Bagaimana Perusahaan Menentukan Bahan Baku, Formula, hingga Kemasan Produk Baru? Ini Peran Product Development!

Ketika sebuah perusahaan ingin meluncurkan produk makanan atau minuman baru, prosesnya tidak cukup hanya dengan membuat produk yang rasanya enak. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, mulai dari pemilihan bahan baku, penyusunan formula, keamanan pangan, proses produksi, hingga desain kemasan. Semua tahapan tersebut membutuhkan perencanaan yang matang agar produk dapat diterima konsumen dan diproduksi secara konsisten.

Di industri pangan, salah satu bagian yang memiliki peran penting dalam proses tersebut adalah Product Development. Bidang ini menjadi penghubung antara ide produk dengan produk yang benar-benar siap dipasarkan. Karena itu, keterampilan Product Development semakin relevan bagi mahasiswa yang ingin berkarier di industri makanan dan minuman.

Apa Itu Product Development?

Product Development merupakan proses pengembangan produk dari tahap ide sampai produk siap diproduksi dan dipasarkan. Tim yang bekerja di bidang ini tidak hanya memikirkan rasa, tetapi juga mempertimbangkan karakteristik bahan, formulasi, proses produksi, kualitas, keamanan, biaya produksi, serta kebutuhan konsumen.

Dalam industri pangan, seorang Product Development dapat terlibat dalam beberapa pekerjaan seperti:

  • Mencari dan mengevaluasi bahan baku.
  • Menentukan formula produk.
  • Melakukan trial dan pengujian produk.
  • Mengembangkan tekstur, aroma, rasa, dan warna.
  • Menyesuaikan formula dengan proses produksi skala industri.
  • Berkoordinasi dengan bagian Quality Assurance dan produksi.
  • Mengembangkan konsep serta spesifikasi kemasan.
  • Melakukan evaluasi terhadap produk kompetitor.
  • Menyiapkan dokumentasi pengembangan produk.

Artinya, Product Development membutuhkan kombinasi kemampuan ilmiah, kreativitas, ketelitian, dan pemahaman terhadap kebutuhan pasar.

Bagaimana Perusahaan Menentukan Bahan Baku?

Pemilihan bahan baku menjadi tahap penting karena karakteristik bahan dapat memengaruhi kualitas produk akhir. Perusahaan perlu mempertimbangkan kualitas, keamanan, konsistensi pasokan, karakteristik fisik dan kimia, serta kesesuaiannya dengan proses produksi.

Misalnya, ketika mengembangkan produk bakery, tim Product Development perlu memahami fungsi tepung, gula, lemak, telur, bahan pengembang, hingga bahan tambahan lainnya. Setiap bahan memiliki fungsi berbeda dan dapat memengaruhi tekstur, rasa, aroma, serta daya simpan.

Bahan baku juga perlu diuji agar sesuai dengan spesifikasi perusahaan. Perubahan kualitas bahan dari pemasok dapat membuat hasil produk berbeda sehingga standar bahan baku menjadi bagian penting dalam pengembangan produk.

Menentukan Formula Produk Tidak Bisa Asal Campur

Setelah bahan baku ditentukan, tahap berikutnya adalah menyusun formula. Formula menjadi dasar untuk menghasilkan karakteristik produk yang diinginkan.

Tim Product Development biasanya melakukan beberapa kali trial untuk mendapatkan kombinasi bahan yang sesuai. Pada tahap ini, perubahan kecil dalam komposisi dapat memberikan hasil yang berbeda pada rasa, tekstur, warna, aroma, maupun stabilitas produk.

Pengujian dapat dilakukan melalui evaluasi sensori, pengujian laboratorium, hingga pengamatan terhadap perubahan produk selama penyimpanan. Hasil setiap trial kemudian dibandingkan dengan standar yang sudah ditentukan.

Kemampuan memahami Analisis Pangan, Biokimia Pangan, Mikrobiologi Pangan, Keamanan Pangan, dan Teknologi Pengolahan menjadi bekal yang penting untuk pekerjaan tersebut.

Kemasan Juga Menjadi Bagian dari Product Development

Produk yang sudah memiliki formula bagus tetap membutuhkan kemasan yang sesuai. Kemasan bukan hanya berfungsi untuk membuat produk terlihat menarik, tetapi juga membantu melindungi produk selama penyimpanan dan distribusi.

