Video yang viral di media sosial sering kali menarik perhatian karena menampilkan kejadian mengejutkan, informasi penting, atau peristiwa yang memancing emosi. Dalam waktu singkat, sebuah video dapat dibagikan ribuan kali melalui TikTok, Instagram, Facebook, hingga WhatsApp. Namun, tingginya jumlah penonton dan komentar tidak selalu menunjukkan bahwa informasi di dalamnya benar.
Di era digital, video dapat dipotong, diedit, diberi narasi tambahan, bahkan dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kondisi ini membuat masyarakat perlu lebih berhati-hati sebelum mempercayai dan menyebarkan konten yang ditemukan di internet. Memeriksa keaslian video menjadi salah satu keterampilan penting agar tidak mudah terjebak informasi palsu atau disinformasi.
Mengapa Video Viral Tidak Selalu Bisa Dipercaya?
Popularitas sebuah video tidak menjamin kebenaran informasi yang disampaikan. Ada berbagai alasan mengapa video yang beredar di media sosial perlu diperiksa kembali.
Pertama, video lama dapat diunggah ulang seolah-olah menunjukkan peristiwa terbaru. Misalnya, rekaman bencana yang sebenarnya terjadi beberapa tahun lalu dibagikan kembali menggunakan keterangan bahwa kejadian tersebut baru berlangsung.
Kedua, video dapat mengalami penyuntingan yang mengubah konteks aslinya. Potongan rekaman yang diambil dari percakapan panjang mungkin membuat seseorang terlihat mengatakan sesuatu yang sebenarnya berbeda dari maksud pembicaraan secara keseluruhan.
Selain itu, perkembangan teknologi AI memungkinkan pembuatan video manipulatif atau deepfake. Teknologi ini dapat meniru wajah, suara, dan gerakan seseorang sehingga terlihat seolah-olah orang tersebut benar-benar melakukan atau mengatakan sesuatu.
Cara Memeriksa Keaslian Video yang Viral
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah sebuah video benar-benar menampilkan peristiwa sesuai dengan keterangan yang menyertainya.
1. Periksa Sumber Pertama Video
Langkah awal adalah mencari tahu siapa yang pertama kali mengunggah video tersebut. Perhatikan apakah video berasal dari akun resmi, media berita terpercaya, saksi langsung, atau akun anonim yang tidak memiliki informasi jelas.
Akun yang memiliki banyak pengikut sekalipun belum tentu selalu menyampaikan informasi akurat. Periksa riwayat unggahan, identitas pengelola akun, serta apakah terdapat sumber pendukung yang dapat dipertanggungjawabkan.
Jika video berkaitan dengan peristiwa tertentu, cari informasi dari lembaga resmi atau media kredibel yang melaporkan kejadian serupa.
2. Gunakan Pencarian Gambar Terbalik
Salah satu cara untuk memeriksa video adalah menggunakan reverse image search atau pencarian gambar terbalik. Caranya, ambil tangkapan layar dari beberapa bagian video yang memperlihatkan objek, lokasi, atau kejadian penting.
Selanjutnya, masukkan gambar tersebut ke layanan pencarian visual seperti Google Lens. Hasil pencarian dapat membantu menemukan gambar atau rekaman serupa yang pernah dipublikasikan sebelumnya.
Metode ini berguna untuk mengetahui apakah video yang sedang viral sebenarnya merupakan rekaman lama atau berasal dari peristiwa lain. Namun, hasil pencarian tetap perlu dibandingkan dengan sumber informasi yang tersedia.
3. Perhatikan Tanggal dan Lokasi Kejadian
Keterangan waktu dan tempat menjadi bagian penting dalam memeriksa keaslian video. Jangan langsung percaya pada tulisan yang menyebutkan bahwa suatu kejadian berlangsung hari ini atau di lokasi tertentu.
Perhatikan detail visual seperti papan nama jalan, bangunan, kondisi cuaca, kendaraan, dan tanda geografis lainnya. Detail tersebut dapat menjadi petunjuk untuk mencocokkan lokasi dalam video.
Tanggal unggahan juga perlu diperiksa. Video yang baru muncul di media sosial belum tentu direkam pada waktu yang sama ketika video tersebut dipublikasikan.
4. Amati Kejanggalan Visual dan Audio
Video hasil manipulasi terkadang memiliki tanda-tanda yang dapat diamati secara langsung. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Gerakan bibir yang tidak sesuai dengan suara.
- Ekspresi wajah atau gerakan tubuh yang terlihat tidak alami.
