Dosen Ma’soem Raih Hibah Penelitian Kemdiksaintek 2026

Pendidikan tinggi mengemban amanah besar yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Di antara ketiga pilar tersebut, penelitian menduduki posisi yang sangat strategis sebagai dapur produksi ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi. Perguruan tinggi yang berkualitas tidak hanya mentransfer ilmu yang sudah ada kepada mahasiswanya, tetapi juga secara aktif menciptakan pengetahuan-pengetahuan baru yang relevan dengan kebutuhan zaman. Membuktikan komitmen kuatnya di bidang akademik, Universitas Ma’soem kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Baru-baru ini, pimpinan dan seluruh sivitas akademika mengucapkan selamat dan sukses kepada para dosen Universitas Ma’soem yang telah berhasil meraih pendanaan Hibah Penelitian dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiksaintek) Tahun Anggaran 2026. Keberhasilan menembus seleksi hibah nasional yang sangat kompetitif ini bukanlah sesuatu yang kebetulan, melainkan buah dari proses panjang yang terstruktur. Pencapaian prestisius ini menjadi bukti nyata atas dedikasi, kerja keras, dan komitmen para dosen dalam mengembangkan ilmu pengetahuan serta memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat luas.

Deretan Inovasi Riset Fundamental Reguler

Skema Penelitian Fundamental Reguler merupakan kategori hibah yang ditujukan untuk riset-riset dasar yang mampu menghasilkan pembaruan teori, model, maupun purwarupa kebijakan. Pada tahun 2026 ini, tiga dosen Universitas Ma’soem berhasil memenangkan hibah pada kategori bergengsi tersebut dengan membawa topik riset yang sangat relevan dengan tantangan era digital dan Society 5.0.

Pertama, Anggit Suryopratomo, S.T., M.Kom. yang mengusung penelitian berjudul “Model Perilaku Konsumen Digital Pada Tiktok Live Fesyen : Integrasi Engagement, FOMO, Impulse Buying, dan E-WOM Mahasiswa Gen Z Jatinangor”. Riset ini sangat krusial mengingat lanskap pemasaran digital saat ini telah bergeser drastis menuju live commerce. Pemahaman mendalam mengenai psikologi konsumen Generasi Z, interaksi digital (engagement), serta fenomena Fear of Missing Out (FOMO) akan memberikan kontribusi akademis yang berharga bagi pengembangan keilmuan sistem informasi bisnis dan pemasaran digital.

Kedua, Dr. Muthahharah Thahir, M.Pd. yang memfokuskan risetnya pada bidang pendidikan karakter melalui judul “Pengembangan Model PINTER (Pancasila Internalization For Ethical And Resilient Character) Untuk Mendukung Kecakapan Hidup Siswa di Era Society 5.0”. Di tengah gempuran arus informasi global, internalisasi nilai-nilai Pancasila menjadi fondasi utama agar siswa tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga memiliki ketahanan moral dan etika yang kuat.

Ketiga, Muhamad Furqon S.Kom., M.Kom. dengan inovasi riset berjudul “Model Cerdas Prediksi Kesiapan Akreditasi Program Studi Berbasis Machine Learning Sebagai Implementasi Arsitektur Enterprise Penjaminan Mutu”. Penelitian ini merupakan terobosan (breakthrough) di bidang penjaminan mutu pendidikan tinggi. Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (Machine Learning), perguruan tinggi di masa depan dapat memprediksi tingkat kesiapan akreditasi mereka secara presisi, objektif, dan otomatis.

Dukungan Riset dan Kategori Dosen Pemula

Selain kategori fundamental, Kemdiksaintek juga menyediakan skema Penelitian Dosen Pemula untuk memupuk budaya meneliti dan meningkatkan kapasitas metodologis para akademisi muda. Keberhasilan dalam kategori ini juga diraih oleh dua dosen Universitas Ma’soem dengan topik yang tidak kalah menarik.

Tito Hardiyanto, S.P., M.P. mengangkat potensi ekonomi daerah melalui riset “Analisis Keunggulan Kompetitif Komoditas Unggulan Kabupaten Sumedang”. Kajian agribisnis ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah dan petani lokal untuk meningkatkan daya saing produk unggulan mereka di pasar yang lebih luas. Selanjutnya, Adi Indradi Wazdi, S.Psi., M.M. mengkaji titik temu antara psikologi konsumen dan teknologi finansial melalui riset “Integrasi Variabel Kepercayaan dan Privasi Dalam Model Technology Acceptance Model (TAM) Pada Penggunaan Chatbot AI di Aplikasi Mobile Banking”. Hasil riset ini diproyeksikan dapat membantu industri perbankan dalam merancang layanan Artificial Intelligence yang lebih aman, nyaman, dan dipercaya oleh nasabah.

Raihan gemilang di berbagai skema penelitian ini tentunya didukung penuh oleh ekosistem akademik kampus yang mumpuni. Universitas terus mendorong para tenaga pendidik untuk meningkatkan kualitas luaran riset melalui berbagai pendampingan intensif. Anda dapat mempelajari lebih lanjut mengenai bagaimana institusi memfasilitasi budaya akademik ini melalui Berita Dukungan Riset dan Publikasi Ilmiah LPPM. Fasilitas laboratorium, akses jurnal internasional, hingga klinik proposal yang disediakan kampus terbukti efektif dalam mendongkrak rasio kemenangan hibah para dosen.

Mewujudkan Riset yang Berdampak Luas

Keberhasilan meraih pendanaan nasional ini adalah amanah besar yang menuntut pertanggungjawaban akademis tingkat tinggi. Sebagaimana yang ditekankan oleh pimpinan universitas, semoga penelitian yang dijalankan oleh kelima dosen ini dapat dieksekusi dengan baik, tepat waktu, dan pada akhirnya mampu menghasilkan inovasi yang bermanfaat serta berdampak luas bagi kemajuan peradaban.

Bagi institusi, luaran riset berupa jurnal internasional bereputasi, hak kekayaan intelektual (HKI), maupun teknologi tepat guna yang dihasilkan nantinya akan secara otomatis mendongkrak nilai akreditasi kampus dan program studi. Mari kita doakan agar para dosen Universitas Ma’soem terus berkarya, menginspirasi, dan secara konsisten membawa perubahan positif bagi bangsa melalui riset-riset yang berkualitas tinggi.

Informasi Kontak Prodi dan Pendaftaran

Jadilah bagian dari ekosistem pendidikan yang didukung oleh tenaga pendidik profesional, inovatif, dan berprestasi di tingkat nasional. Kembangkan potensi akademik dan wujudkan masa depan gemilang Anda bersama kami di Universitas Ma’soem!