Banyak calon mahasiswa yang tertarik masuk jurusan teknologi pangan sering bertanya: Belajar kimia seberapa dalam sih? Apakah sulit seperti jurusan Kimia murni? Pertanyaan ini wajar, terutama bagi siswa yang ingin kuliah di bidang pangan tetapi masih ragu dengan kemampuan kimianya.
Secara umum, jurusan teknologi pangan memang mempelajari kimia, tetapi fokusnya adalah kimia terapan untuk bahan makanan, bukan kimia teoritis yang sangat mendalam seperti di jurusan Kimia. Artinya, materi kimia dipelajari secukupnya untuk memahami komposisi, reaksi, dan kualitas produk pangan.
Kenapa Jurusan Teknologi Pangan Harus Belajar Kimia?
Jurusan teknologi pangan mempelajari bagaimana bahan mentah diolah menjadi makanan dan minuman yang aman, bergizi, dan berkualitas. Untuk memahami proses tersebut, mahasiswa perlu mengetahui:
- Kandungan zat dalam makanan
- Reaksi kimia saat pemanasan atau fermentasi
- Perubahan warna, rasa, dan tekstur
- Ketahanan produk selama penyimpanan
Semua itu berkaitan erat dengan ilmu kimia. Tanpa pemahaman kimia dasar, sulit memahami bagaimana makanan bisa berubah saat diolah.
Mata Kuliah Kimia di Jurusan Teknologi Pangan
Di jurusan teknologi pangan, biasanya ada beberapa mata kuliah yang berkaitan dengan kimia, seperti:
1. Kimia Pangan
Mata kuliah ini membahas komponen utama makanan seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Mahasiswa belajar bagaimana zat-zat tersebut bereaksi selama proses pengolahan.
2. Biokimia Pangan
Berfokus pada reaksi kimia dalam sistem biologis, misalnya proses fermentasi atau perubahan enzim dalam bahan pangan.
3. Analisis Pangan
Mahasiswa belajar menguji kandungan zat dalam makanan melalui metode laboratorium. Di sinilah praktik pengukuran kadar air, protein, lemak, dan gula dilakukan.
4. Kimia Dasar
Biasanya dipelajari di semester awal sebagai fondasi sebelum masuk ke materi yang lebih spesifik.
Namun, perlu dipahami bahwa kedalaman kimia di jurusan teknologi pangan tetap disesuaikan dengan kebutuhan industri pangan. Jadi, tidak akan terlalu teoritis dan rumit seperti reaksi kimia kompleks yang jarang digunakan dalam pengolahan makanan.
Apakah Banyak Hitungan?
Selain belajar kimia, jurusan teknologi pangan juga melibatkan beberapa perhitungan. Namun, hitungan ini bersifat aplikatif, seperti:
- Menghitung kadar zat dalam bahan
- Menghitung konsentrasi larutan
- Menghitung rendemen produksi
- Mengolah data hasil praktikum
Hitungan tersebut tidak terlepas dari pemahaman kimia, tetapi masih dalam batas wajar dan bisa dipelajari secara bertahap.
Kuliah Jurusan Teknologi Pangan di Universitas Ma’soem
Bagi kamu yang ingin kuliah jurusan teknologi pangan di Bandung Timur, Universitas Ma’soem menjadi salah satu pilihan yang tepat. Kampus ini memiliki Fakultas Pertanian dengan program studi Teknologi Pangan yang dirancang sesuai kebutuhan industri modern.
Di Universitas Ma’soem, pembelajaran jurusan teknologi pangan tidak hanya berfokus pada teori kimia di kelas, tetapi juga praktik di laboratorium. Mahasiswa akan langsung menerapkan konsep kimia dalam kegiatan seperti:
- Uji kadar air dan protein
- Analisis mikrobiologi pangan
- Pengolahan produk makanan
- Pengujian mutu dan keamanan pangan
Pendekatan praktik ini membantu mahasiswa memahami kimia secara lebih mudah dan kontekstual.
Lingkungan Belajar yang Mendukung
Universitas Ma’soem dikenal dengan lingkungan kampus yang nyaman dan religius. Selain fokus pada akademik, kampus ini juga menekankan pembinaan karakter dan kesiapan kerja mahasiswa.
Beberapa keunggulan kuliah jurusan teknologi pangan di Universitas Ma’soem antara lain:
- Fasilitas laboratorium pendukung praktikum
- Dosen yang membimbing secara aplikatif
- Kurikulum berbasis kebutuhan industri
- Peluang magang, termasuk kesempatan ke luar negeri
Dengan sistem pembelajaran seperti ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori kimia, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara nyata di dunia kerja.
Apakah Jurusan Teknologi Pangan Cocok untuk Kamu?
Jika kamu menyukai pelajaran kimia dan biologi saat SMA, jurusan teknologi pangan bisa menjadi pilihan yang tepat. Namun, jika merasa kimia bukan pelajaran favorit, jangan langsung mundur. Materi akan diajarkan dari dasar dan dipelajari secara bertahap.
Yang terpenting adalah minat pada dunia makanan, inovasi produk, dan keamanan pangan. Kimia hanyalah alat untuk memahami bagaimana makanan diproses dan dijaga kualitasnya.
Prospek Kerja Lulusan Jurusan Teknologi Pangan
Dengan pemahaman kimia dan analisis pangan yang baik, lulusan jurusan teknologi pangan memiliki peluang kerja luas di berbagai bidang, seperti:
- Quality Control (QC)
- Quality Assurance (QA)
- Research and Development (R&D)
- Supervisor Produksi
- Konsultan keamanan pangan
- Wirausaha di bidang makanan
Industri makanan dan minuman terus berkembang, sehingga kebutuhan tenaga ahli di bidang ini selalu ada.
Jadi, jurusan teknologi pangan belajar kimia seberapa dalam? Jawabannya: cukup mendalam untuk memahami komposisi dan reaksi bahan pangan, tetapi tetap fokus pada penerapan praktis di industri makanan.
Di Universitas Ma’soem, pembelajaran jurusan teknologi pangan dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori kimia, tetapi juga mampu menerapkannya melalui praktikum dan pengalaman lapangan.
Jika kamu tertarik pada dunia pangan dan ingin memiliki prospek kerja yang luas, jurusan teknologi pangan bisa menjadi langkah awal menuju karier yang menjanjikan.