Tim pengembangan produk perlu mempertimbangkan jenis material kemasan, ukuran, bentuk, kemampuan melindungi produk dari udara atau kelembapan, kemudahan penggunaan, hingga kesesuaian kemasan dengan proses produksi.

Pada produk makanan, pemilihan kemasan juga harus memperhatikan karakteristik produk. Produk yang sensitif terhadap kelembapan tentu membutuhkan pertimbangan kemasan yang berbeda dengan produk kering.

Karena itu, pengembangan produk sering kali membutuhkan koordinasi antara Product Development, Quality Assurance, produksi, pemasaran, purchasing, dan bagian desain.

Kuliah Teknologi Pangan di Universitas Ma’soem

Bagi calon mahasiswa yang tertarik dengan proses pengembangan produk makanan dan minuman, Teknologi Pangan di Universitas Ma’soem dapat menjadi pilihan untuk mempelajari dasar-dasar yang berkaitan dengan industri pangan.

Universitas Ma’soem melalui Fakultas Pertanian memiliki dua jurusan, yaitu Teknologi Pangan dan Agribisnis. Pada jurusan Teknologi Pangan, mahasiswa mendapatkan pembelajaran yang berkaitan dengan ilmu dan teknologi pengolahan pangan, keamanan pangan, mutu produk, hingga pengembangan produk.

Beberapa bidang pembelajaran yang relevan dengan Product Development antara lain:

  • Analisis Pangan
  • Biokimia Pangan
  • Teknologi Pengolahan Nabati
  • Teknologi Pengolahan Hewani
  • Pengawasan dan Pengendalian Mutu
  • Keamanan Pangan
  • Mikrobiologi Pangan
  • HACCP
  • Pengetahuan Bahan Pangan
  • Perancangan Percobaan
  • Pangan dan Gizi
  • Product Development

Pembelajaran tersebut dapat membantu mahasiswa memahami bahwa menciptakan produk pangan membutuhkan dasar ilmiah sekaligus kemampuan menerapkan pengetahuan dalam proses pengembangan produk.

Peluang Karier Lulusan Teknologi Pangan

Kebutuhan terhadap tenaga yang memahami pengembangan produk cukup luas karena industri makanan dan minuman terus menghasilkan berbagai inovasi. Lulusan Teknologi Pangan dapat mengembangkan karier di berbagai bidang industri pangan.

Beberapa posisi yang dapat menjadi pilihan antara lain Product Development, Research and Development (R&D), Quality Assurance, Quality Control, food safety, production, hingga pengembangan usaha pangan.

Mahasiswa juga dapat membangun pengalaman melalui kegiatan praktikum, proyek pengembangan produk, magang, maupun pembuatan portofolio. Portofolio dapat berisi dokumentasi produk yang pernah dikembangkan, hasil formulasi, pengujian sensori, konsep kemasan, hingga proses evaluasi produk.

Kemampuan tersebut dapat menjadi nilai tambah ketika mahasiswa mulai memasuki dunia kerja karena perusahaan tidak hanya membutuhkan lulusan yang memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan di lapangan.

Info Pendaftaran Universitas Ma’soem

Bagi calon mahasiswa yang ingin mengambil S1 Teknologi Pangan di Universitas Ma’soem, informasi mengenai pendaftaran dapat diperoleh melalui WhatsApp +62 851 8563 4253.

Universitas Ma’soem juga menerapkan pembelajaran hybrid yang memadukan perkuliahan tatap muka dan pembelajaran online. Sistem tersebut dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar mahasiswa dalam mengikuti perkembangan pembelajaran berbasis teknologi.

Dari Ide Produk Menjadi Produk Siap Pasar

Product Development memiliki peran penting dalam mengubah sebuah ide menjadi produk yang dapat diproduksi dan diterima konsumen. Mulai dari memilih bahan baku, menyusun formula, melakukan trial, memastikan kualitas, hingga menentukan kemasan, setiap tahap membutuhkan pengetahuan dan ketelitian.

Bagi mahasiswa yang tertarik dengan dunia industri makanan dan minuman, mempelajari Teknologi Pangan dapat membuka kesempatan untuk memahami proses tersebut secara lebih mendalam. Di Universitas Ma’soem, mahasiswa Teknologi Pangan mendapatkan dasar ilmu yang dapat mendukung pengembangan kompetensi untuk menghadapi kebutuhan industri pangan yang terus berkembang.