- Perubahan bentuk wajah ketika seseorang bergerak.
- Pencahayaan dan bayangan yang tidak konsisten.
- Suara yang terdengar terputus atau memiliki perubahan kualitas secara tiba-tiba.
- Perpindahan objek yang terlihat tidak wajar.
Meski demikian, tidak semua video yang terlihat aneh merupakan hasil manipulasi. Kualitas kamera, proses kompresi, dan penyuntingan biasa juga dapat memengaruhi tampilan video.
5. Bandingkan dengan Sumber Berita Terpercaya
Jangan hanya mengandalkan satu unggahan untuk memastikan kebenaran informasi. Cari pemberitaan dari beberapa media yang memiliki reputasi baik dan periksa apakah informasi yang disampaikan saling sesuai.
Jika video memperlihatkan kejadian besar, seperti kecelakaan, bencana alam, atau peristiwa politik, biasanya terdapat informasi tambahan dari pihak berwenang atau media yang melaporkannya.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan situs pemeriksa fakta seperti CekFakta.com, TurnBackHoax, dan kanal pemeriksaan fakta dari media terpercaya untuk mencari informasi mengenai video yang sedang ramai diperbincangkan.
Waspadai Video yang Dibuat Menggunakan AI
Kemampuan teknologi AI dalam menghasilkan konten visual semakin berkembang. Saat ini, seseorang dapat membuat video yang menampilkan wajah orang lain, meniru suara tokoh publik, atau menciptakan kejadian yang sebenarnya tidak pernah berlangsung.
Video deepfake sering digunakan untuk hiburan, tetapi teknologi tersebut juga berpotensi dimanfaatkan untuk menyebarkan penipuan dan informasi palsu.
Karena itu, masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan pengamatan visual. Pemeriksaan sumber, konteks, dan informasi pendukung tetap diperlukan. Bahkan, alat pendeteksi AI tidak selalu memberikan hasil yang akurat sehingga hasil pemeriksaannya sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya dasar penilaian.
Jangan Langsung Membagikan Video yang Belum Terverifikasi
Kebiasaan membagikan video tanpa memeriksa kebenarannya dapat memperluas penyebaran informasi yang keliru. Terlebih jika video tersebut mengandung unsur provokasi, ketakutan, atau tuduhan terhadap pihak tertentu.
Sebelum menekan tombol bagikan, biasakan untuk melakukan beberapa hal berikut:
- Membaca keterangan video secara menyeluruh.
- Memastikan informasi berasal dari sumber yang jelas.
- Memeriksa apakah video pernah beredar sebelumnya.
- Membandingkan informasi dengan pemberitaan lain.
- Menghindari penyebaran konten yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Sikap kritis terhadap informasi digital tidak berarti harus mencurigai semua konten yang ditemukan di internet. Sebaliknya, kebiasaan tersebut membantu masyarakat membedakan informasi yang dapat dipercaya dan konten yang berpotensi menyesatkan.
Literasi Digital Menjadi Keterampilan Penting bagi Mahasiswa
Kemampuan memeriksa keaslian video merupakan bagian dari literasi digital yang semakin dibutuhkan dalam dunia pendidikan. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menggunakan teknologi, tetapi juga harus dapat menilai informasi secara kritis, memahami konteks, dan bertanggung jawab ketika membagikan konten.
Ma’soem University sebagai salah satu kampus swasta di Bandung dapat menjadi lingkungan pendidikan yang mendukung pengembangan kemampuan tersebut melalui proses pembelajaran dan pemanfaatan teknologi secara bijak. Mahasiswa perlu membiasakan diri mengevaluasi sumber informasi, terutama ketika menggunakan konten digital sebagai referensi tugas, diskusi, maupun penelitian.
Di lingkungan FKIP Ma’soem University, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris juga dapat mengembangkan kesadaran mengenai pentingnya komunikasi yang bertanggung jawab. Kemampuan memahami informasi, menyampaikan pesan secara tepat, dan berpikir kritis menjadi bekal yang relevan dalam menghadapi perkembangan media digital.
Literasi digital bukan hanya kemampuan mengoperasikan perangkat atau menggunakan media sosial. Keterampilan ini juga mencakup kesadaran untuk memeriksa informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya. Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu menciptakan ruang digital yang lebih sehat dan mengurangi risiko penyebaran berita palsu.
Informasi Ma’soem University
- No. WhatsApp: 085185634253
- Instagram: @masoem_university
- Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com





