DTA, TPQ, dan Madrasah Diniyah: Apa Perbedaan Ketiganya?

Pendidikan agama Islam bagi anak dan remaja dapat diperoleh melalui berbagai lembaga pendidikan nonformal. Di lingkungan masyarakat, tiga istilah yang cukup sering digunakan adalah DTA, TPQ, dan Madrasah Diniyah. Ketiganya sama-sama memberikan pembelajaran keagamaan, tetapi memiliki fokus, materi, dan pola pembelajaran yang tidak selalu sama.

Memahami perbedaan DTA, TPQ, dan Madrasah Diniyah penting bagi orang tua maupun calon peserta didik agar dapat memilih lembaga yang sesuai kebutuhan pendidikan agama anak.

Apa Itu DTA?

DTA merupakan singkatan dari Diniyah Takmiliyah Awaliyah. Lembaga ini memberikan pendidikan keagamaan Islam sebagai pelengkap pendidikan agama yang diperoleh siswa di sekolah umum.

Pembelajaran DTA umumnya ditujukan bagi anak usia sekolah dasar atau sederajat. Kegiatan belajar dapat berlangsung pada sore hari setelah siswa menyelesaikan kegiatan sekolah formal.

Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca Al-Qur’an. Peserta didik juga dapat mempelajari berbagai pengetahuan dasar keislaman, seperti:

  • Al-Qur’an dan Hadis
  • Akidah
  • Akhlak
  • Fikih
  • Sejarah Kebudayaan Islam
  • Bahasa Arab

DTA memiliki cakupan pembelajaran agama yang relatif lebih luas dibandingkan lembaga yang hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an. Karena itu, kegiatan belajar di DTA dapat menjadi pelengkap bagi pendidikan formal yang diterima anak di sekolah.

Apa Itu TPQ?

TPQ atau Taman Pendidikan Al-Qur’an merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang secara khusus memberikan pembelajaran Al-Qur’an kepada anak-anak. TPQ banyak ditemukan di lingkungan masjid, musala, atau masyarakat sekitar tempat tinggal.

Pembelajaran TPQ umumnya menekankan kemampuan dasar membaca Al-Qur’an secara bertahap. Anak dapat mulai belajar mengenal huruf hijaiyah, membaca Iqra, memahami tajwid dasar, hingga membaca Al-Qur’an.

Selain kemampuan membaca, kegiatan TPQ juga dapat disertai pembelajaran keagamaan dasar. Anak dapat dikenalkan pada doa sehari-hari, praktik ibadah, hafalan surat pendek, serta pembiasaan akhlak yang baik.

Secara umum, kegiatan TPQ dapat mencakup:

  1. Pengenalan huruf hijaiyah.
  2. Pembelajaran membaca Iqra atau Al-Qur’an.
  3. Hafalan surat-surat pendek.
  4. Hafalan doa sehari-hari.
  5. Pengenalan tata cara salat.
  6. Pembiasaan perilaku dan akhlak Islami.

Fokus tersebut membuat TPQ sering menjadi pilihan bagi orang tua yang ingin memberikan dasar kemampuan membaca Al-Qur’an kepada anak sejak usia dini.

Apa Itu Madrasah Diniyah?

Madrasah Diniyah merupakan lembaga pendidikan yang memberikan pembelajaran agama Islam secara lebih terstruktur. Istilah ini dapat digunakan untuk menyebut lembaga pendidikan keagamaan Islam yang menyelenggarakan pembelajaran diniyah di luar pendidikan formal.

Materi pembelajarannya dapat mencakup ilmu-ilmu keislaman yang lebih luas, seperti Al-Qur’an, hadis, fikih, akidah, akhlak, sejarah Islam, dan bahasa Arab. Tingkatan pendidikan juga dapat disesuaikan berdasarkan usia serta kemampuan peserta didik.

Dalam praktiknya, istilah Madrasah Diniyah memiliki penggunaan yang cukup beragam di masyarakat. Ada lembaga yang menjalankan pendidikan diniyah secara berjenjang, sementara ada pula yang menggunakan istilah tersebut untuk kegiatan pendidikan agama yang diselenggarakan di lingkungan masyarakat.

Karena itu, orang tua sebaiknya melihat program dan jenjang yang ditawarkan oleh masing-masing lembaga sebelum menentukan pilihan.

Perbedaan DTA, TPQ, dan Madrasah Diniyah

Perbedaan ketiga lembaga tersebut paling mudah dilihat dari fokus pembelajarannya. TPQ cenderung menitikberatkan pada pendidikan Al-Qur’an dan kemampuan dasar keagamaan. DTA memberikan pembelajaran agama Islam yang lebih luas sebagai pelengkap pendidikan formal. Madrasah Diniyah memiliki cakupan pendidikan diniyah yang dapat diselenggarakan secara lebih terstruktur dan berjenjang.

AspekDTATPQMadrasah Diniyah
FokusPendidikan agama Islam sebagai pelengkapPembelajaran Al-Qur’an dan dasar keagamaanPendidikan keagamaan Islam yang lebih terstruktur
PesertaUmumnya anak usia sekolah dasarAnak-anak, terutama usia dini dan sekolah dasarBergantung pada jenjang lembaga
MateriAl-Qur’an, akidah, akhlak, fikih, SKI, bahasa ArabBaca Al-Qur’an, hafalan, doa, ibadah dasarBeragam ilmu keislaman sesuai program
WaktuUmumnya di luar jam sekolah formalSering dilaksanakan sore atau sesuai jadwal lembagaBergantung pada sistem lembaga
TujuanMelengkapi pendidikan agama siswaMembentuk kemampuan dasar membaca Al-Qur’anMemberikan pendidikan agama secara lebih mendalam dan terstruktur

Perlu diperhatikan bahwa pelaksanaan setiap lembaga dapat berbeda. Nama lembaga yang sama belum tentu memiliki jadwal, kurikulum, jenjang, atau metode pembelajaran yang identik di setiap daerah.

Mana yang Sesuai untuk Anak?

Pemilihan lembaga pendidikan agama sebaiknya disesuaikan kebutuhan anak. Jika kebutuhan utama adalah kemampuan membaca Al-Qur’an, TPQ dapat menjadi salah satu pilihan. Orang tua yang menginginkan pembelajaran agama lebih luas dapat mempertimbangkan DTA atau lembaga Madrasah Diniyah sesuai program yang tersedia.

Beberapa hal yang dapat diperhatikan sebelum memilih lembaga antara lain:

  • Usia dan kemampuan anak.
  • Fokus materi pembelajaran.
  • Jadwal kegiatan belajar.
  • Kurikulum atau program yang digunakan.
  • Kompetensi tenaga pengajar.
  • Jarak dan akses menuju lembaga.
  • Kesesuaian kegiatan dengan pendidikan formal anak.

Pendampingan keluarga tetap memiliki peran penting. Pendidikan agama yang diperoleh di lembaga pendidikan dapat diperkuat melalui kebiasaan positif di rumah, seperti membaca Al-Qur’an, melaksanakan ibadah, menghafalkan doa, serta menerapkan nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan Agama dan Peran Pendidikan Guru

Pembahasan mengenai pendidikan keagamaan juga berkaitan erat dengan dunia pendidikan secara lebih luas. Tenaga pendidik membutuhkan kemampuan untuk memahami karakter peserta didik, mengelola pembelajaran, dan menciptakan lingkungan belajar yang sesuai kebutuhan anak.

Bagi mahasiswa yang tertarik pada bidang pendidikan, pilihan program studi dapat disesuaikan dengan bidang yang ingin ditekuni. Ma’soem University sebagai salah satu kampus swasta dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di bidang yang berkaitan dengan pendidikan.

Pada FKIP Ma’soem University, terdapat dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Kedua bidang tersebut memiliki ruang pembelajaran yang berkaitan dengan pendidikan dan perkembangan peserta didik, meskipun tidak secara khusus merupakan program studi pendidikan agama Islam.

Bagi calon pendidik, pemahaman mengenai karakter siswa, proses belajar, komunikasi, serta lingkungan pendidikan dapat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja di bidang pendidikan.

DTA, TPQ, dan Madrasah Diniyah dalam Pendidikan Anak

Keberadaan DTA, TPQ, dan Madrasah Diniyah memberikan pilihan bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan agama di luar sekolah formal. Masing-masing lembaga dapat memiliki karakteristik berbeda sesuai tujuan, program, jenjang, dan kebutuhan peserta didiknya.

Orang tua tidak harus melihat ketiga istilah tersebut hanya berdasarkan nama lembaganya. Informasi mengenai materi, jadwal, jenjang, metode pembelajaran, serta kegiatan yang benar-benar dilaksanakan perlu diperiksa terlebih dahulu. Cara tersebut membantu keluarga menentukan lembaga pendidikan keagamaan yang paling sesuai bagi perkembangan anak.

Informasi Ma’soem University

No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com