DTA atau Diniyah Takmiliyah merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang memberikan pembelajaran tambahan bagi anak untuk memperdalam pengetahuan dan praktik keislaman. Kegiatan belajar di DTA umumnya berlangsung di luar pendidikan formal sehingga materi yang diberikan dapat melengkapi pembelajaran agama yang sudah diperoleh di sekolah.
Materi pendidikan diniyah tidak hanya berkaitan dengan hafalan. Anak juga diarahkan untuk memahami dasar-dasar agama, mengenal tata cara ibadah, membaca Al-Qur’an, serta membiasakan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Karena itu, pembelajaran DTA memiliki cakupan yang cukup beragam.
Apa Itu DTA?
DTA merupakan singkatan dari Diniyah Takmiliyah. Istilah ini merujuk pada pendidikan keagamaan Islam yang diselenggarakan sebagai pelengkap pendidikan agama Islam pada jalur pendidikan formal.
Peserta didik DTA biasanya berasal dari jenjang sekolah dasar atau sederajat. Waktu belajarnya dapat disesuaikan dengan kondisi lembaga dan lingkungan setempat. Ada DTA yang melaksanakan kegiatan pembelajaran pada sore hari setelah anak menyelesaikan sekolah formal.
Kurikulum atau materi yang diajarkan dapat berbeda antara satu lembaga dan lembaga lainnya. Namun, terdapat beberapa bidang pembelajaran yang umum ditemukan dalam pendidikan diniyah.
1. Al-Qur’an dan Cara Membacanya
Salah satu materi utama di DTA adalah pembelajaran Al-Qur’an. Anak tidak hanya diperkenalkan pada huruf hijaiyah, tetapi juga dilatih agar mampu membaca Al-Qur’an secara lebih tepat.
Materi yang diberikan dapat mencakup:
- Pengenalan huruf hijaiyah.
- Harakat dan tanda baca.
- Cara menyambungkan huruf Arab.
- Membaca surah-surah pendek.
- Pengenalan ilmu tajwid.
- Latihan membaca Al-Qur’an secara bertahap.
- Hafalan beberapa surah dalam Juz Amma.
Pembelajaran membaca Al-Qur’an biasanya dilakukan melalui latihan berulang. Guru dapat membimbing pelafalan anak secara langsung agar kesalahan membaca dapat diperbaiki.
2. Fikih dan Praktik Ibadah
Materi fikih membantu anak mengenal aturan dasar dalam menjalankan ibadah sehari-hari. Pembelajaran biasanya disesuaikan dengan tingkat usia dan kemampuan peserta didik.
Beberapa materi yang dapat dipelajari antara lain:
- Tata cara bersuci.
- Wudu dan hal-hal yang membatalkannya.
- Tayamum.
- Tata cara salat.
- Bacaan dalam salat.
- Puasa.
- Zakat secara sederhana.
- Halal dan haram dalam kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran fikih akan lebih mudah dipahami apabila tidak berhenti pada penjelasan teori. Anak dapat diajak mempraktikkan wudu atau gerakan salat sehingga mengetahui penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
3. Akidah dan Keimanan
DTA juga memberikan materi mengenai akidah sebagai dasar pengenalan keimanan. Anak diperkenalkan pada konsep dasar tentang Allah, nabi dan rasul, malaikat, kitab-kitab Allah, hari akhir, serta ketentuan Allah.
Pembelajaran akidah pada tingkat anak biasanya menggunakan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan mereka. Tujuannya agar konsep keimanan tidak hanya menjadi hafalan, tetapi mulai dipahami sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
4. Akhlak dan Perilaku Sehari-hari
Pendidikan diniyah juga memiliki perhatian terhadap pembentukan akhlak. Anak diajarkan bagaimana bersikap kepada orang tua, guru, teman, dan orang lain.
Materi akhlak dapat mencakup:
- Menghormati orang tua.
- Menghargai guru.
- Bersikap sopan kepada orang lain.
- Menjaga perkataan.
- Membiasakan kejujuran.
- Bertanggung jawab terhadap tugas.
- Menolong sesama.
- Menjaga kebersihan.
- Menghindari perilaku yang merugikan orang lain.
Materi tersebut penting karena pendidikan agama tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi juga penerapannya dalam perilaku.
