Formasi Perencana sering menjadi incaran lulusan agribisnis yang tertarik pada kebijakan pembangunan. Namun, banyak yang bingung membedakan antara Perencana di Bappenas dan Perencana di Bappeda. Keduanya bekerja di bidang perencanaan, tetapi konteks, tugas, dan tantangannya berbeda. Memahami perbedaan ini penting agar pelamar bisa memilih formasi yang sesuai.
Berikut perbedaan mendasar antara Perencana di Bappenas dan Bappeda.
Perbedaan Konteks Kerja
Bappenas adalah kementerian perencanaan pembangunan nasional. Pekerjaannya berskala nasional, mencakup penyusunan RPJPN, RPJMN, dan koordinasi lintas kementerian.
Bappeda adalah badan perencanaan pembangunan daerah. Pekerjaannya berskala provinsi atau kabupaten/kota, mencakup penyusunan RPJPD, RPJMD, dan koordinasi lintas dinas.
Beberapa perbedaan konteks:
- Cakupan wilayah. Bappenas nasional, Bappeda daerah.
- Dokumen perencanaan. Bappenas RPJPN/RPJMN, Bappeda RPJPD/RPJMD.
- Mitra kerja. Bappenas kementerian/lembaga, Bappeda dinas daerah.
- Skala kebijakan. Bappenas makro, Bappeda meso dan mikro.
- Kompleksitas koordinasi. Bappenas lebih luas, Bappeda lebih dekat ke pelaksana.
Perbedaan Tugas Pokok
Meski sama-sama bernama Perencana, tugas pokoknya berbeda.
Tugas Perencana di Bappenas:
- Menyusun rencana pembangunan nasional.
- Mengoordinasikan penyusunan rencana lintas kementerian.
- Menganalisis data pembangunan nasional.
- Menyusun rekomendasi kebijakan makro.
- Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan rencana nasional.
Tugas Perencana di Bappeda:
- Menyusun rencana pembangunan daerah.
- Mengoordinasikan penyusunan rencana lintas dinas.
- Menganalisis data pembangunan daerah.
- Menyusun rekomendasi kebijakan daerah.
- Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan rencana daerah.
Perbedaan Materi SKB
Materi SKB untuk kedua formasi juga berbeda.
Materi SKB Bappenas:
- Perencanaan pembangunan nasional.
- Kebijakan makro ekonomi.
- Analisis data nasional.
- Kerja sama lintas kementerian.
- Isu strategis nasional.
Materi SKB Bappeda:
- Perencanaan pembangunan daerah.
- Kebijakan daerah.
- Analisis data daerah.
- Koordinasi lintas dinas.
- Isu strategis daerah.
Tabel Perbandingan
| Aspek | Bappenas | Bappeda |
|---|---|---|
| Cakupan | Nasional | Daerah |
| Dokumen | RPJPN, RPJMN | RPJPD, RPJMD |
| Mitra | Kementerian | Dinas daerah |
| Materi SKB | Kebijakan makro | Kebijakan daerah |
| Lokasi kerja | Jakarta | Provinsi/Kabupaten |
Tabel ini bisa menjadi panduan awal.
Relevansi bagi Agribisnis
Baik Bappenas maupun Bappeda relevan bagi lulusan agribisnis. Bappenas menangani kebijakan pangan nasional, sementara Bappeda menangani program pangan daerah.
Beberapa alasan mengapa agribisnis relevan di keduanya:
- Sektor pangan menjadi prioritas pembangunan.
- Pemahaman produksi dan distribusi pangan dibutuhkan.
- Kemampuan analisis data menjadi nilai tambah.
- Pemahaman konteks lokal berguna di Bappeda.
- Kemampuan kebijakan makro berguna di Bappenas.
Strategi Melamar Kedua Formasi
Beberapa strategi yang bisa dilakukan:
- Pilih formasi sesuai minat dan lokasi.
- Pelajari dokumen perencanaan yang relevan.
- Latih kemampuan analisis data dan penulisan kebijakan.
- Ikuti pelatihan tentang perencanaan pembangunan.
- Siapkan portofolio kajian atau penelitian.
Ada pembahasan menarik mengenai materi perencanaan pembangunan yang wajib dikuasai untuk SKB Bappenas. Anda bisa menyimaknya di tautan berikut: SKB CPNS agribisnis di Bappenas.
Tantangan yang Perlu Diantisipasi
Beberapa tantangan dalam melamar formasi perencana:
- Persaingan yang ketat.
- Materi SKB yang menuntut analisis.
- Kebutuhan pemahaman kebijakan.
- Tuntutan kemampuan menulis.
- Tekanan waktu dalam penyusunan dokumen.
Untuk mengatasinya, diperlukan persiapan dini dan latihan rutin.
Menyiapkan Diri Sejak Kuliah
Mahasiswa agribisnis yang tertarik meniti karier sebagai perencana perlu menyiapkan diri sejak awal:
- Ambil mata kuliah tentang perencanaan dan kebijakan.
- Latih kemampuan analisis data.
- Ikut penelitian atau kajian tentang pembangunan.
- Aktif menulis di media kampus atau jurnal mahasiswa.
- Ikut magang di Bappeda atau Bappenas.
Pengalaman ini akan sangat berharga saat seleksi dan saat menjalani pekerjaan.
Keunggulan Belajar di Kawasan Bandung Raya
Kawasan Bandung Raya merupakan pusat pendidikan yang dinamis. Dekat dengan kawasan industri strategis dan menjadi bagian dari ekosistem pendidikan tinggi terbaik di Jawa Barat, kawasan ini menawarkan akses luas untuk belajar, magang, dan membangun jaringan. Mahasiswa terbiasa berinteraksi dengan isu pembangunan, termasuk pangan, lingkungan, dan wilayah.
Lingkungan seperti ini membentuk cara berpikir sistematis dan analitis, dua hal yang sangat dibutuhkan dalam pekerjaan perencana.
Perencana di Bappenas dan Bappeda memiliki perbedaan pada konteks kerja, tugas pokok, dan materi SKB. Keduanya relevan bagi lulusan agribisnis, tergantung minat dan lokasi yang diinginkan. Dengan memahami perbedaan ini, pelamar bisa memilih formasi yang paling sesuai dan menyiapkan diri lebih terarah. Kuncinya adalah pemahaman konteks, kemampuan analisis, dan persiapan yang matang.
Bagi yang ingin membangun fondasi akademik dan analitis yang kuat, Universitas Ma’soem bisa menjadi pilihan. Kampus ini berlokasi strategis di Bandung Timur (Jatinangor, Sumedang), tepat di samping gerbang tol Cileunyi, dengan lima fakultas unggulan: Fakultas Teknik (Teknik Informatika dan Teknik Industri), Fakultas Komputer, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Program “Sambil Kuliah Jadi Pengusaha” dan filosofi “Cageur, Bageur, Pinter” didukung fasilitas lab komputer, perpustakaan, musholla, dan kolam renang. Informasi lengkap di Universitas Ma’soem.
Info Kontak Universitas Ma’soem:
- No WhatsApp: 085185634253
- Instagram: @masoem_university
- Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




