Belajar bahasa Inggris untuk kebutuhan TOEFL dan IELTS kini tidak harus selalu dilakukan melalui buku latihan yang tebal. Perkembangan teknologi membuat mahasiswa dan Gen Z memiliki lebih banyak pilihan untuk belajar secara fleksibel melalui aplikasi di smartphone. Materi listening, vocabulary, grammar, reading, hingga latihan soal dapat diakses kapan saja sesuai kebutuhan.
Cara belajar seperti ini cocok bagi Gen Z yang terbiasa menggunakan teknologi dalam aktivitas sehari-hari. Namun, penggunaan aplikasi tetap perlu disertai strategi agar proses belajar tidak sekadar berpindah-pindah aplikasi tanpa target yang jelas.
Mengapa Aplikasi TOEFL dan IELTS Menarik bagi Gen Z?
Aplikasi belajar bahasa Inggris menawarkan pengalaman yang lebih praktis dibandingkan metode belajar yang hanya mengandalkan buku. Pengguna dapat menentukan waktu belajar sendiri, mengulang materi yang belum dipahami, serta memantau perkembangan kemampuan dari waktu ke waktu.
Beberapa aplikasi juga menggunakan sistem latihan bertahap, kuis, pengingat belajar, dan skor untuk membuat pengguna lebih konsisten. Format tersebut dapat membantu mahasiswa yang memiliki jadwal kuliah dan kegiatan lain.
Keunggulan lainnya adalah fleksibilitas. Waktu belajar tidak harus selalu satu atau dua jam sekaligus. Latihan vocabulary selama 10–15 menit, misalnya, dapat dilakukan ketika sedang memiliki waktu luang.
Aplikasi TOEFL dan IELTS yang Bisa Dipertimbangkan
Ada banyak aplikasi dan platform digital yang menyediakan materi bahasa Inggris. Jenis aplikasi yang dipilih sebaiknya disesuaikan dengan tujuan belajar karena kebutuhan TOEFL dan IELTS tidak sepenuhnya sama.
Beberapa pilihan yang cukup dikenal antara lain:
- TOEFL Go! yang menyediakan materi dan informasi terkait TOEFL iBT dari ETS.
- IELTS by IDP yang menyediakan berbagai materi dan informasi untuk persiapan IELTS.
- British Council LearnEnglish yang menyediakan latihan bahasa Inggris untuk berbagai kemampuan.
- BBC Learning English yang dapat digunakan untuk meningkatkan listening, vocabulary, pronunciation, dan pemahaman bahasa Inggris sehari-hari.
- Duolingo yang menggunakan latihan singkat dan sistem permainan untuk membantu membangun kebiasaan belajar bahasa Inggris.
Setiap platform memiliki fokus dan karakteristik berbeda. Aplikasi yang bagus untuk meningkatkan vocabulary belum tentu menjadi pilihan utama untuk latihan writing akademik. Karena itu, pengguna perlu melihat fitur yang tersedia sebelum menjadikannya bagian dari rutinitas belajar.
TOEFL dan IELTS Tidak Hanya Menguji Hafalan
Kesalahan yang sering terjadi ketika mempersiapkan TOEFL atau IELTS adalah terlalu fokus menghafalkan kosakata dan pola grammar. Kedua tes tersebut juga membutuhkan kemampuan memahami informasi, mengolah ide, dan menggunakan bahasa Inggris secara efektif.
Kemampuan yang perlu dilatih mencakup:
- Listening, yaitu memahami informasi yang disampaikan melalui percakapan atau rekaman.
- Reading, yaitu memahami teks dan menemukan informasi penting.
- Writing, yaitu menyampaikan gagasan secara tertulis secara terstruktur.
- Speaking, yaitu menyampaikan jawaban atau pendapat secara lisan.
Karena itu, aplikasi sebaiknya digunakan sebagai salah satu alat belajar, bukan satu-satunya sumber persiapan. Buku, materi dari pengajar, video pembelajaran, latihan mandiri, dan simulasi tes tetap dapat digunakan untuk melengkapi proses belajar.
Cara Belajar TOEFL dan IELTS lewat Smartphone
Belajar menggunakan aplikasi akan lebih efektif jika dilakukan secara terarah. Gen Z dapat membuat rutinitas sederhana berdasarkan kemampuan yang ingin ditingkatkan.
Misalnya, hari Senin dan Rabu digunakan untuk listening, Selasa untuk vocabulary dan grammar, Kamis untuk reading, sedangkan Jumat digunakan untuk writing atau speaking. Akhir pekan dapat dimanfaatkan untuk mengerjakan latihan yang menggabungkan beberapa kemampuan.
Durasi belajar juga tidak harus terlalu panjang. Konsistensi sering kali lebih penting daripada belajar dalam waktu lama tetapi hanya dilakukan sesekali.
Pengguna juga dapat memanfaatkan fitur audio untuk membiasakan telinga mendengar berbagai pelafalan bahasa Inggris. Podcast, video edukasi, atau materi listening dari platform pembelajaran dapat menjadi tambahan latihan.
Jangan Lupa Melatih Speaking dan Pronunciation
Penggunaan aplikasi terkadang membuat proses belajar lebih banyak berfokus pada soal pilihan ganda. Padahal, kemampuan berbicara dan pronunciation juga penting, terutama bagi peserta yang mempersiapkan IELTS atau ingin meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris.
Salah satu cara sederhana adalah merekam suara ketika membaca teks atau menjawab pertanyaan dalam bahasa Inggris. Rekaman tersebut dapat didengarkan kembali untuk mengevaluasi pronunciation, kelancaran, penggunaan kosakata, dan struktur kalimat.
Latihan speaking juga dapat dilakukan melalui percakapan bersama teman. Topiknya tidak perlu selalu rumit. Mahasiswa dapat berlatih memperkenalkan diri, menjelaskan pengalaman, memberikan pendapat, atau mendeskripsikan suatu situasi.
Aplikasi Bisa Menjadi Pendamping Belajar di Perguruan Tinggi
Kebiasaan belajar menggunakan aplikasi juga relevan bagi mahasiswa yang sedang mengembangkan kemampuan bahasa Inggris untuk kebutuhan akademik maupun persiapan karier. Materi digital dapat digunakan di luar jam perkuliahan sebagai latihan tambahan.
Ma’soem University sebagai salah satu kampus swasta dapat menjadi salah satu lingkungan pendidikan yang relevan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan akademik dan bahasa Inggris. Pada FKIP Ma’soem University, terdapat dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, penggunaan aplikasi digital dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung kebiasaan belajar bahasa di luar kegiatan perkuliahan.
Pemanfaatan teknologi tetap perlu ditempatkan sebagai pendukung proses belajar. Interaksi bersama dosen, diskusi di kelas, tugas akademik, dan praktik berbahasa tetap memiliki peran penting dalam perkembangan kemampuan mahasiswa.
Tips Memilih Aplikasi TOEFL dan IELTS
Tidak semua aplikasi memiliki fitur yang sama. Sebelum memilih, beberapa hal berikut dapat menjadi pertimbangan:
- Sesuaikan dengan tujuan tes. Cari aplikasi yang benar-benar menyediakan materi TOEFL atau IELTS jika targetnya adalah ujian tertentu.
- Periksa jenis latihan. Pastikan tersedia latihan yang sesuai dengan kemampuan yang ingin ditingkatkan.
- Perhatikan kualitas materi. Sumber pembelajaran yang kredibel lebih baik daripada sekadar mengandalkan soal yang tidak jelas asalnya.
- Pilih aplikasi yang mudah digunakan. Tampilan yang sederhana dapat membantu menjaga konsistensi belajar.
- Gunakan fitur evaluasi. Skor atau catatan perkembangan dapat membantu mengetahui bagian yang masih perlu diperbaiki.
- Jangan mengandalkan satu aplikasi. Kombinasikan aplikasi dengan sumber belajar lain agar kemampuan bahasa Inggris berkembang secara lebih menyeluruh.
Membuat Belajar Bahasa Inggris Lebih Konsisten
Teknologi membuat proses belajar menjadi lebih mudah dimasukkan ke dalam rutinitas harian. Saat menunggu kendaraan, beristirahat setelah kuliah, atau memiliki waktu luang di rumah, mahasiswa dapat memanfaatkannya untuk latihan singkat.
Kuncinya bukan sekadar memiliki banyak aplikasi, tetapi mengetahui apa yang ingin dicapai dari setiap sesi belajar. Target sederhana seperti mempelajari 10 kosakata baru, menyelesaikan satu latihan listening, atau berbicara selama lima menit dalam bahasa Inggris dapat membuat proses belajar lebih terukur.
Bagi Gen Z, aplikasi TOEFL dan IELTS dapat menjadi alternatif praktis untuk menjadikan bahasa Inggris bagian dari aktivitas sehari-hari. Buku tetap memiliki tempat penting dalam pembelajaran, tetapi teknologi memberikan pilihan tambahan yang lebih fleksibel dan mudah disesuaikan dengan rutinitas mahasiswa.
Informasi Ma’soem University
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




