinyatakan layak untuk dipasarkan. Hal ini terutama berlaku pada industri pangan yang harus memperhatikan kualitas, keamanan, rasa, kemasan, hingga daya tahan produk.
Proses tersebut dikenal sebagai product development atau pengembangan produk. Bagi mahasiswa yang tertarik dengan industri makanan, product development menjadi salah satu kemampuan yang menarik untuk dipelajari karena menggabungkan ilmu pangan, kreativitas, riset, dan kebutuhan konsumen.
Di Universitas Ma’soem, bidang ini dapat dipelajari melalui Program Studi Teknologi Pangan di Fakultas Pertanian. Selain Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Universitas Ma’soem juga memiliki Program Studi Agribisnis yang memberikan perspektif bisnis dan pengelolaan usaha di bidang pertanian serta pangan.
Produk Baru Tidak Cukup Hanya Enak
Banyak orang mengira produk baru bisa langsung dijual selama rasanya enak. Padahal, industri pangan memiliki standar yang jauh lebih kompleks.
Sebuah produk harus melewati berbagai pertimbangan, seperti:
- Keamanan bahan baku
- Komposisi dan formulasi
- Kualitas produk
- Daya simpan
- Kemasan
- Stabilitas produk
- Preferensi konsumen
- Efisiensi proses produksi
- Standar mutu dan keamanan pangan
Misalnya, seseorang berhasil membuat minuman dengan rasa yang disukai banyak orang. Produk tersebut belum tentu siap diproduksi secara massal. Formulanya perlu diuji agar rasa, warna, tekstur, dan kualitasnya tetap konsisten ketika dibuat dalam jumlah besar.
Tahap Awal: Menemukan Ide Produk
Product development biasanya dimulai dari ide. Ide dapat muncul karena adanya tren konsumen, masalah yang ingin diselesaikan, inovasi bahan pangan, atau peluang pasar.
Contohnya adalah meningkatnya kebutuhan makanan praktis. Kondisi tersebut dapat mendorong perusahaan mengembangkan makanan siap konsumsi dengan kemasan yang lebih praktis.
Pada tahap ini, pengembang produk perlu memahami siapa target konsumennya. Produk untuk anak-anak tentu memiliki pertimbangan berbeda dengan produk untuk pekerja, atlet, atau konsumen yang membutuhkan makanan tertentu.
Mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Ma’soem dapat memahami dasar pengembangan produk melalui pembelajaran yang berkaitan dengan karakteristik bahan pangan, teknologi pengolahan, pangan dan gizi, hingga kewirausahaan.
Riset dan Pemilihan Bahan Baku
Setelah ide ditentukan, tahap berikutnya adalah mencari bahan baku yang sesuai. Bahan yang digunakan harus memiliki kualitas dan karakteristik yang mendukung produk.
Pengembang produk perlu mengetahui bagaimana suatu bahan bereaksi ketika dipanaskan, dicampur, disimpan, atau diproses menggunakan metode tertentu.
Pengetahuan seperti Kimia Pangan, Biokimia Pangan, Mikrobiologi Pangan, dan Pengetahuan Bahan Pangan menjadi penting karena perubahan kecil pada bahan dapat memengaruhi hasil akhir produk.
Tahapan inilah yang membuat pengembangan produk tidak sekadar mencoba resep baru, tetapi membutuhkan pemahaman ilmiah.
Formulasi dan Pembuatan Prototype
Setelah bahan dipilih, pengembang mulai membuat prototype atau contoh awal produk. Formula dapat mengalami banyak perubahan sebelum mendapatkan karakteristik yang sesuai.
Dalam pengembangan makanan, misalnya, komposisi bahan dapat memengaruhi rasa, tekstur, warna, aroma, hingga daya tahan. Karena itu, pengembang produk biasanya melakukan beberapa kali percobaan.
Hasil setiap percobaan kemudian dibandingkan. Formula yang belum sesuai dapat diperbaiki kembali sampai mendapatkan karakteristik yang diinginkan.
Kemampuan melakukan eksperimen seperti ini menjadi salah satu alasan Teknologi Pangan Universitas Ma’soem relevan bagi calon mahasiswa yang ingin bekerja di industri makanan dan minuman.