5. Hafalan Doa dan Surah Pendek
Hafalan menjadi bagian yang cukup umum dalam kegiatan belajar DTA. Anak biasanya menghafalkan doa-doa yang dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Contohnya meliputi doa sebelum dan sesudah makan, doa sebelum tidur, doa untuk orang tua, doa masuk dan keluar rumah, serta doa sebelum belajar. Surah-surah pendek juga dapat menjadi bagian dari kegiatan hafalan.
Metode hafalan dapat dilakukan secara bertahap. Guru dapat memberikan target yang sesuai kemampuan anak agar kegiatan menghafal tidak terasa terlalu berat.
6. Sejarah Islam dan Kisah Nabi
Kisah nabi dan sejarah perkembangan Islam dapat digunakan sebagai materi pembelajaran yang menarik bagi anak. Cerita membantu peserta didik mengenal tokoh-tokoh penting sekaligus memahami nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan.
Materinya dapat berupa kisah Nabi Muhammad SAW, nabi dan rasul lainnya, kehidupan para sahabat, serta peristiwa penting dalam sejarah Islam. Guru biasanya dapat mengambil nilai seperti kejujuran, kesabaran, keberanian, dan sikap pantang menyerah dari setiap cerita.
7. Bahasa Arab Dasar
Beberapa DTA juga memberikan pembelajaran bahasa Arab pada tingkat dasar. Materinya tidak selalu diarahkan pada kemampuan berbahasa secara kompleks, tetapi lebih banyak mengenalkan kosakata dan istilah yang dekat dengan kegiatan keagamaan.
Anak dapat diperkenalkan pada kosakata sederhana seperti nama anggota tubuh, angka, benda di sekitar, anggota keluarga, serta istilah yang sering ditemukan dalam doa dan ibadah.
Pengenalan bahasa Arab juga dapat membantu anak memahami kosakata tertentu yang muncul dalam Al-Qur’an dan bacaan keagamaan.
DTA Tidak Hanya Mengajarkan Hafalan
Materi pendidikan diniyah pada dasarnya dapat menggabungkan pengetahuan, pembiasaan, dan praktik. Anak bukan hanya menghafalkan doa atau surah, tetapi juga belajar menerapkan nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya, materi tentang kebersihan dapat dikaitkan dengan praktik menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Materi akhlak dapat diterapkan ketika anak berinteraksi dengan teman. Sementara materi fikih dapat dipraktikkan melalui kegiatan wudu dan salat.
Pendekatan tersebut membuat pembelajaran DTA lebih dekat dengan kehidupan peserta didik.
Peran Pendidikan dalam Memahami Pembelajaran Diniyah
Pemahaman terhadap pendidikan agama dan perkembangan anak juga relevan bagi calon pendidik. Mahasiswa yang mempelajari bidang pendidikan dapat memahami bahwa proses belajar tidak hanya berkaitan dengan penyampaian materi, tetapi juga cara menyesuaikan pembelajaran berdasarkan usia dan kebutuhan peserta didik.
Ma’soem University sebagai salah satu kampus swasta dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan di bidang yang berkaitan dengan pengembangan peserta didik. Pada FKIP Ma’soem University, program yang tersedia adalah Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris.
Bagi mahasiswa yang tertarik pada perkembangan peserta didik, program Bimbingan dan Konseling dapat menjadi bidang yang relevan untuk memahami karakteristik dan kebutuhan siswa. Sementara itu, Pendidikan Bahasa Inggris berfokus pada bidang pendidikan dan pembelajaran bahasa Inggris.
Mengapa Materi DTA Penting bagi Anak?
Pembelajaran diniyah memberikan ruang bagi anak untuk memperoleh pengetahuan agama secara lebih terarah. Materi yang dipelajari juga dapat menjadi dasar bagi pembiasaan ibadah dan perilaku sehari-hari.
Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari pembelajaran tersebut antara lain:
- Mengenal dasar-dasar ajaran Islam.
- Meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.
- Memahami tata cara ibadah.
- Mengenal doa dan surah pendek.
- Membentuk kebiasaan berperilaku baik.
- Mengenal sejarah dan kisah nabi.
- Memahami nilai keagamaan melalui kegiatan sehari-hari.
Materi DTA dapat berkembang sesuai kurikulum dan kebijakan masing-masing lembaga. Karena itu, orang tua dapat menanyakan langsung kepada pengelola DTA mengenai jenjang, jadwal, materi, metode pembelajaran, serta target pembelajaran yang diterapkan.
Informasi Ma’soem University
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




