3 Perbedaan Gempa Vulkanik dan Gempa Tektonik yang Wajib Diketahui

Gempa bumi adalah fenomena yang sering terjadi di Indonesia. Namun, tidak semua gempa diciptakan sama. Ada gempa tektonik, yang berasal dari pergerakan lempeng bumi, dan ada gempa vulkanik, yang berasal dari aktivitas gunung api. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, dampak yang berbeda, dan cara penanganan yang berbeda. Sayangnya, banyak orang tidak membedakan keduanya, sehingga respons yang diberikan bisa keliru. Memahami perbedaan gempa vulkanik dan gempa tektonik penting untuk mitigasi dan keselamatan.

Persoalannya, perbedaan antara gempa vulkanik dan gempa tektonik jarang dijelaskan secara sederhana. Masyarakat hanya menerima informasi “gempa” tanpa memahami jenisnya. Padahal, memahami perbedaan ini membantu kita menyikapi informasi dengan lebih bijak. Artikel ini membahas tiga perbedaan gempa vulkanik dan gempa tektonik yang wajib diketahui, mengapa perbedaan ini penting, dan bagaimana menyikapinya dengan cerdas.

Perbedaan Pertama: Sumber Getaran

Perbedaan pertama terletak pada sumber getaran. Gempa tektonik berasal dari pergerakan lempeng bumi, sementara gempa vulkanik berasal dari aktivitas gunung api.

Gempa tektonik terjadi ketika lempeng bumi bergerak, bertabrakan, atau bergesekan. Pergerakan ini melepaskan energi yang sangat besar, yang merambat sebagai gelombang seismik ke segala arah. Gempa tektonik bisa terjadi di mana saja, tetapi paling sering di zona subduksi.

Gempa vulkanik terjadi ketika magma, gas, atau fluida bergerak di dalam gunung api. Getaran ini biasanya terpusat di sekitar gunung api, dan sering disertai tanda-tanda vulkanik lainnya.

Perbedaan Kedua: Karakteristik Getaran

Perbedaan kedua terletak pada karakteristik getaran. Gempa tektonik dan gempa vulkanik memiliki pola getaran yang berbeda.

Gempa tektonik cenderung memiliki frekuensi rendah, durasi singkat, dan amplitudo besar. Gelombang P dan S-nya jelas. Gempa ini bisa terasa di wilayah yang luas.

Gempa vulkanik cenderung memiliki frekuensi tinggi, durasi lebih lama, dan amplitudo lebih kecil. Polanya lebih kompleks, dan sering disertai tremor vulkanik.

Perbedaan Ketiga: Dampak dan Tanda Lain

Perbedaan ketiga terletak pada dampak dan tanda lain. Gempa tektonik dan gempa vulkanik memiliki dampak dan tanda yang berbeda.

Gempa tektonik bisa menyebabkan kerusakan luas, tsunami, dan korban jiwa. Tanda-tandanya tidak selalu jelas sebelum gempa terjadi.

Gempa vulkanik sering disertai tanda-tanda vulkanik, seperti peningkatan suhu, perubahan gas, pengembangan tanah, dan perubahan visual. Dampaknya biasanya terpusat di sekitar gunung api.

Tabel Ringkasan Perbedaan

Agar lebih mudah dipahami, berikut ringkasan perbedaan gempa vulkanik dan gempa tektonik:

AspekGempa TektonikGempa Vulkanik
SumberPergerakan lempengAktivitas gunung api
FrekuensiRendahTinggi
DurasiSingkatBisa lama
DampakLuasTerpusat
Tanda lainTidak selalu jelasTanda vulkanik

Tabel ini menunjukkan bahwa kedua jenis gempa memiliki karakteristik yang berbeda.

Mitos Seputar Gempa Vulkanik dan Tektonik

Ada beberapa mitos yang sering muncul terkait gempa vulkanik dan tektonik:

  1. Semua gempa adalah tektonik. Tidak semua; gempa vulkanik juga terjadi.
  2. Gempa vulkanik tidak berbahaya. Bisa berbahaya jika disertai erupsi.
  3. Gempa tektonik selalu menyebabkan tsunami. Tidak selalu.
  4. Gempa vulkanik dan tektonik tidak bisa dibedakan. Bisa dibedakan dengan analisis.
  5. Gempa adalah pertanda. Ini adalah interpretasi budaya, bukan fakta ilmiah.

Mitos-mitos ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang gempa masih sering keliru. Padahal, dengan informasi yang tepat, kita bisa menyikapinya dengan lebih bijak.

Cara Menyikapi Gempa dengan Cerdas

Untuk menyikapi gempa dengan cerdas, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  1. Ikuti informasi resmi. Rujuk informasi dari BMKG atau PVMBG.
  2. Jangan panik. Ikuti arahan otoritas setempat.
  3. Pahami jenis gempa. Pahami perbedaan gempa vulkanik dan tektonik.
  4. Siapkan diri. Siapkan perlengkapan darurat dan rencana evakuasi.
  5. Periksa bangunan. Pastikan bangunan tahan gempa.
  6. Diskusikan dengan ahli. Jika ragu, tanyakan kepada ahli geologi.
  7. Bagikan informasi akurat. Jangan menyebarkan spekulasi.

Dengan menyikapi gempa secara cerdas, kita bisa mengurangi risiko dan kepanikan.

Mengapa Memahami Perbedaan Ini Penting

Memahami perbedaan gempa vulkanik dan tektonik penting karena beberapa alasan:

  1. Mitigasi. Respons yang tepat bergantung pada jenis gempa.
  2. Edukasi. Meningkatkan literasi geologi masyarakat.
  3. Kesiapsiagaan. Masyarakat bisa lebih siap menghadapi gempa.
  4. Keselamatan. Pemahaman yang baik bisa menyelamatkan nyawa.
  5. Kebijakan. Pemerintah bisa membuat kebijakan yang tepat.

Pada akhirnya, memahami perbedaan gempa vulkanik dan tektonik membantu kita menyikapi informasi dengan lebih bijak dan hidup lebih aman. Universitas Ma’soem melalui lima fakultas unggulannya, yaitu Fakultas Teknik (Teknik Informatika dan Teknik Industri), Fakultas Komputer, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, mendorong mahasiswa untuk memahami fenomena alam secara ilmiah dan kritis.

Info Kontak Universitas Ma’soem: