Produk Bagus tapi Tidak Laku, Apa yang Salah? Pentingnya Riset dan Product Development Sebelum Meluncurkan Produk Pangan!

Memiliki produk pangan dengan rasa enak, kemasan menarik, dan kualitas yang baik belum tentu membuat produk tersebut langsung laku di pasaran. Banyak produk pangan gagal mendapatkan respons konsumen bukan karena produknya buruk, tetapi karena proses pengembangannya tidak diawali dengan riset yang tepat.

Di industri pangan, riset pasar dan product development menjadi bagian penting sebelum sebuah produk diluncurkan. Produsen perlu mengetahui siapa target konsumennya, kebutuhan pasar, tren makanan yang berkembang, harga yang sesuai, hingga alasan konsumen memilih sebuah produk dibandingkan produk lain.

Produk Bagus Belum Tentu Sesuai dengan Kebutuhan Konsumen

Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap produk yang menurut produsen bagus pasti akan disukai konsumen. Padahal, selera konsumen sangat beragam.

Produk dengan rasa yang dianggap menarik oleh tim pengembang belum tentu sesuai dengan preferensi target pasar. Begitu juga dengan ukuran, tekstur, aroma, tingkat kemanisan, desain kemasan, hingga cara penyajiannya.

Karena itu, riset konsumen perlu dilakukan sebelum produk pangan diproduksi secara luas. Riset dapat dilakukan melalui survei, wawancara, observasi perilaku konsumen, uji coba produk, maupun analisis terhadap produk kompetitor.

Mengapa Riset Produk Pangan Sangat Penting?

Riset membantu produsen memahami kondisi pasar secara lebih nyata. Dari riset tersebut, pengembang produk dapat menemukan kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi.

Beberapa hal yang dapat diteliti antara lain:

  • Preferensi rasa dan tekstur konsumen
  • Jenis produk pangan yang sedang diminati
  • Rentang harga yang dianggap sesuai
  • Ukuran dan bentuk kemasan
  • Kebiasaan konsumen dalam membeli makanan
  • Keunggulan dan kekurangan produk kompetitor
  • Alasan konsumen memilih atau meninggalkan sebuah produk

Data tersebut kemudian dapat digunakan sebagai dasar dalam proses product development pangan. Dengan begitu, pengembangan produk tidak hanya mengandalkan perkiraan, tetapi memiliki dasar yang lebih jelas.

Product Development Menentukan Masa Depan Produk

Product development atau pengembangan produk bukan sekadar membuat makanan baru. Proses ini mencakup berbagai tahapan, mulai dari mencari ide, menentukan formulasi, memilih bahan baku, melakukan pengujian, memperbaiki karakteristik produk, sampai memastikan produk memiliki kualitas yang konsisten.

Dalam industri pangan, aspek keamanan juga menjadi perhatian penting. Produk harus memiliki kualitas yang baik sekaligus aman dikonsumsi.

Mahasiswa yang mempelajari Teknologi Pangan di Universitas Ma’soem dapat mengenal berbagai pengetahuan yang mendukung kebutuhan industri pangan. Materi seperti Analisis Pangan, Biokimia Pangan, Keamanan Pangan, Quality Assurance, Product Development, Teknologi Pengolahan Nabati dan Hewani, serta HACCP dapat menjadi bekal untuk memahami proses pengembangan produk secara lebih menyeluruh.

Uji Produk Sebelum Masuk Pasar

Salah satu tahap penting dalam pengembangan produk pangan adalah melakukan pengujian. Produk yang sudah dibuat tidak seharusnya langsung diproduksi dalam jumlah besar sebelum diketahui bagaimana respons calon konsumen.

Uji sensori dapat digunakan untuk mengetahui penerimaan konsumen terhadap rasa, aroma, warna, tekstur, dan karakteristik lainnya. Hasil pengujian kemudian dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki produk.

Misalnya, produk memiliki rasa yang disukai tetapi teksturnya kurang sesuai. Tim product development dapat melakukan perubahan formulasi dan kembali melakukan pengujian. Proses seperti ini membantu menghasilkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.