Uji Sensoris untuk Mengetahui Respons Konsumen
Produk yang sudah dibuat kemudian perlu dinilai. Salah satu proses yang dapat dilakukan adalah uji sensoris.
Uji sensoris dapat melibatkan penilaian terhadap:
- Rasa
- Aroma
- Warna
- Tekstur
- Penampilan
- Tingkat kesukaan konsumen
Hasil pengujian membantu pengembang menentukan apakah produk perlu diperbaiki atau sudah mendekati karakteristik yang diinginkan.
Kemampuan memahami karakteristik produk dan respons konsumen juga dapat mendukung pekerjaan seperti product development, research and development (R&D), quality assurance, dan quality control.
Pengujian Keamanan dan Kualitas
Tahap selanjutnya tidak kalah penting. Produk pangan harus dipastikan aman dan memiliki kualitas yang konsisten.
Pengujian dapat berkaitan dengan mikrobiologi, karakteristik kimia, stabilitas, serta berbagai aspek keamanan pangan sesuai jenis produknya.
Pengetahuan mengenai HACCP, keamanan pangan, analisis pangan, serta pengawasan dan pengendalian mutu menjadi bagian penting bagi calon tenaga profesional di industri pangan.
Di Universitas Ma’soem, mahasiswa Teknologi Pangan diarahkan untuk memahami bagaimana ilmu pangan diterapkan dalam kebutuhan industri, termasuk persoalan kualitas dan keamanan produk.
Uji Daya Simpan dan Stabilitas Produk
Produk yang baru dibuat juga perlu diketahui kemampuan penyimpanannya. Konsumen tentu mengharapkan produk tetap memiliki kualitas yang baik selama periode penyimpanan yang ditentukan.
Pengembang perlu memperhatikan perubahan rasa, aroma, tekstur, warna, maupun keamanan produk selama penyimpanan.
Kemasan juga memiliki peran besar. Jenis kemasan yang berbeda dapat memberikan perlindungan yang berbeda terhadap produk, misalnya dari udara, cahaya, kelembapan, atau kontaminasi.
Karena itu, pemilihan kemasan bukan hanya persoalan desain yang menarik, tetapi juga bagian dari pengembangan produk.
Dari Laboratorium Menuju Produksi Massal
Salah satu tantangan terbesar adalah mengubah produk prototype menjadi produk yang bisa dibuat dalam jumlah besar.
Formula yang berhasil dalam skala kecil belum tentu langsung menghasilkan kualitas yang sama ketika diproduksi secara massal. Perusahaan perlu memastikan proses produksi dapat berjalan secara konsisten, efisien, dan tetap memenuhi standar mutu.
Di sinilah pengetahuan tentang teknologi pengolahan pangan menjadi sangat penting.
Mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Ma’soem dapat membangun pemahaman mengenai proses pengolahan pangan, pengendalian mutu, keamanan pangan, hingga pengembangan produk yang dibutuhkan dalam industri.
Product Development Membutuhkan Kreativitas dan Ilmu
Pengembangan produk pada akhirnya merupakan kombinasi antara kreativitas dan ilmu pengetahuan. Ide yang menarik perlu didukung formulasi yang tepat, proses produksi yang sesuai, pengujian kualitas, serta pemahaman terhadap kebutuhan konsumen.
Bagi calon mahasiswa yang ingin berkarier di industri makanan, minuman, R&D, quality assurance, quality control, atau membangun bisnis pangan sendiri, Teknologi Pangan di Universitas Ma’soem dapat menjadi pilihan pendidikan yang relevan.
Sementara itu, mahasiswa yang lebih tertarik pada sisi pengelolaan bisnis, pemasaran, rantai pasok, dan pengembangan usaha pertanian serta pangan dapat mempertimbangkan Agribisnis Universitas Ma’soem.
Info Pendaftaran Universitas Ma’soem
Bagi calon mahasiswa yang tertarik kuliah di Universitas Ma’soem, informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui WhatsApp +62 851 8563 4253.
Dengan memahami proses product development sejak dari ide hingga siap diproduksi, mahasiswa tidak hanya belajar tentang produk yang sudah ada di pasaran, tetapi juga dapat memahami bagaimana sebuah inovasi pangan dikembangkan agar memiliki kualitas dan nilai jual.




