Suka meneliti tidak selalu berarti harus memilih profesi dosen. Guru dan dosen sama-sama memiliki ruang untuk melakukan penelitian, mengembangkan pembelajaran, serta mencari solusi atas berbagai persoalan pendidikan. Perbedaannya terletak pada lingkungan kerja, sasaran peserta didik, jenis penelitian yang dilakukan, dan tuntutan akademik dalam menjalankan profesi.
Bagi mahasiswa yang memiliki rasa ingin tahu tinggi, senang mengamati masalah, mengumpulkan data, membaca referensi, atau menyusun hasil penelitian, kedua profesi tersebut dapat menjadi pilihan yang relevan. Menentukan pilihan perlu disesuaikan dengan minat dan tujuan karier, bukan hanya karena profesinya sama-sama bergerak di bidang pendidikan.
Guru dan Dosen Sama-Sama Membutuhkan Kemampuan Meneliti
Penelitian memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Guru dapat melakukan penelitian untuk memahami kebutuhan siswa dan mengevaluasi proses pembelajaran di kelas. Sementara itu, dosen tidak hanya mengajar mahasiswa, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam kegiatan penelitian dan pengembangan keilmuan.
Bagi guru, penelitian sering kali berhubungan langsung dengan persoalan pembelajaran. Misalnya, guru dapat mengamati alasan siswa mengalami kesulitan memahami materi, mencari strategi pembelajaran yang sesuai, atau mengevaluasi penggunaan media pembelajaran tertentu.
Dosen memiliki ruang penelitian yang lebih luas karena dapat mengembangkan kajian sesuai bidang keilmuannya. Penelitian dosen dapat berkaitan dengan pendidikan, bahasa, sosial, teknologi, ekonomi, maupun bidang akademik lainnya.
Artinya, kebiasaan meneliti dapat menjadi bekal penting untuk kedua profesi tersebut.
Jika Suka Meneliti Siswa, Profesi Guru Bisa Menjadi Pilihan
Mahasiswa yang tertarik meneliti perilaku, perkembangan, dan proses belajar siswa mungkin akan menemukan banyak hal menarik ketika menjadi guru. Lingkungan sekolah memberikan kesempatan untuk mengamati perkembangan peserta didik secara langsung.
Beberapa aktivitas penelitian yang dekat dengan pekerjaan guru antara lain:
- Mengidentifikasi kesulitan belajar siswa.
- Mengevaluasi metode pembelajaran.
- Mengembangkan media pembelajaran.
- Mengamati perkembangan kemampuan siswa.
- Mencari strategi untuk meningkatkan keterlibatan siswa.
- Melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran.
Guru juga berhadapan langsung dengan kondisi kelas setiap hari. Pengalaman tersebut dapat membantu guru menemukan masalah yang relevan untuk dikaji lebih lanjut.
Misalnya, seorang guru Bahasa Inggris menemukan bahwa siswa memahami kosakata, tetapi masih ragu berbicara dalam bahasa Inggris. Kondisi tersebut dapat menjadi dasar untuk melakukan pengamatan atau penelitian mengenai faktor yang memengaruhi kemampuan berbicara siswa.
Jika Lebih Suka Riset Akademik, Dosen Bisa Lebih Relevan
Dosen memiliki hubungan yang lebih erat dengan kegiatan penelitian akademik. Selain mengajar, dosen pada perguruan tinggi menjalankan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari aktivitas akademiknya.
Minat terhadap penelitian dapat berkembang menjadi kajian yang lebih spesifik. Seorang dosen Pendidikan Bahasa Inggris, misalnya, dapat meneliti pembelajaran bahasa, kemampuan berbicara mahasiswa, pronunciation, penggunaan teknologi dalam pembelajaran, atau fenomena bahasa dalam kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa yang menikmati proses membaca jurnal, menyusun rumusan masalah, mengolah data, berdiskusi mengenai teori, dan menulis karya ilmiah mungkin akan merasa tertarik pada lingkungan akademik perguruan tinggi.
Namun, profesi dosen juga memiliki tuntutan akademik yang perlu dipertimbangkan. Jalur pendidikan dan persyaratan karier dosen berbeda dari guru sehingga seseorang yang ingin menekuni profesi ini perlu mempersiapkan pendidikan akademik dan kompetensi yang sesuai.
