Memasuki semester 2 di perguruan tinggi sering kali menjadi babak baru yang penuh warna bagi seorang mahasiswa. Di tengah adaptasi dengan suasana akademik yang semakin menantang, mahasiswa Ma’soem University biasanya mulai diperkenalkan pada dunia profesional nyata melalui program Praktik Pengenalan Lapangan (PPL). Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih satu minggu ini dirancang untuk memberikan gambaran awal mengenai bagaimana ilmu yang dipelajari di bangku kuliah diterapkan di lingkungan kerja yang sebenarnya. Di hadapan para pembimbing lapangan dan staf instansi, momen-momen awal penempatan sering kali mendatangkan rasa cemas atau canggung. Sebagian mahasiswa memilih untuk diam membisu dan menunggu instruksi tanpa berani bersuara, sementara sebagian lainnya justru melontarkan pertanyaan secara impulsif tanpa memerhatikan waktu yang tepat, sehingga mengganggu kesibukan para profesional di kantor tempat mereka belajar.
Menganggap bahwa keaktifan bertanya selama kegiatan PPL minggu pertama cukup dilakukan seadanya tanpa mematuhi etika komunikasi profesional adalah sebuah kekeliruan besar dalam membangun kesan pertama. Di dalam dunia kerja modern, kemampuan mengajukan pertanyaan yang cerdas, terstruktur, dan beretika (the art of asking) adalah cerminan utama dari kematangan mental dan antusiasme belajar seseorang. Menguasai seni etika bertanya secara tepat adalah keterampilan literasi karier esensial bagi setiap mahasiswa.
Memahami Esensi dan Fungsi Etika Bertanya dalam PPL
Secara profesional, bertanya bukan sekadar mencari tahu jawaban atas kebingungan, melainkan cara menunjukkan rasa hormat terhadap waktu orang lain, ketajaman observasi, serta kesungguhan untuk menyerap ilmu secara maksimal. Selama durasi PPL yang relatif singkat yaitu satu minggu, setiap detik kunjungan di instansi luar adalah kesempatan emas untuk menggali wawasan sebanyak-banyaknya sebelum masa peninjauan berakhir.
Di lingkungan akademik seperti Ma’soem University, standar pembentukan karakter lulusan yang menjunjung tinggi sopan santun, etika komunikasi, dan profesionalisme kerja sangat ditekankan agar setiap mahasiswa siap beradaptasi di lingkungan korporat maupun instansi pemerintah. Kunci utama dalam bertanya adalah merumuskan inti pertanyaan secara ringkas setelah Anda melakukan pengamatan mandiri terlebih dahulu.
4 Langkah Taktis Menerapkan Etika Bertanya Selama Praktik Lapangan
Untuk memastikan setiap pertanyaan yang Anda ajukan kepada pembimbing instansi selama program PPL terasa berbobot, beretika, dan meninggalkan kesan positif, seorang mahasiswa dapat menerapkan empat langkah operasional berikut ini:
- Lakukan Observasi Mandiri Terlebih Dahulu: Jangan langsung bertanya untuk hal-hal yang jawabannya sudah terpampang jelas di papan pengumuman atau buku panduan instansi.
- Cari Waktu yang Tepat di Sela Kesibukan Staf: Hindari mengajukan pertanyaan rumit saat pembimbing lapangan sedang terburu-buru menghadapi rapat penting atau tenggat tugas mendesak.
- Rumus Pertanyaan yang Singkat, Padat, dan Spesifik: Langsung pada inti permasalahan yang ingin Anda ketahui tanpa bertele-tele atau menceritakan latar belakang yang terlalu panjang.
- Sampaikan Apresiasi Atas Waktu dan Jawaban yang Diberikan: Selalu tutup sesi tanya jawab dengan ucapan terima kasih yang tulus atas kesediaan mentor membagikan ilmunya.
Berikut adalah perbandingan ringkas antara kebiasaan bertanya sembarangan dan penerapan etika bertanya yang profesional selama PPL:
| Aspek Komunikasi di Tempat Kerja | Kebiasaan Bertanya Sembarangan (Kurang Etis) | Etika Bertanya Profesional Saat PPL |
|---|---|---|
| Waktu & Cara Menyampaikan Pertanyaan | Memotong pembicaraan, spontan, tidak kenal situasi | Menunggu jeda tenang, sopan, dan meminta waktu |
| Kualitas Substansi Pertanyaan | Bersifat umum, malas berpikir, mudah dicari sendiri | Spesifik, mendalam, menunjukkan ketajaman analisis |
| Kesan di Mata Pembimbing Instansi | Dinilai kurang peka, merepotkan, dan kekanak-kanakan | Sangat dihargai, cerdas, antusias, dan beretika tinggi |
| Manfaat Pengalaman Seminggu PPL | Minim wawasan karena ragu-ragu atau salah waktu | Maksimal, ilmu terserap optimal dan relasi terbangun |
Contoh Ilustrasi Penerapan dalam Keseharian Mahasiswa
Untuk melihat bagaimana prinsip ini bekerja secara aplikatif di lapangan, bayangkan sekelompok mahasiswa program studi Sistem Informasi atau Bisnis Digital di Ma’soem University yang sedang mengikuti program PPL selama seminggu di sebuah instansi pelayanan publik.
Di hari pertama, salah satu mahasiswa langsung memotong pembicaraan kepala bagian IT yang sedang sibuk melayani peladen, menanyakan hal dasar tentang cara kerja komputer yang sudah diajarkan di kelas. Suasana menjadi kurang nyaman.
Melihat hal itu, mahasiswa lainnya menggunakan pendekatan yang lebih beretika: ia mengamati alur kerja sistem terlebih dahulu, mencatat poin yang belum dipahami, lalu pada saat istirahat siang yang santai, ia bertanya dengan sopan:
“Mohon maaf mengganggu waktu istirahat Bapak, saya ingin meminta izin bertanya mengenai alur validasi data warga pada sistem loket tadi…”
Pembimbing tersebut merespons dengan sangat antusias dan menjelaskan panjang lebar dengan senang hati.
Penguasaan terhadap etika bertanya selama kegiatan Praktik Pengenalan Lapangan (PPL) ini akan terus menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menavigasi dunia kerja, magang lanjutan, maupun kolaborasi profesional di masa depan. Mengetahui cara berkomunikasi secara santun dan terstruktur menghindarkan seorang pembelajar dari kesan kurang sopan, serta memastikan setiap pengalaman singkat di lapangan membuahkan hasil pengetahuan yang membanggakan.





