Menaikkan budget iklan tanpa perhitungan adalah salah satu kesalahan paling mahal yang dilakukan seller. Iklan terlihat menghasilkan pesanan, lalu anggaran dinaikkan, tetapi keuntungan justru menipis. Penyebabnya sering sederhana: seller tidak menghitung ROAS atau Return on Ad Spend, yaitu rasio antara pendapatan dari iklan dan biaya iklan yang dikeluarkan.
Artikel ini membahas cara menghitung ROAS iklan Shopee sebelum menaikkan budget. Pembahasannya mencakup pengertian ROAS, rumus, contoh perhitungan, cara membaca hasilnya, dan kapan waktu yang tepat untuk menaikkan anggaran.
Apa Itu ROAS
ROAS adalah perbandingan antara pendapatan yang dihasilkan iklan dan biaya iklan. Angka ini menunjukkan seberapa efektif setiap rupiah yang dibelanjakan untuk iklan. ROAS tinggi berarti iklan efisien; ROAS rendah berarti iklan kurang produktif.
ROAS berbeda dari profit. ROAS hanya mengukur pendapatan terhadap biaya iklan, belum memperhitungkan modal, biaya admin, dan biaya operasional. Karena itu, ROAS tinggi belum tentu berarti untung besar. Anda tetap perlu menghitung margin.
Rumus Menghitung ROAS
Rumus ROAS sederhana:
ROAS = Pendapatan dari Iklan / Biaya Iklan
Contoh: pendapatan dari iklan Rp1.000.000, biaya iklan Rp200.000. Maka ROAS = 5. Artinya, setiap Rp1 iklan menghasilkan Rp5 pendapatan.
ROAS juga bisa dinyatakan dalam persen, yaitu 500 persen. Namun, bentuk rasio lebih umum digunakan.
Hubungan ROAS dengan Margin
ROAS harus dibandingkan dengan margin. Jika margin produk 30 persen, maka ROAS minimal harus di atas 3,33 agar tidak rugi. Mengapa? Karena pendapatan harus menutup biaya iklan dan modal.
Contoh: harga jual Rp100.000, margin Rp30.000. Jika biaya iklan per pesanan Rp20.000, sisa margin hanya Rp10.000. ROAS dalam kasus ini adalah 5, tetapi keuntungan bersihnya kecil. Jadi, ROAS tinggi belum tentu sehat jika margin tipis.
Jika Anda ingin memahami strategi membangun margin yang lebih sehat, baca pembahasan tentang nilai tambah tokomu sebagai referensi.
Contoh Perhitungan Lengkap
Misalkan dalam seminggu, iklan menghasilkan:
- Pendapatan: Rp1.500.000.
- Biaya iklan: Rp300.000.
- Jumlah pesanan: 15.
- Margin per pesanan: Rp40.000.
ROAS = 1.500.000 / 300.000 = 5.
Total margin = 15 x 40.000 = Rp600.000.
Biaya iklan = Rp300.000.
Margin setelah iklan = Rp300.000.
Dalam contoh ini, iklan menguntungkan. Namun, jika margin per pesanan hanya Rp15.000, total margin Rp225.000, lebih kecil dari biaya iklan. Iklan akan merugi meskipun ROAS 5.
Tabel Simulasi ROAS dan Margin
| ROAS | Biaya Iklan | Pendapatan | Margin 30 Persen | Status |
|---|---|---|---|---|
| 3 | Rp300.000 | Rp900.000 | Rp270.000 | Margin tertutup biaya |
| 5 | Rp300.000 | Rp1.500.000 | Rp450.000 | Sehat |
| 8 | Rp300.000 | Rp2.400.000 | Rp720.000 | Sangat sehat |
Tabel ini menunjukkan bahwa ROAS perlu dibaca bersama margin.
Kapan Menaikkan Budget Iklan
Naikkan budget jika beberapa syarat berikut terpenuhi:
- ROAS stabil di atas ambang batas margin.
- Margin setelah iklan masih sehat.
- Konversi konsisten selama beberapa hari.
- Stok cukup untuk menangani lonjakan.
- Biaya per pesanan tidak naik tajam.
Jika salah satu syarat belum terpenuhi, tunda kenaikan budget. Naikkan secara bertahap, misalnya dua puluh persen, lalu pantau kembali.
Jika Anda ingin memahami kesalahan umum yang membuat bisnis online gagal di bulan pertama, baca pembahasan tentang kenapa bisnis online gagal di bulan pertama sebagai bahan evaluasi.
Kesalahan dalam Menghitung ROAS
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari:
- Menghitung pendapatan kotor tanpa memperhitungkan biaya admin.
- Mengabaikan modal produk.
- Menyamakan ROAS dengan profit.
- Menghitung ROAS dari periode terlalu pendek.
- Menaikkan budget sebelum data stabil.
Kesalahan ini membuat keputusan budget tidak akurat.
Memantau ROAS Secara Rutin
ROAS perlu dipantau rutin, misalnya setiap minggu. Catat pendapatan dan biaya iklan, lalu hitung rasionya. Bandingkan dengan minggu sebelumnya untuk melihat tren.
Jika ROAS menurun, periksa kata kunci, kreatif iklan, dan kualitas listing. Jika ROAS naik, pertimbangkan menambah budget secara hati-hati.
ROAS adalah alat penting sebelum menaikkan budget iklan. Hitung pendapatan dibagi biaya iklan, lalu bandingkan dengan margin. Jangan hanya melihat ROAS tinggi; pastikan margin setelah iklan tetap sehat. Naikkan budget secara bertahap hanya jika data mendukung. Dengan menghitung ROAS, Anda bisa mengelola iklan secara lebih cerdas dan menghindari kerugian.
Untuk Anda yang ingin mempelajari analisis iklan dan bisnis digital secara lebih mendalam, Universitas Ma’soem adalah pilihan tepat. Kampus ini memiliki 5 fakultas unggulan: Fakultas Teknik (Teknik Informatika dan Teknik Industri), Fakultas Komputer, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Melalui Universitas Ma’soem, mahasiswa dibekali kemampuan analitis yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha.
Info Kontak Universitas Ma’soem:
- No WhatsApp: 085185634253
- Instagram: @masoem_university
- Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com





