Arf bsi

Masih Bingung Perbedaan Perbankan Konvensional dengan Syariah dan Peluang Kuliahnya? Berikut Penjelasannya

Perbedaan perbankan konvensional dengan syariah sering menjadi pertanyaan banyak orang, terutama calon mahasiswa yang tertarik masuk jurusan perbankan syariah. Di tengah berkembangnya industri keuangan di Indonesia, memahami perbedaan kedua sistem ini sangat penting, baik sebagai nasabah maupun sebagai calon profesional di bidang keuangan.

Tidak sedikit yang masih mengira bahwa bank syariah hanya berbeda nama saja. Padahal, secara konsep, sistem, hingga mekanisme operasionalnya memiliki perbedaan mendasar. Artikel ini akan membahas secara lengkap perbedaan perbankan konvensional dengan syariah sekaligus peluang kuliah di jurusan perbankan syariah, termasuk keunggulan belajar di Universitas Ma’soem yang memiliki ekosistem BPRS Al Ma’soem dengan 15 cabang.

Perbedaan Perbankan Konvensional dengan Syariah Secara Konsep

Perbedaan paling utama terletak pada dasar operasionalnya. Bank konvensional menggunakan sistem bunga sebagai imbal hasil dari simpanan maupun pinjaman. Sementara itu, bank syariah menggunakan prinsip bagi hasil, jual beli, dan akad sesuai syariat Islam.

Pada perbankan konvensional, hubungan antara bank dan nasabah bersifat kreditur dan debitur. Nasabah yang meminjam dana wajib membayar bunga sesuai ketentuan yang berlaku. Sedangkan dalam perbankan syariah, hubungan yang terjalin berbasis akad, seperti mudharabah, musyarakah, murabahah, dan ijarah.

Selain itu, bank syariah tidak memperbolehkan transaksi yang mengandung riba, gharar atau ketidakjelasan, dan maisir atau spekulasi berlebihan. Semua produk dan layanan harus sesuai dengan prinsip syariah.

Perbedaan dalam Sistem Keuntungan dan Risiko

Perbedaan perbankan konvensional dengan syariah juga terlihat pada sistem keuntungan dan risiko. Dalam bank konvensional, bunga sudah ditentukan di awal dan harus dibayar tanpa melihat kondisi usaha nasabah.

Sebaliknya, dalam bank syariah digunakan sistem bagi hasil. Jika usaha yang dibiayai memperoleh keuntungan, maka bank dan nasabah berbagi sesuai kesepakatan. Jika usaha mengalami kerugian bukan karena kelalaian, maka risiko ditanggung bersama sesuai akad.

Model ini dianggap lebih adil karena tidak memberatkan salah satu pihak.

Bagaimana dengan Produk dan Pengawasannya

Produk perbankan konvensional umumnya lebih fleksibel dalam investasi selama sesuai regulasi umum. Sementara itu, bank syariah hanya boleh menyalurkan dana pada sektor yang halal dan tidak bertentangan dengan prinsip Islam.

Bank syariah juga diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah yang memastikan seluruh operasional sesuai fatwa dan ketentuan syariah. Hal ini menjadi pembeda kuat dalam sistem tata kelola.

Tertarik Mendalami Sistem Ini Lewat Jurusan Perbankan Syariah

Jika kamu tertarik memahami lebih dalam perbedaan perbankan konvensional dengan syariah, jurusan perbankan syariah adalah pilihan tepat. Di jurusan ini, mahasiswa mempelajari teori ekonomi modern sekaligus prinsip fiqih muamalah.

Lulusan jurusan perbankan syariah umumnya mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi atau Sarjana Ekonomi Syariah, tergantung kebijakan akademik kampus. Dengan gelar tersebut, peluang kerja terbuka luas di industri keuangan syariah.

Keunggulan Kuliah di Universitas Ma’soem

Salah satu kampus yang menawarkan jurusan perbankan syariah dengan dukungan praktik nyata adalah Universitas Ma’soem. Kampus ini memiliki ekosistem BPRS Al Ma’soem dengan 15 cabang yang aktif beroperasi.

Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga memiliki kesempatan:

  • Magang langsung di BPRS Al Ma’soem
  • Terlibat dalam operasional perbankan syariah
  • Belajar analisis pembiayaan secara langsung
  • Mendapatkan sertifikat magang resmi

Pengalaman ini menjadi nilai tambah besar saat memasuki dunia kerja. Dengan jaringan 15 cabang, mahasiswa memiliki akses praktik yang lebih luas dan terarah.

Prospek Kerja Lulusan Perbankan Syariah

Setelah memahami perbedaan perbankan konvensional dengan syariah dan menempuh pendidikan di jurusan ini, bagaimana prospek kerjanya

Prospek kerja lulusan perbankan syariah sangat menjanjikan. Industri keuangan syariah di Indonesia terus berkembang, mulai dari bank umum syariah, BPRS, asuransi syariah, hingga fintech berbasis syariah.

Beberapa posisi yang dapat diisi lulusan antara lain:

  1. Teller dan customer service bank syariah
  2. Account officer atau analis pembiayaan
  3. Staf manajemen risiko
  4. Auditor kepatuhan syariah
  5. Konsultan bisnis syariah

Dengan pengalaman magang dan sertifikat dari BPRS Al Ma’soem, lulusan Universitas Ma’soem memiliki daya saing yang lebih kuat.

Jadi Mana yang Lebih Cocok untuk Masa Depanmu

Memahami perbedaan perbankan konvensional dengan syariah membantu kamu menentukan arah karier yang sesuai dengan nilai dan tujuan hidup. Jika kamu ingin terlibat dalam sistem keuangan yang berbasis prinsip keadilan, transparansi, dan nilai Islam, maka perbankan syariah bisa menjadi pilihan tepat.

Didukung pembelajaran akademik dan praktik langsung melalui ekosistem BPRS Al Ma’soem 15 cabang, jurusan perbankan syariah di Universitas Ma’soem memberikan bekal lengkap untuk memasuki dunia profesional.

Sekarang pertanyaannya, setelah mengetahui perbedaannya dan peluang kuliahnya, kamu lebih tertarik memilih jalur konvensional atau siap mendalami sistem syariah untuk masa depan yang lebih terarah