Peran Teknologi Pangan di Dunia Industri

Perkembangan industri makanan dan minuman membuat kebutuhan terhadap tenaga yang memahami proses pengembangan produk semakin beragam. Lulusan Teknologi Pangan tidak hanya mempelajari cara mengolah bahan pangan, tetapi juga dapat berhadapan dengan aspek mutu, keamanan, inovasi, hingga pengembangan produk.

Universitas Ma’soem menjadi salah satu pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin mendalami bidang tersebut. Program Studi Teknologi Pangan di Fakultas Pertanian Universitas Ma’soem diarahkan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang berkaitan dengan kualitas produk, keamanan pangan, ketahanan pangan, pengolahan bahan pangan, serta pengembangan produk.

Pembelajaran juga dapat diarahkan pada kebutuhan dunia industri dan kewirausahaan. Hal ini penting karena peluang lulusan Teknologi Pangan tidak hanya berada di perusahaan makanan dan minuman, tetapi juga dapat berkembang menjadi praktisi, pengusaha pangan, maupun terlibat dalam inovasi produk.

Agribisnis Juga Berperan dalam Keberhasilan Produk

Produk pangan tidak berdiri sendiri. Setelah produk dikembangkan, masih ada proses pemasaran, distribusi, pengelolaan bisnis, hingga strategi menjangkau konsumen.

Di Universitas Ma’soem, Fakultas Pertanian memiliki dua program studi, yaitu Teknologi Pangan dan Agribisnis. Keduanya dapat memiliki peran yang berbeda dalam rantai bisnis pangan.

Teknologi Pangan berkaitan erat dengan proses dan kualitas produk, sedangkan Agribisnis dapat mendukung pemahaman mengenai aspek bisnis pertanian dan pangan. Mahasiswa Agribisnis dapat mempelajari bagaimana produk memiliki nilai ekonomi, dikelola sebagai bisnis, serta dikembangkan mengikuti perubahan pasar.

Kombinasi pemahaman teknologi pangan dan bisnis menjadi relevan ketika seseorang ingin membangun usaha pangan sendiri. Produk yang berkualitas perlu didukung strategi bisnis yang sesuai agar dapat diterima pasar.

Info Pendaftaran Universitas Ma’soem

Bagi calon mahasiswa yang tertarik mempelajari dunia pangan, pengembangan produk, maupun bisnis pertanian, Universitas Ma’soem dapat menjadi pilihan untuk melanjutkan pendidikan.

Pendaftaran mahasiswa baru Universitas Ma’soem dapat ditanyakan melalui WhatsApp +62 851 8563 4253. Informasi mengenai program studi, proses pendaftaran, dan ketentuan masuk dapat diperoleh melalui kontak tersebut.

Model pembelajaran di Universitas Ma’soem juga menerapkan sistem hybrid yang memadukan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online. Dukungan fasilitas digital kampus dan dosen yang adaptif dapat membantu mahasiswa mengikuti proses perkuliahan sesuai kebutuhan pembelajaran saat ini.

Dari Ide Produk Menjadi Produk yang Dibutuhkan Pasar

Kemampuan menciptakan produk pangan tidak cukup hanya dengan menghasilkan makanan yang enak. Seorang pengembang produk perlu memahami konsumen, membaca peluang pasar, menguji produk, melakukan evaluasi, serta memastikan kualitas dan keamanan produk sebelum dipasarkan.

Di sinilah riset pangan dan product development memiliki peran penting. Mahasiswa yang tertarik dengan inovasi makanan dapat membangun kemampuan tersebut melalui pendidikan Teknologi Pangan di Universitas Ma’soem.

Sementara bagi yang lebih tertarik pada sisi bisnis, pemasaran, rantai pasok, dan pengelolaan usaha berbasis pertanian serta pangan, Program Studi Agribisnis Universitas Ma’soem dapat menjadi pilihan. Kedua program studi di Fakultas Pertanian tersebut memberikan jalur pembelajaran yang berbeda tetapi tetap memiliki keterkaitan dengan perkembangan industri pangan dan pertanian modern.