Perbedaan Guru dan Dosen bagi Mahasiswa yang Suka Meneliti
| Aspek | Guru | Dosen |
|---|---|---|
| Peserta didik | Siswa sekolah | Mahasiswa |
| Fokus utama | Pembelajaran dan perkembangan siswa | Pembelajaran, penelitian, dan pengembangan keilmuan |
| Lingkungan penelitian | Banyak berkaitan dengan kelas dan sekolah | Lebih luas sesuai bidang keilmuan |
| Interaksi | Intensif dalam kegiatan sekolah | Interaksi akademik bersama mahasiswa |
| Bentuk kajian | Masalah pembelajaran dan kebutuhan siswa | Kajian akademik sesuai bidang ilmu |
| Pengembangan keilmuan | Berbasis praktik pendidikan | Berbasis praktik dan pengembangan ilmu |
Perbedaan tersebut bukan berarti guru tidak dapat melakukan penelitian akademik atau dosen tidak terlibat dalam persoalan pembelajaran. Keduanya tetap memiliki irisan dalam kegiatan penelitian dan pengembangan pendidikan.
Bagaimana Jika Suka Mengajar Sekaligus Meneliti?
Ada mahasiswa yang sebenarnya tidak ingin memilih antara mengajar dan meneliti. Mereka menikmati keduanya. Dalam kondisi tersebut, profesi guru maupun dosen tetap dapat dipertimbangkan.
Guru dapat menjadikan pengalaman mengajar sebagai sumber untuk menemukan persoalan penelitian. Sebaliknya, hasil penelitian dapat digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran.
Dosen juga dapat menggabungkan kegiatan mengajar dan penelitian. Materi yang ditemukan melalui penelitian dapat memperkaya diskusi di kelas, sedangkan pengalaman berinteraksi dengan mahasiswa dapat membuka pertanyaan penelitian baru.
Kombinasi tersebut membuat kegiatan mengajar dan meneliti tidak selalu berjalan sebagai dua aktivitas yang terpisah.
Pilihan Jurusan Bisa Disesuaikan Sejak Kuliah
Minat penelitian dapat mulai dikembangkan sejak menjadi mahasiswa. Kemampuan membaca sumber ilmiah, menyusun masalah penelitian, mengumpulkan data, menganalisis temuan, dan menulis laporan akan berguna untuk berbagai jalur karier di bidang pendidikan.
Bagi mahasiswa yang ingin berkarier di bidang pendidikan, pilihan program studi juga perlu diperhatikan. Di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Ma’soem University, program studi yang tersedia adalah Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris.
Pendidikan Bahasa Inggris dapat relevan bagi mahasiswa yang tertarik pada bahasa, pembelajaran, dan penelitian pendidikan bahasa. Sementara itu, Bimbingan dan Konseling dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang tertarik mengkaji perkembangan peserta didik, layanan bimbingan, serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan proses pendidikan dan perkembangan siswa.
Sebagai salah satu kampus swasta, Ma’soem University dapat menjadi salah satu lingkungan pendidikan tinggi yang dipertimbangkan calon mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan akademik sekaligus mempersiapkan diri untuk bidang pendidikan.
Pertanyaan yang Bisa Dipertimbangkan Sebelum Memilih
Minat terhadap penelitian saja belum cukup untuk menentukan profesi. Calon mahasiswa dapat mempertimbangkan beberapa pertanyaan berikut:
- Apakah lebih senang berinteraksi dengan siswa sekolah atau mahasiswa?
- Apakah lebih menikmati penelitian yang berangkat dari masalah di kelas?
- Apakah tertarik membaca jurnal dan mengembangkan kajian akademik secara mendalam?
- Apakah lebih menikmati aktivitas mengajar secara langsung?
- Apakah ingin menekuni bidang keilmuan tertentu dalam jangka panjang?
- Apakah nyaman melakukan pengumpulan dan analisis data?
- Apakah tertarik mengembangkan penelitian menjadi karya ilmiah?
Jawaban atas pertanyaan tersebut dapat membantu seseorang mengenali kecenderungan minatnya. Tidak ada keharusan bahwa orang yang menyukai penelitian harus menjadi dosen. Guru pun dapat terus melakukan penelitian dan mengembangkan praktik pembelajaran berdasarkan hasil kajiannya.
Kemampuan Penelitian Tetap Berguna untuk Karier Pendidikan
Kemampuan meneliti memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar menyelesaikan tugas kuliah atau skripsi. Keterampilan mencari informasi, memeriksa sumber, mengolah data, berpikir kritis, dan menyusun argumen berdasarkan bukti dapat digunakan dalam berbagai pekerjaan.
Mahasiswa pendidikan juga dapat mulai membangun kebiasaan penelitian melalui tugas kuliah, observasi sekolah, diskusi ilmiah, proyek penelitian, dan penulisan karya akademik. Pengalaman tersebut dapat menjadi dasar untuk memahami apakah seseorang lebih menikmati penelitian berbasis praktik pendidikan atau penelitian akademik yang lebih mendalam.
Informasi Ma’soem University:
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




